Ada Apa dengan Istanbul?

Saya seringkali ‘curiga’ pada pertanda yang saya temukan dalam hidup saya. Pertanda yang saling berhubungan satu sama lain, meskipun itu sekadar nama atau peristiwa. Salah satu yang saya alami adalah (bisa tidak ya disebut dejavu?) mengenai sebuah kota yang berada di antara dua benua, yakni Istanbul, Turki.

Pertama, postingan Mbak Sofiya di jurnalnya mengenai Turki. Jurnal yang saya baca tiga minggu yang lalu.

Kedua, kabar gembira yang datang dari kawan saya, Ishmer. Dia akan kuliah di Istanbul, tepatnya Sabanci University. Insya Allah, tanggal 5 Februari dia akan terbang ke kota yang penuh kompleksitas dan dinamika menarik itu. Bahkan, saya menemukan ke-dejavu-an antara Ishmer dengan Turki. Bukan suatu kebetulan kalau di Turki juga terdapat kota bernama Izmir. Wow!

Ketiga, sebuah buku berjudul “Santri Eropa” yang saya baca di Petra Togamas pada Minggu malam lalu (17/01). Penulisnya adalah Rohman Budjianto, wartawan Jawa Pos, yang melakukan perjalanan selama sebulan di Turki. Hiruk-pikuk Istanbul tentu saja mendapat sorotan pula. Santri Eropa sendiri berisi catatan jurnalistiknya yang dimuat secara berkala di Jawa Pos dan diterbitkan pada tahun 2009.

Keempat, novel Sidney Sheldon yang berjudul “Bloodline”. Novel yang mulai saya baca kemarin pagi (19/01) di kamar mandi. Ini novel pinjaman dari Maya, teman saya. Dan, di awal BAB 1 novel ini bertuliskan:

Istambul
Sabtu, 5 September
Pukul Sepuluh Malam


Kelima, Kiriman Al-Qur’an terjemahan dan kaos berkerah dari Mbak Lulu yang dibungkus dengan kantong plastik kuning. Tadi malam saya buka ketika mendapatkan paket tersebut berada di kamar saya. Nah, saya seketika tertegun tatkala menjumpai tulisan di kantong plastik itu menerakan “ISTANBUL” yang menandai alamat sebuah toko bernama ‘Topkapi’ di kota tersebut.

Hmmm… Pertanda apa selanjutnya yang saya dapatkan? Lalu, apa artinya semua ini? Istanbul???

Iklan

11 thoughts on “Ada Apa dengan Istanbul?

  1. lafatah said: sebuah buku berjudul “Santri Eropa” yang saya baca di Petra Togamas pada Minggu malam lalu (17/01). Penulisnya adalah Rohman Budjianto, wartawan Jawa Pos, yang melakukan perjalanan selama sebulan di Turki.

    Waaaaaaaah, makin ke sini makin banyak buku traveling ya, duh, jadi semakin ‘panas’ euy :-DHarganya berapa niy Dik?Tadi sore baru dari Togamas, dan aku membeli buku SAFARI, mudahan menarik juga 🙂

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s