Banyu Biru

Mirip judul film. Bukan. Bukan itu yang akan saya bahas di sini. Ini
cuma catatan perjalanan, menyelingi catatan backpacking ke Jogja.

Memang sudah lama direncanakan. Sehabis Jogja, maka next destination
adalah Bangil, Pasuruan. Rumah Suro di sana. Cuma makan 1 jam
perjalanan dengan kereta ekonomi Penataran. Karcis hanya Rp 3.500 dari
Gubeng. Saya dan Else berdua berangkat dari sana. Sementara Renitha
naik di stasiun berikutnya, Wonokromo. Hariyono sendiri ke Bangil
langsung dengan mengendarai motornya.

Kami bertiga sampai di Stasiun Bangil pukul sembilan lebih sedikit.
Suro dan Hari telah menunggu rupanya. Saat kami masih di kereta, Suro
sms, “Kalian udah sarapan? Kalo belum, makan nasi punel, yuk!” Saya
sambut saja tawaran itu dengan senang hati tiada berbilang. Hehehe…

Dari stasiun, kami berjalan kaki ke Nasi Punel Bu Meita. Warung ini
rupanya pernah masuk wisata kulinernya Pak Bondan. Spanduk di depan
warung mengatakan demikian. Di dalam pun, 3 buah foto Pak Bondan
dipajang di dinding. Sungguh, suatu keberkahan tersendiri bagi rumah2
makan yang pernah didatangi dan diliput dalam Wisata Kuliner. Termasuk
RM Ayam Taliwang tante saya di Mataram, Lombok sana.

Nasi punel itu adalah nasi yang begitu matang, diangkat dari dandang,
dipindah ke wadah (bisa bakul) dan langsung dikipas-kipasi. Menu
penemannya ada empal, gajih, sambal kacang panjang, brengkes, tahu
bali, serundeng, dll. Wuenaaak! Pedasnya saya suka!

Lalu, dari situ, kami berjalan kaki lagi ke rumah Suro. Istirahat
sebentar sebelum berangkat lagi dengan mobil menuju objek wisata Banyu
Biru. Memakan waktu setengah jam lebih ke sana.

Banyu Biru berupa kolam pemandian. Airnya, entah mengapa, memang
berwarna biru. Memancar dari dasar kolam sejak sekian tahun silam.
Uniknya, sejenis ikan tawar hidup bergerombol dengan ukuran melebihi
telapak tangan manusia. Warnanya serupa dengan batu2 di dasar kolam.
Ada juga yang metalik biru.

Saya renang2 di situ. Agak ngeri juga ketika masuk area biru airnya. Seru!!!

Iklan

11 thoughts on “Banyu Biru

  1. #Mbak Desi: hayuuuukkk…. :D#Cek Yan: Kira-kira ada nggak ya hubungannya? secara, saya belum nonton Banyu Biru :)#Mbak Diyah: Surabaya – Bangil – Pasuruan. Ntar tanya penduduk sekitar, pasti tahu. Saya sendiri kurang apal jalannya. hehehe…#Endah: Hehehe… Lumayan sih ya? Tapi, akan lebih oke lagi kalo kondisi kebersihannya dipelihara :)#Mbak Sinta: Slrrrrrrrrruuuppp… enak, mbaaaak! hahah#Shanto: Hehehe… Kamu juga kan nanti begitu? Bekpek sekalian kerja πŸ˜€

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s