[My Favorite Author] Andrea Hirata


Bicara mengenai penulis favorit, saya merasa tidak salah pilih: Andrea Hirata. Pertama kali saya mengenal karyanya, Laskar Pelangi, pada tahun 2006. Waktu itu, seperti biasa, di akhir minggu saya bertandang ke Togamas Malang. Awalnya saya tidak menggubris novel bersampul indah warna pelangi bersiluetkan anak-anak kecil itu. Juga saat menilik nama penulisnya. Gumam saya, “Ah, buku terjemahan. Penulisnya orang Jepang.”

Sebuah hoki kiranya bagi Andrea Hirata diundang tampil di Kick Andy! Kisah mengharukan Ibu Muslimah dan para bocah pejuang ilmu di SD Muhammadiyah Gantong, segera menuai perhatian publik. Andrea mulai dibicarakan. Laskar pelangi jadi bahan perbincangan. Sehingga, tahun 2007-lah, saya resmi membaca Laskar Pelangi.

Saya membuktikan komentar pembaca tentang novel tersebut. Memang, penuh spirit menuntut ilmu. Sangat pas dengan kondisi saya yang memang sedang berada di tanah orang, menimba pengetahuan. Ditambah istilah ilmiah yang bertaburan, tak jadi penghalang saya menikmati novel itu. Andrea mungkin ingin menunjukkan pada Ibu Muslimah – guru yang mana novel tersebut didedikasikan – bahwa anak muridnya kini telah sukses. From zero to hero. Dari kampung, namun mampu mencecap ilmu hingga ke luar negeri. Guru mana yang tak bangga tatkala mengetahui anak didiknya berhasil meraup cita-cita?

Laskar Pelangi meledak. Profesi guru semakin dipuji-puji dan mendapat porsi perhatian yang lebih. Demam Laskar Pelangi tak hanya melanda institusi pendidikan, namun juga media massa. Hingga klimaks tercapai tatkala Riri Riza dan Mira Lesmana mengadaptasinya ke layar lebar! Film lokal itu pun menjadi bintang di bioskop-bioskop di Indonesia.

Saya kagum pada Andrea Hirata. Blognya saya ikuti. Tiap tulisan yang menyangkut dirinya saya antusiasi baca. Teman di dunia maya yang bertemu dalam acara meet and greet dengannya membuat saya iri. Saya pun harus menelan kecewa karena tidak bisa bertemu saat acara talkshow di Surabaya.

Untung Andrea berbaik hati mengunjungi para penggemarnya lewat
karya-karya berikutnya. Sang Pemimpi, Edensor, dan terakhir Maryamah Karpov sebagai pamungkas tetraloginya. Saya baca semuanya. Terlebih lagi, Maryamah Karpov menjadi peneman saya saat proses kesembuhan di akhir 2008.

Terserah Anda berkesan apa jika saya mengklaim punya banyak kesamaan dengan Andrea Hirata. Saya punya passion besar dalam menangguk ilmu. Saya tumbuh di kota kecil dan setamat SMA mengharuskan diri kuliah di Tanah Jawa. Saya suka sastra. Saya bercita-cita keliling dunia. Tidakkah itu juga yang Anda temukan dalam novel-novel Andrea Hirata?

Selain click dengan profil asli penulisnya – tentu saja ada hal-hal pada diri Andrea yang saya tidak tahu dan tidak persis sama dengan saya – juga karya-karyanya menggugah saya. Sangat! Dua karyanya yang telah difilmkan, Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, mampu membakar semangat saya. Di saat yang sama, membuat saya terharu biru dan saya pun menangis dengan elegannya. Hehehe… His works are so me!

Tak ingin menuai badai spirit sendirian, virus Laskar Pelangi pun saya sebarkan ke keluarga. Juga saat filmnya diputar di halaman Kantor Gubernur NTB dan orang-orang di rumah memberitahu saya perihal itu, saya hanya bersorak dalam hati: “Good jobs!”

Oke. Sekian saja tuturan saya. Yang pasti, jika nanti Andrea Hirata mengeluarkan novelnya lagi, saya tidak perlu berpikir dua kali untuk membeli.

NB: Ikut memeriahkan kuis yang diadakan oleh Mbak Gita di http://lovusa.multiply.com/journal/item/258/kuis_My_Favourite_Author.

Iklan

35 thoughts on “[My Favorite Author] Andrea Hirata

  1. Emang Laskar Pelangi beneran bagus, nonton filmnya ama keluarga kecilku, membuat diriku dan anak-anak mengharu biru. Tapi, aku belum jadi penggemar buku-bukunya.Mas, aku doa’in satu hari cita-cita keliling dunianya bisa tercapai.

  2. nonragil said: Emang Laskar Pelangi beneran bagus, nonton filmnya ama keluarga kecilku, membuat diriku dan anak-anak mengharu biru. Tapi, aku belum jadi penggemar buku-bukunya.Mas, aku doa’in satu hari cita-cita keliling dunianya bisa tercapai.

    Amiiin… Merci beaucoup, Mbak Helene.Saking kuatnya gema Laskar Pelangi, bahkan teman2 SD yang saya temui pas reuni dulu, saya kasih nama Laskar blablablab… Maksud saya, Laskar + nama masing-masing orang. Hehehe…

  3. dedew80 said: iyaa..turut mdoakan fatah juga bisa keliling dunia,amiin..

    Amin… Nuhun, Mbak Dedew :)Entah dengan apa saya mewujudkan itu. Only God who knows 🙂

  4. kalo saya pertama liat LP, kok nggak tertarik ya. terus loncat edensor diselingi sang pemimpi. lah, plotnya keren tuh. untung baca yang kedua n ketiga dulu jadi baca semuanya. kalo baca LP dulu, mungkin nggak tertarik selanjutnya. *lebainya itu looh, bikin tutup buku beberapa kali. di samping itu semua, Andrea Hirata jadi salah satu penulis indo favorit saya.

  5. pertama, ikut ngedoain yang terbaik buat fatah.kedua, sama kaya yayan. cinta sama LP, sang pemimpi, edensor, tapi ga suka maryamah karpov :)makasih udah ikutan, yaaa…

  6. masfathin said: Aku juga baca Laskar Pelangi jauh sebelum buku itu meledak 🙂 dan aku sama jatuh cintanya ke karyanya (minus Maryamah Karpov jujur…) hehe

    Hehehe…Maryamah Karpov sih emang rada lebay. Tapi, dari situ kan jadi tahu variasi seorang Andrea. Yang bisa menyungkil sisi melankolis, membangun semangat, dan agak heroik :))

  7. fauziatma said: kalo saya pertama liat LP, kok nggak tertarik ya. terus loncat edensor diselingi sang pemimpi. lah, plotnya keren tuh. untung baca yang kedua n ketiga dulu jadi baca semuanya. kalo baca LP dulu, mungkin nggak tertarik selanjutnya. *lebainya itu looh, bikin tutup buku beberapa kali. di samping itu semua, Andrea Hirata jadi salah satu penulis indo favorit saya.

    Yeah… Kalo saya diurutin dari yang paling suka: Sang Pemimpi, Edensor, Laskar Pelangi, dan Maryamah Karpov. Pengen baca The Rainbow Troops. Terjemahan ke bahasa Inggrisnya enak, bro. Tapi ya gitu… harganya harga buku impor, ratusan ribu. Hehehe…Jadi, di luar kekurangannya, Andrea tetap penulis favorit saya 🙂

  8. lllsemeleketelll said: Menang!Pokoknya kudu Menang!;)*nari hula hula*:D

    Amiiin…Makasih, Mas Ale.Yang penting saya sudah menyalurkan uneg-uneg :)*lirik-lirik tulisan peserta lainnya*

  9. lovusa said: pertama, ikut ngedoain yang terbaik buat fatah.kedua, sama kaya yayan. cinta sama LP, sang pemimpi, edensor, tapi ga suka maryamah karpov :)makasih udah ikutan, yaaa…

    Pertama, Amiiiin… Ya Robbal ‘Alamin…Kedua, saya boleh satu kelompok sama Mbak Gita dan Cek Yayan, nggak? :))Ketiga, makasih juga, Mbak. Saya senang bisa berpartisipasi 🙂

  10. salimdarmadi said: Sepakat, buku2 yg sarat hikmah. Hanya saja saya belum tergerak untuk baca MK.. 😀

    Wah, idem dunk sama Mbak Febi. hehehe…Nggak apa-apa, Mas.Nanti ada masanya bakal tertarik buat baca 🙂

  11. mylathief said: dulu pas andrea hirata ke toga mas DTC g dateng, tah??

    Nggak, Mas.Waktu itu kalo nggak salah, saya lagi di Malang.Hiks… Sayang sekali euy 😦

  12. Satu kelompok? boleh Tah. Tapi isi formulir dulu hehehe.Maryamah Karpov sebetulnya tidak buruk betul, hanya saja sedikit keluar dari pakem Andrea. Yang lebih bikin sebel itu harganya buahahaha… dan, bacanya bikin ngantuk 😛

  13. Hahaha… Formulirnya apa aja sih daftar isiannya? Boleh deh! pake uang pendaftaran juga nggak? :DIya, lebainya itu nggak tahan :DDan, beruntung sekali saya dipinjami baca sama teman sekos 😀

  14. #Cek Yan: strategi yang bagus untuk tidak mematikan minat baca :))#Pak Ari: Hehehe… Dia mampu mengangkat lokalitas dan memadupadankannya dengan hal-hal berbau ilmiah. Saya acungi jempol deeeeh… Saya pun jadi terpacu untuk belajar mengangkat lokalitas Sasak (Lombok) dalam karya-karya saya 🙂

  15. lafatah said: lokalitas Sasak (Lombok) dalam karya-karya saya 🙂

    ditunggu. haha. penasaran banget sama lombok, lebih bagus dari bali, saya pikir. 😀

  16. semoga bisa keliling dunia..muali jelajah dari eropa seperti bang Andrea juga yg memulainya dari eropa.. :)saya suka pas buku edensor saat petualangan jelajahnya itu looh

  17. Amin. Thanks ya doanya. Klo kecintaan pd jln2, edensor memang yg paling tepat. Klo spirit humanisme dan edukasinya, sy suka Sang Pemimpi.So, mbak Nita penggemar Andrea jg donk.

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s