Budi Darma, Lan Fang, & Wawali Surabaya: “Ciuman di Bawah Hujan”

Malam ini, saya kembali berjumpa dengan penulis yang selama ini saya kagumi. Sosok yang rendah hati dan sederhana, yang membuat saya bersemangat menulis. Beliau adalah Prof. Budi Darma.

Ini kali ketiga persuaan saya dengan beliau. Pertama, saat bedah novel “Iluminasi”-nya Mbak Lisa Febriyanti. Pernah saya tulis di sini. Lalu, pertemuan kedua waktu saya jalan-jalan di Surabaya Mall. Saya tidak sengaja berpapasan dengan beliau. Bahkan, saya sengaja mengikuti beliau dari belakang, tapi tidak sampai bersalaman dan minta tanda tangan. Eh, beliau ternyata masuk ke toilet. Saya pun berlalu. Segera saya perbarui status di facebook.

Dan, malam ini, Sabtu (3/4), saya kembali dipertemukan dalam nuansa yang mirip dengan persuaan pertama, yakni launching novel terbaru Lan Fang, “Ciuman di Bawah Hujan”. Berlokasi di dekat panggung utama Kompas Gramedia Expo, saya yang sudah duduk manis di kursi, tiba-tiba sedikit dikejutkan oleh kehadiran beliau. Beliau duduk selang satu kursi di samping kiri saya. Diiringi oleh Mbak Diana A.V. Sasa, kontributor Indonesiabuku.com.

Saya sumringah. Senang. Bangga.

Pak Prof. Budi Darma, sekali lagi, mengenakan kemeja lengan pendek yang sepertinya saya kenali sewaktu pertemuan kedua dulu. Plus celana panjang warna biru tua. Dan sepatu yang saya coba perhatikan merk-nya, tapi tidak jelas. Tanpa topi.

Sementara beliau menatap lurus ke depan, menyimak pembicaraan Lan Fang dan Pak Arif Affandi (Wawali Surabaya), saya juga sesekali melihat ke arah beliau. Mencoba membayangkan ada apa di balik kepala beliau. Kepala yang telah melahirkan karya-karya hebat semisal “Olenka”. Saya sendiri, sejauh ini baru membaca “Laki-laki Lain dalam Secarik Surat” dan “Bahasa, Sastra, dan Budi Darma”. Saya menyukai kecemerlangan ide beliau. Meski dalam buku yang pertama berupa kumpulan cerpen bertema absurd, tapi itulah letak ketidakbiasaannya. Lalu, buku yang kedua menandai 60 tahun Budi Darma berkarya. Sayang, masih banyak typo yang saya jumpai. Penyuntingan yang kurang mulus.

Saat panitia membagi-bagikan 150 “Ciuman di Bawah Hujan” secara gratis bagi para pengunjung yang mengikuti talk-show, saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menyapa Budi Darma sekalian meminta tanda tangan beliau. Tak terkira senang saya. Satu hal yang sebenarnya ingin saya pinta pada beliau: agar menorehkan satu atau dua kata motivasi bagi saya dalam menulis. Tapi, itu urung saya lakukan. Setidaknya, saya sempat mencatat satu hal yang diucapkan oleh Lan Fang. Kata-kata yang sebenarnya diucapkan oleh Budi Darma pada dirinya. Bunyinya begini:

“SETIAP GERAK PENULIS ADALAH PROSES KREATIFNYA”

Ketika diminta oleh pembawa acara untuk memberikan testimoni mengenai how to write, ucapan Budi Darma yang sempat saya catat adalah:

“KITA BISA MENULIS KARENA KITA MEMPERHATIKAN SEKITAR, MENONTON TELEVISI, MEMBACA, SEHINGGA SEMANGAT MENULIS ITU PUN MUNCUL.”

Di sesi terakhir, saya pun merengsek maju dengan para pengunjung ‘beruntung’ lainnya: meminta torehan tanda tangan Lan Fang juga tanda tangan Pak Wawali. Bersalaman dengan dua ikon Arek Suroboyo itu. Lagi-lagi, saya tidak mampu membendung rasa bahagia saya. FYI, 150 novel kesembilan Lan Fang yang hot from the oven itu diberikan cuma-cuma oleh Pak Wawali Surabaya sebagai bentuk apresiasinya pada karya Lan Fang.

Insting saya akan mendapat novel gratisan, menemukan jodohnya.

*foto Prof. Budi Darma saya ambil dari fan-page di Facebook*

Iklan

10 thoughts on “Budi Darma, Lan Fang, & Wawali Surabaya: “Ciuman di Bawah Hujan”

  1. Alhamdulillah, Cek Yan, di tengah kebuntuan menulis, saya diizinkan bertemu dengan para penular semangat seperti beliau-beliau…Semoga nanti Cek Yan bisa bertemu dengan idola-idolanya. Amin… 🙂

  2. #teh febi: sy baca cuplikan olenka, pengen mencari dan menuntaskannya. Karya beliau itulah yg mengantarkannya mndapat Sea Write Award. Absurd mksudnya adlah antara batas logika dan khayali itu dikaburkan. Hasilnya, cerita2 yg sdikit aneh, unik tapi. Kyk karya2nya Seno Gumira. #mas ipin: amiiin. InssyaAllah…

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s