Nama Kamu, Siapa?

“Paman Fatah!” pekik dia.

“Lho? Kamu sudah lahir?”


“Udah, paman! Tadi subuh. Jam 4 kurang 5 menit.

“Wow! Subhanallah! Berat kamu berapa?”

“Kata ibu sih, 3 kilo.”

“Alhamdulillah. Itu tandanya beratmu normal. Kamu sehat. Paman senang!” Aku tak bisa menyembunyikan sumringahku.

“Kamu udah dikasih nama?”

“Belum, paman. Tau tuh ibu sama bapak.”

“Kalau misalnya paman mengusulkan nama buat kamu?”

“Waaah, nego dulu deh sama ibu, sama bapak. Memangnya, paman mau ngasih nama apa ke aku?”

“Hmmm… apa, ya? Gimana kalau… Kartini Dua Hari Lagi?”

“Kartini Dua Hari Lagi? Namanya kok, aneh gitu, paman?”

“Atau… Hari Bumi Tiga Hari Lagi?”

“Paman, kasih nama yang serius dong! Yang ada maknanya. Nama, kan, nggak boleh main-main.”

“Wah, paman nyerah deh! Nanti paman konsultasi dulu ya sama ibu dan bapak kamu.”

“Sip! Oke, deh, paman!”

“Sekarang, kamu bobo lagi ya, sayang? Rajin-rajin minum ASI biar cepet gedhe! Biar pintar kayak paman…”

“Iiiiiih… Paman narsis, deh!”

“Lho, kamu tau juga kata ‘narsis’?”

“Diajarin sama ibu, paman. Sejak dalam kandungan! Hihihi…”

“Kamu lucu, deh!”

“Paman juga!”

Padahal matanya masih tertutup rapat. Wajahnya tenang ketika berbicara. Aku bahagia menjadi pamannya.

“Paman…”

“He-eh. Ada apa?”

“Bobo dulu, ya…”

“Iya, dadaaaaah… Paman mau lanjut ngeblog.”

“Paman, ngeblog itu apa?”

“Aduuuh, bobo sana! Hush-hush…”

“Paman…”

“Hmmm… apa?”

“Hush Hush itu kan judul novelnya Becca Fitzpatrick?”

“Astaga…”

Well, ini memang sekadar percakapan imajiner saya dengan keponakan perempuan saya yang belum genap sehari umurnya. Saya belum sempat mengucapkan sepatah ucapan selamat atas kenongolannya di dunia. Tapi, saya bahagia. Saya senang. Kenapa? Bakal nambah lagi manusia yang akan memanggil saya ‘PAMAN’. Ini juga indikasi… saya semakin tua… Hahaha…

Iklan

18 thoughts on “Nama Kamu, Siapa?

  1. Pengumuman kelahiran ponakan yang sangat keren, Tah!Kreatif bangeeet …Alih-alih sibuk bertanya hal-hal yang basi seputaran kelahiran, misalnya: berapa berat bayinya? berapa panjangnya? lahir normal? dan sebangsanya, malah justru terfokus sama gaya bertuturmu. **_**

  2. #Mbak Dian: Amin… Ya Robbal ‘Alamiiin… Terima kasih atas bingkisan doanya. :)#Mbak Gita: “Insya Allah, nanti disampaikan ya, Cha…Dadeknya lagi bobo…” Hehehe…#Mbak Ita: Kalo dari kakak kandung sih, 5 ponakan… Wiw, banyak ya… Nah, kalo dari kakak sepupu sih… mmmm… *bentar*… satu, dua, tiga!!!#Cek Yan: Hahaha… Makasiiih… Beberapa bulan lagi saya akan mudik. Insya Allah… Senangnya… Ketemu ponakan2 saya tercinta. Hahah…#Mbak Febi: Belum bisa terdeteksi :))#Mbak Vina: Makasih banyak ya, Mbak. Saya tersipu sapu nih! Hehehe… Jadi, fokusnya bukan pada keponakan saya nih… Ckckckc… Semoga dia nggak pengin nonjok pamannya 😀

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s