Smurf dan Simbol Paganisme

Terima kasih buat Mbak Desi yang telah memberikan satu edisi Smurf
buat saya. Terima kasih juga untuk Dominicus – teman satu kontrakan –
yang telah meminjami saya buku Harun Yahya “Menyingkap Tabir Fasisme”.

Oke, saya mulai dengan asumsi bahwa kartun Smurf yang diciptakan oleh
Peyo, ternyata menorehkan simbol paganisme. Paganisme adalah
kepercayaan atau praktek spiritual yang menyembah dewa-dewi yang
direalisasikan dalam bentuk penyembahan terhadap patung-patung. Kaum
pagan ini ada pada periode pra-Kristen sebelum abad 2 M dan 3 M di
Eropa. Paganisme erat kaitannya dengan perang dan kekerasan dan
membenci ajaran kasih sayang, cinta, dan perdamaian yang disebarkan
oleh kaum Kristen. Neo-paganisme muncul kembali pada abad ke-16 dan
ke-17. Bentuk nyatanya adalah Revolusi Prancis yang berkobar pada abad
ke-18.

Nah, dalam buku Harun Yahya, Menyingkap Tabir Fasisme (2004 : 21)
terdapat gambar TOPI KEBEBASAN yang warna dan bentuknya persis yang
dikenakan tokoh Papa Smurf. Saya sampai tidak percaya dan segera
mengecek di buku Smurf. FYI, TOPI KEBEBASAN ini merupakan simbol
revolusi, yang bersumber dari dunia pagan dan penyembahan terhadap
Mitra pada zaman kuno.

Gambar topi dalam buku Harun Yahya dan topi yang dikenakan oleh Papa
Smurf langsung membuka mata saya. Ini simbol paganisme. Yang mana
identik sekali dengan gerakan fasisme yang merebak di Italia pada masa
pemerintahan Benito Mussolini, juga masa Nazi di Jerman di bawah Adolf
Hitler. Dua tokoh diktator abad ke-20 yang telah menghasilkan
kekacauan di muka bumi dengan gerakan2 genosida, pembantaian ras
Yahudi (yang menurut mereka bukan ras unggul) dan memicu perang
mengerikan, yakni Perang Dunia II.

Smurf dan Paganisme. Simbol paganisme disebarkan lewat kartun buatan
Peyo ini.

Ini adalah awal dari asumsi saya. Besok riset lagi untuk mencari lebih
dalam siapa si Peyo, ideologi yang dianutnya, dan tentang Smurf
sendiri.

Iklan

14 thoughts on “Smurf dan Simbol Paganisme

  1. Santai aja bro, mgkn cm topi kurcaci yg dimodif biar ada inovasi dikit lah. Yg jelas komik smurf gambarnya bagus banget, ceritanya lucu, dan temanya normal2 aja: yg jahat kalah, yg baik menang..

  2. Santai aja bro, mgkn cm topi kurcaci yg dimodif biar ada inovasi dikit lah. Yg jelas komik smurf gambarnya bagus banget, ceritanya lucu, dan temanya normal2 aja: yg jahat kalah, yg baik menang..

  3. #Uchi: Well, ini masih asumsi saya. Ntar saya coba nulis yang lebih tajam lagi… :)#Mbak Anne: Meskipun awalnya saya suka smurf, tapi mengetahui adanya smurf di belakang smurf, jadi akan terus saya smurf kajian saya :)#Mbak Diana: Sama-sama :)#Pak Nono: Smurf sekali! :)#Mbak Desi: Diskusi di FB lebih seru euy! Aku masih nyimpen sms and mau nge-smurf percakapan di statusmu, Mbak… :)#Cek Yan: Masih berusaha saya smurf kok. Nanti kalau sudah ada titik terangnya, baru deh saya smurf-kan lagi.#Mbak Indar: Kita sudah ter-smurf, secara langsung oleh Smurf.#Mbak Sitta: Yang jahat kalah, yang baik menang? Saya tidak begitu yakin, ya, sama pandangan klasik itu…

  4. Hehe dunia saat ini pun begitu kompleks dg new world order, monsanto, economic hit man, etc.. Menyedihkan utk mbawa muatan seberat itu dlm komik yg bgitu indah. Pokoknya aku tetep smurf ah sama smurf, dan biarkan gargamel smurf2 sendiri… 😉

  5. Jujur aku masih heran darimana asal mula ide mengkaitkan smurf dengan pagan. Selama akhir abad ke-16 dan awal ke-17, rakyat biasa di Wales dan Inggris sering memakai topi runcing (pointy hat). Bisakah tolong lengkapi asumsimu dengan link yang bisa menunjukkan bahwa Peyo memang jelas bermaksud menyebarkan paganisme dan fasisme dalam karyanya?Soalnya kalau tidak diluruskan berarti kita ngga boleh baca Lord of The Ring, kan Gandalf juga pakai pointy hat? :PLink yang saya temukan :*Pagan Myths Debunked: Where Did You Think That Pointy Hat Came From, Anyway?http://www.widdershins.org/vol6iss8/oestara01.07.html

  6. aranolein said: Soalnya kalau tidak diluruskan berarti kita ngga boleh baca Lord of The Ring, kan Gandalf juga pakai pointy hat?

    meskipun tidak diluruskan, kalau aku pikir mau membaca atau tidak itu kan kembali ke urusan masing-masing. imho

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s