Kutipan “The Wind in the Willows”

Malam itu, tikus tanah – walau kelelahan – merasa gembira karena telah kembali ke rumah. Namun sebelum dipejamkan, ia membiarkan kedua matanya menjelajahi setiap sudut kamarnya yang lama. Tindakan yang amat sederhana, tapi sangat berarti. Ia tidak ingin mengabaikan kehidupan barunya. Dunia di atas sana terlalu menarik. Tempat itu memanggil-manggil ke dalam dirinya. Namun sungguh melegakan karena dia punya tempat untuk pulang, rumahnya sendiri, hal-hal yang pasti membuatnya merasa diterima.

Sungai adalah tempat bertualang.

Di sini adalah rumahnya
(hal. 57).

Kutipan yang paling berkesan bagi saya. Sampai saya mencatatnya di ponsel dan membacanya berulang kali.

Jika melirik beberapa jurnal saya sebelumnya, Anda tentu mafhum alasannya

Iklan

8 thoughts on “Kutipan “The Wind in the Willows”

  1. #Mbak Setia: Hehehee… Nggak ngerti ya? So, that’s why dengan menuliskan itu dalam bahasa ibu, saya lebih merasa diterima :))#Teh Rini: Terima kasih juga telah menerjemahkan novel klasik anak ini dengan sangat baik πŸ™‚ Ini bagian yang mengajak merenung. Lainnya, segaaaaaaaaarrr :))#Mbak Ayana: Hehhee… Silakan baca jurnal2 sebelumnya. Semoga nggak paham :D#Mbak Sitta: Kalo yang TV series, justru saya belum pernah lihat πŸ˜€

  2. #Mbak Aan: alhamdulillah… novelnya memang oke banget :))#Mbak Sitta: Wow… saya masih belum akrab sama tipi, maklum masih batita πŸ˜€

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s