22

Hendak menjadi apa kamu di usia 22 ini?

“Fatah.”

Yang bagaimana?

“Yang lincah dan menggairahkan!”

Hahaha…

“Kenapa ketawa?”

Bahasamu lho! Alay sekali dan bukan Fatah sekali.

“Kebebasan berekspresi tho! Saya terkadang capek kalau harus berpikir terlalu filosofis, membuat hati
menggerimis, atau orang termangu-mangu kagum.”

Memang ada yang kagum sama tulisanmu?

“Aku sendiri!”

Yeee… Itu sih namanya narsis!

“Dilarangkah? Berdosakah?”

Narsis kan dekat sama riya! Keseringan narsis, riya, kamu jadi lupa diri esensi kamu menulis. Dan, itu sangat berbahaya untuk kesehatan hatimu. Kalau memang itu sudah bercokol di hatimu dan berkerak, entah bagaimana aku jumpai kamu di akhirat kelak.

“Penjelasanmu begitu menggoda secara agama. Baiklah. Sekarang aku ingin sendiri saja. Menikmati jalaran usiaku yang telah mencapai 22. Aku hendak merenungkan, apa saja yang telah aku lakukan selama ini. Berkalkulasi dan menakar persentase antara kebajikan dan keburukan yang kuperbuat.”

Lebih banyak buruknya, kan?

“Aku kurang tahu. Hitunganku tak pernah dan takkan bisa pas. Coba tanyakan saja pada malaikat pencatat amalku. Apa kata mereka?”

Kata mereka, amal keburukanmu lebih banyak!

“Hahaha…”

Lho, kenapa ketawa?

“Sok tahu sekali sih! Buktinya mana?”

Perlukah bukti? Kau tinggal merasakan saja. Dan, aku telah ketahui perasaanmu. Jangan coba-coba mengelak.

“Kamu lho bukan malaikat. Bukan pula Tuhan! Cenayang? Hahaha… Tolol!”

Mama Laurent bakal marah besar kalau kamu ngomong begini ke dia.

“Dia telah mati. Dan aku tak pernah menyinggung dia secara langsung, kok! Kalau dia tersinggung, mungkin karena arwahnya masih suka nongkrong di bumi. Mbuhlah!”

Ternyata, di usia 22 ini, kamu masih suka ngelantur jadi orang. Pikiranmu kacau ke mana-mana. Tak fokus. Tak ilmiah, seperti katanya Ziyad Falahi. Kau salah masuk HI. Lulus nanti bakalan jadi apa?

“HI tak pernah bisa menjamin aku akan menjadi apa. HI bukan Tuhan yang menentukan ini itu dalam hidupku.”

Sombong sekali!

“Bedakan sombong dengan idealis!”

Hanya beda kata saja. Maknanya beda tipis. Esensinya kebanyakan sama.

“Bodoh! Belajar bahasa, sana! Buka kamus! Memang, orang sering berbicara tanpa alasan. Tak pernah memikirkan apa yang dia katakan. Semuanya lolos sensor. Tak disaring dengan logika dan perasaan.”

Oke. Di umur 22 ini, kamu menang deh! Biar senang, kamu.

“Aku tak butuh disenangkan dengan hal palsu.”

Ya sudah!

“Sudah!”

Iklan

25 thoughts on “22

  1. akunovi said: Fatah udah 22, Fattah baru 2 tahun mei kemaren, heheh :DSekali lagi, met milad ya ^_^Moga tercapai apa yang dicita2kan, aamiin…

    Karena Fattah ‘T’-nya 2. hehehe…Beda sebulan euy :))Met ulang tahun juga buat Fattah… Semoga tumbuh jadi anak yang sholeh.Makasih Mbak Novi atas ucapannya. Allah Maha Mendengarkan 🙂

  2. nawhi said: met ultah lagi ya Fattah, nice monolog!

    Matur nuwun sanget, Mas Ihwan :)Banyak hal di dunia ini yang belum saya pelajari… Termasuk belajar menulis buku :))

  3. haaaahh? fatah baru 22 ya? benar2 merasa semakin tua yang muda :Dmet milad ya, tah. semoga Allah membimbing Fatah pada jalan cintaNya untuk merengkuh segala yang terbaik..

  4. anazkia said: Selamat hari lahir, Fatah. Semoga usianya berkah, Insya Allah. Tadi malem, lihat di FB tapi nggak sempet ngucapin 🙂

    Amin ya robbal ‘alamin…Terima kasih, Mbak Anaz.Insya Allah 🙂

  5. myyhere said: Met milad y kak fatah..Ditunggu bukunya..^^

    Halo, Emy.Makasih banyak ya atas ucapan dan dukungannya.Insya Allah jadi pompa semangat buat saya :))

  6. lovusa said: haaaahh? fatah baru 22 ya? benar2 merasa semakin tua yang muda :Dmet milad ya, tah. semoga Allah membimbing Fatah pada jalan cintaNya untuk merengkuh segala yang terbaik..

    Saya berasa makin tua nih. Hehehe..Doanya manis sekali, Mbak Gita.Amin..Allahumma Amin 🙂

  7. Selamat Ulang tahun ya Tah.. Smoga jd insan yg lebih baik lg, tcapai smua yg dicita2kan, makin sholeh, cepat dpt jodoh (yg ini doa bonus! :P)..

  8. siasetia said: semoga cepat lulus kuliah dan tercapai cita-citanya..yang pasti selalu sehat dan tambah iman 🙂

    Amin… Ya Robbal ‘Alamin… *terharu*Lulus kuliah? Insya Allah.Selalu Sehat? Amiiin…Tambah Iman? Amiiiiiin… 🙂

  9. drjulia said: Selamat Ulang tahun ya Tah.. Smoga jd insan yg lebih baik lg, tcapai smua yg dicita2kan, makin sholeh, cepat dpt jodoh (yg ini doa bonus! :P)..

    Terima kasih, Mbak Dokter. Apa kabar? Lama tak sua di multiply… :)Doanya, saya kirimkan ke Allah ya? Nanti Dia yang meng-acc. Amin…ya robbal ‘alamin :)Jodoh? Amiiin… yang sholehah, cerdas, dan berbakti 🙂

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s