UAS: Just Flash Back!

Finally!!!

Ujian semester genap kelar juga. Tepat, hari Jumat (9/7). Besok sudah mulai libur. Ergh…padahal dari kemarin-kemarin, rasanya sudah liburan. Maklum, seminggu terakhir ini, ujiannya kebanyakan take home exam. Bikin makalah dari rumah dan kumpulkan di ruang ujian. Jadinya, kebanyakan kelayapan di luar, cari inspirasi dan hiburan. Seringnya, nuntasin makalah pada menit-menit terakhir. Leyeh-leyehnya over… Hehehe…

Sedikit kilas balik saja sih alias…rekap!!!

Semester enam ini, saya mengambil tujuh mata kuliah, di antaranya: Globalisasi dan Strategi (Glostra); Geopolitik dan Geostrategi (Geopol); MBP Afrika; Kebijakan Publik (KP); Kosmopolitanisme, Fundamentalisme, dan Nasionalisme (KFN); Agensi, Kuasa, dan Politik Indonesia (AKPI), dan Proposal Skripsi.


Globalisasi dan Strategi (Glostra)
Ini dia mata kuliah yang paling garang semester ini. Mahasiswa kudu mahamin sekian banyak bahan ‘masakan’ bernama teori-teori. Kuliahnya memang mengasyikkan sih! Tapi, ujiannya itu lho! Menampar sukma. Halah.

Kami kudu merapal dan mahamin puluhan tesis utama dari masing-masing scholar. Begitu menghadapi soal ujian, sinyal di kepala ini mulai berputar-putar mencari semangkuk kafein – untuk meredam sakit *alay* Diminta pilih 3 dari 5 soal tersedia, dan membuat esai masing-masing 750 kata. Waktu yang tersedia hanya 90 menit. Bayangkan, betapa mencretnya tangan ini menulis. Masih mending kalau suka menggombal lewat tulisan. Idenya bisa diplintir-plintir lewat permainan kata – tapi, teteeep…dosen jeli dan lihai menilai.

Nah, saya sendiri, pilih soal pertama dan soal keempat *kalo nggak salah*. Yang pertama, bisa lancar saya bualkan. Dua halaman folio saya tebas. Soal keempat, mulailah kepala saya mampet. Kayak kran air di kosan yang lama di Gubeng Jaya. Duh…

Saya pun bertapa. Sesekali tengok kanan dan kiri. Mencari inspirasi lewat lirikan mata. Hahaha. Tak ada harapan. Saya pun berdoa pada PDAM (Penolong DAlam Masalah) aka Tuhan, biar ide di kepala saya mengalir kembali. Tapi, nihil. Menuliskan 200 kata saja, rasanya seret. Seperti menelan jambu biji yang masih prematur ditambah perasan jeruk purut. Pahit! Susah. Tesis utama sang scholar saja, saya amat minim tahunya. Lalu, mau menuliskan apa? Menggombal? Woi!!! Ini mata kuliah Mas Joko. Kalau memang menggombal bisa membuat jawaban saya berbeda dengan mahasiswa lainnya, mungkin akan saya lakoni. Nilai di bawah B jadi taruhannya. Mau, ta, Fatah? *Fatah pun geleng-geleng sambil ngemut permen… (pake suara Doraemon)*

Lalu, gimana? Begitu bel berdentang, saya hanya bisa pasrah. Menghela napas. Biar lebih berkesan, saya menambahkan ‘pemanis’ di akhir tulisan saya. Bunyinya apa? NB: Diskon tulisan saya banyak sekali. Saya menulisnya dengan lempengdotcom. Saya yakin, Mas Joko tidak akan tersentuh dengan torehan kalimat itu dan tidak akan tergerak untuk memberi tambahan nilai buat saya. Sopo koen, Tah? :))


MBP Afrika
Ini dia, satu-satunya ujian di semester ini yang berkonsep unik tapi maksimalis. Ujiannya saja memakan waktu hampir 4,5 jam. Ujian macam apa? Presentasi kelompok dan diskusi. Lebih kayak Focus Group Discussion, kalau boleh saya menyimpulkan. Tempatnya di Ruang Cakra yang terkenal dengan keademannya. AC yang banter, ujian yang lama, tak ayal lagi membuat kepala ini pelan-pelan padam. Sinyalnya gampang melemah. Charis, meniru Pak Joko, bahkan sengaja keluar ruangan dan masuknya tba-tiba dengan segelas kopi. What the… Charis! Hahaha… Sorry, Ris! Aku iri, karena bukan penggemar kopi.

Kelompok saya yang kedua presentasi. Wok, Mega, dan Charis adalah partner saya. Pada sesi sebelumnya, saat kelompok Sofa perform, saya sempat mengajukan satu pertaanyaan. Tapi, amat jauh berbeda ketika giliran kelompok saya yang perform. Saya lebih banyak diam. Jawaban-jawaban banyak disabet Wok, Charis, dan sesekali Mega. Saya mengutuk diri. Jadilah batu! Jadilah batu! Mengapa saya tidak berkutik? Mana kekuatan saya? Mana Fatah yang katanya ingin menjadi ‘lincah dan menggairahkan’ di usia 22? Mana? Mana? *Saya pun pingsan dan ingin menjadi ikan saya…dalam imajinasi saya kala itu*

Kelompok terakhir presentasi, saya sudah kehilangan mood. Otak saya serasa impoten. Tak mampu mengacungkan pertanyaan. Andai Mak Erot ada di samping saya saat itu. Siapa tahu bisa dimintai tolong agar otak saya kembali ‘ON’. Hahahah… *ketawa nelangsa*


KFN
Alhamdulillah, 3 soal yang disajikan bisa saya nikmati. Sama. Ujian tulis. Karena berdasarkan pengalaman mengudap kuliah ini, topiknya berputar-putar di situ saja. Bukannya hendak sombong, tapi karena keseringan menghadapi hal yang sama di setiap pertemuan, jadinya nancep di kepala. Ujian pun bisa digoyang dengan asyik.

Tapi, UAS kemarin lebih fokus pada topik FUNDAMENTALISME. Segala hal tentang itu, semisal apa, mengapa, bagaimana, dsb. Sedikit melenceng dari prediksi. Tapi, Alhamdulillah…bisa ter-handle. Terima kasih buat Madamme Anne dan Bu Ani *nickname dosen ini mirip ya* yang telah menanamkan nilai kosmopolitanisme, fundamentalisme, dan nasionalisme di dada kami. Nanti akan terbuktikan, siapa yang sikapnya lebih menjurus pada kosmopolis, siapa yang jadi fundamentalis, dan siapa yang nasionalis. Pasti, akan ada satu hal yang lebih menonjol dari diri seseorang di antara ketiga terms tersebut.


AKPI
Ini ujian paling gokil. Masih pakai multiple choice! Berasa kembali muda – SMP dan SMA – saat mulai memangsa soal-soal yang terhidang. 100 soal. Soalnya pun banyak pengulangan. Aneh! Tapi, itulah sisi uniknya, ata
u sisi geblek? Jurus-jurus menyontek jaman SMP-SMA pun keluar. Bikin tanda dengan jari. Kalau 1, itu A; kalo 2, itu B; dan seterusnya. Dan itu, masih mempan dan ampuh juga selama ujian AKPI ini. Hehehe…


Duduk (ki-ka): Renitha, Mega, Else, Saya
Berdiri (ki-ka): Suro, Hari, Arlia, Pak Aribowo, Feby, Kiki, Grace, Rani


And you know what, kuliah AKPI adalah kuliah yang paling malas dihadiri oleh anak-anak HI. Hayo, ngaku!!! Banyak yang bertalenta untuk nitip absen. Saya juga demikian. Kami ramai-ramai sengaja mengambil mata kuliah jurusan Politik ini karena peluang untuk titip absen terbuka lebar – istilah halus untuk bolos. Saya sendiri, merasa seakan-akan tidak mengambil mata kuliah ini saking seringnya nggak masuk.

Untuk membuat mata kuliah lebih memorable, di pertemuan ke 11 (atau 10?), pokoknya menjelang selesainya materi satu semester, kami dengan PD-nya meminta dosen untuk berpose dengan kami. Pak Aribowo pun yang memang dikenal ramah dan murah senyum, bersedia membagi sekelumit dirinya untuk terabadikan lewat foto. Itulah saat saya dan teman-teman yang terkenal suka TA, masuk bergerombolan. Lalu, foto-foto. Bapak dosen senang, kami senang!

Hahahaha…

Geopol
Ini juga konsepnya unik. Duet Madamme Anne dan Pak Joko memang jitu dalam berkreatifitas membuat soal. Jadi, hari Senin, kami kudu datang ke kampus buat mengambil lembar soal. Bikin paper 1500-2000 kata dalam waktu 24 jam. So, keesokan harinya alias hari Selasa, kudu jadi. Teknik penulisannya ilmiah, seperti biasa.

Nah, hari Senin sorenya, saya bersama teman-teman mengerjakan paper di Gramedia Expo. Nongkrong, sebenarnya. Progress nggak begitu banyak. Begitulah Fatah. The last minutes man. Kalau nggak diburu, nggak akan kerja. Kecuali kalau ada hal menarik untuk dikejar. Baru deh!

Lanjutlah di rumah Firman mengerjakannya. Sangat terbantu, saya, dengan buku-bukunya tentang Timur Tengah yang beraneka ragam. Ketersediaan jaringan internet di rumahnya pun amat membantu. Terima kasih, Man (Darman, pedagang biting???) atas bantuannya. Insya Allah kau berjasa, tetapi… tanpa tanda jasa. Oke. Terimalah hal itu, kawan. Jangan pernah minta jasa kembali. Nggak baik. Bwahaha…

KP
Ini juga UAS yang cukup berkesan. Kenapa? Karena ngerjakannya 3-4 jam di warnet. Lho, kan bisa di rumah Firman? Oh… Begini ceritanya.

Selasa malam, setelah puas bermain-main ke mana-mana, makan, dan sebagainya, Nino atas titah Firman membawa mobil menuju warnet. Ini karena kami bertiga sama-sama belum mengerjakan paper individu yang kudu dikumpulkan pagi esok harinya. Pikir punya pikir, lebih tepat kalau dikerjakan di warnet. Masing-masing bisa menyewa satu komputer dan mencari bahan tanpa mendapat mengganggu satu sama lain. Saya ngangkat Kebijakan Penerimaan Siswa Baru (PSB) Online. Nino ngangkat mobil. Firman ngangkat pohon kelapa. Lho! Lho! Lho! Jelasnya sih, tanya mereka.

Tiga jam. Kerjaan saya tidak kelar. Nino dan Firman masih tinggal satu jam lagi. Mata saya sudah sepet. Keputusan saya ambil: tidur!!! Meringkuk di kursi warnet. Untungnya adem. AC-nya maen.

Well, kerjaan yang nggak beres, jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi. Ngumpulin papernya setengah 8 pagi. So, saya hanya punya waktu 5,5 jam. Damn! Pulang ke rumah Firman pun, bukannya melanjutkan garapan, tapi… TURU alias TIDUR!!! Yeah, yeah, yeah… kebo gurih!!!

Bangun pagi. Menjelang jam enam. Subuhan yang telat. Paper pun saya kebut. Jadi juga, akhirnya. Tanpa teori. Sekadar analisis saja. Entah nilai saya apa. Urusan belakangan. Setidaknya, topik yang saya angkat membuat saya sedikit banyak tahu tentang kebijakan PSB online beserta carut-marutnya.

Salut buat Indonesia, terutama Diknas di kota-kota besar, yang telah berani menerapkan sistem pendaftaran siswa lewat jalur online. Ini sebuah kemajuan yang harus didukung agar transparansi dan non-diskriminasi bisa terwujudkan dalam dunia pendidikan!!!

Proposal Skripsi
No comment.

Any comment? Hehehe…

Iklan

5 thoughts on “UAS: Just Flash Back!

  1. #Ginan: Kenapa, bro? Mau ngelanjutin di mana, ntar?#Mbak Kiki: Oya? Saya insya Allah akan berada di Lombok tanggal itu… Hmmm… Kopdar yuk! Mbak rencana mau ke mana saja??? Kalo tempat makan, Rumah Makan Taliwang di Cakranegara, nggak ada duanya. Heheh… Itu di jalan Gde Ngurah Rai. Pernah masuk wisata kulinernya Pak Bondan.Terus, makan nyante malam-malam di Jalan Udayana. Sate Bulayak-nya nggak boleh ketinggalan. Itu deket banget dari Bandara :0Terus, mana lagi ya? Hmmm… Banyak deh di seputaran kota :))

  2. lafatah said: Saya insya Allah akan berada di Lombok tanggal itu… Hmmm… Kopdar yuk! Mbak

    sip…nanti saya telpon ya! saya ama teman kantor, tapi dapat flight pagi (hiihihihhi, cuti dipaksa gini kan demen ya) :p

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s