Ronde – Angsle Darat

Sebenarnya, buat ganti istilah ‘kopi darat’ aja sih. Soalnya, begitu saya berjumpa sama Mbak Evi untuk pertama kalinya di Taman Bungkul, obrolan kami langsung mencair sambil mengudap anglse dan ronde. Saya ronde, Mbak Evi angsle. Kami duduk-duduk di bawah pohon pinggir jalan. Gerimis mendesis dari langit.

Malam itu, saya santai sekali dengan kaos oblong, jeans, my-beloved-crocs, dan ransel. Sementara Mbak Evia tampil a la backpacker. Satu ransel gunung di punggung, satunya lagi ransel biasa di depan. Pakai jilbab, berkacamata, celana khaki, dan sendal gunung. Benar-benar pejalan sejati! Apa yang selama ini tertuang dalam tulisan dan foto-foto perjalanannya (tanpa sekalipun saya melihat foto dirinya ada di situ), sudah bisa saya gambarkan sosoknya bakal seperti apa. Pejalan banget!!!

Emang beneran pula dia habis balik dari Solo. Turun dari bis di Bungurasih, langsung menemui saya di Taman Bungkul. Saya tawari makan rawon di sana. Urung. Penjual angsle ronde segera dijajakinya. “Aku lagi nggak pengin makan nasi.”

Saya oke-kan. Naro pantat di ransel gunungnya. Ngobrol bak teman lama. Akrab.

Kami bertukar pikiran dan cerita. Tentang kabar, keluarga, pengalaman jalan-jalan, buku, blog, teman, pendidikan, dan banyak lagi. Sangat nyambung. Dan, saya ngorek mendalam pengalaman backpacking-nya ke pedalaman daerah di Jawa Barat juga pas dia traveling hemat keliling Amerika Serikat. Juga keindahan Minnesota. Sistem pendidikan di University of Minnesota-Duluth.

Angsle dan ronde habis, kami pindah ke warung-warung di Taman Bungkul. Mbak Evi ngidam martabak. Beli. Kami duduk-duduk lagi. Eh, ternyata ada kawan saya, si Kanda, anak HI Brawijaya ’08 yang serta-merta menyapa. Saya ajak kenalan dengan Mbak Evi juga. Eh, dianya nggak bisa lama-lama karena ditunggu sama temannya.

Karena belum punya kamera, tak bisa saya abadikan momen ‘ronde-angsle darat’ tersebut. Intinya, saya mendapat banyak pelajaran dan ilmu dari Mbak Evi. Meski perempuan, namun nyalinya tangguh. Sikapnya yang sangat keras sama perokok, benar-benar membuat saya kagum. Dia membentengi dirinya dengan ilmu bela diri dan membuat saya terbahak tatkala dia dengan tegasnya (sambil memasang kuda-kuda) menegur perokok di atas kapal penumpang.

Karena sudah larut, hampir setengah dua belas malam, saya menawarkan untuk mengantarkan beliau. Boncengan. Naek motor. Lumayan jauh euy, di Babatan Pilang. Tapi, saya senang dan berbinar oleh pertemuan pertama kali itu. Berkesan!!!

Esoknya, Mbak Evi main ke kampus saya. Memberikan booklet profil University of Minnesota-Duluth dan Visit Duluth. Mbak Evi juga meminjami saya buku teks kuliahnya di jurnalistik yang berjudul ‘Inside Reporting’. Sebuah buku yang membuat saya makin jatuh cinta sama dunia jurnalisme. Dan, bertekad kalau diberikan kesempatan untuk kuliah S-2 nanti, ingin mengambil jurusan ini (atau creative writing?) Yang mana saja deh.




(booklet pemberian Mbak Evi)


(buku teks kuliah pinjaman dari Mbak Evi *Mbak, kapan nih mau dibalikin?* :)))


BTW, Mbak Evi sekarang lagi trip darat Jawa-Sumatera. Napak tilas, katanya. Pejalan yang nggak kenal lelah…

N.B. Mbak Evi beralamat blog di http://enkoos.multiply.com.

Iklan

20 thoughts on “Ronde – Angsle Darat

  1. #Mbak Aya: Betul banget. Mesti banyak ‘ledakan’ kejutan di situ… :))#Mbak Ivon: bukan ngeronda, kan? hahaha… Kalo saya sama Mbak Desi kemarin di Jogja, nyoba bebek mercon :))#Mbak Mifta: Insya Allah. Asyiknya kopdar memang begitu, kan, ya, Mbak :)#Mbak Meyla: Itulah yang paling berkesan πŸ™‚ Sementara beliau masih jalan, bukunya masih bertahan di saya. Belum tahu kapan hendak dikembalikan πŸ˜€

  2. orangnya kayak apa Tah? *sambil celingak celinguk nyari yang namanya mbak evi* :))Bertahun tahun punya account Multiply, banyak kontak saya yang teman2 di dunia nyata tapi tak sedikit yang di dunia maya. Tahun 2010 inilah tahun saya yang pertama bertemu dengan teman teman di dunia maya komunitas Multiply. Saya merasakan pertemanan yang lebih dari hubungan teman. Ngobrol apa saja bisa nyambung, jalan kemana saja juga nggak ada masalah, masuk ke lingkuan seperti apapun juga bisa cair. Terima kasih atas uluran persahabatan yang tulus. mengenai text booknya, kalau Fatah nggak keberatan titipin aja di resepsionis hotel Singgasana Gunungsari. Bilang aja untuk Evia Koos. Itu kalau dirasa Fatah nganterin ke rumah Babatan terlalu jauh. Ngemeng ngemeng, trip Jawa Sumatra bukan napak tilas sepenuhnya. Yang napak tilas adalah Riau – Sumbar. Aku bukan pejalan yg nggak kenal lelah, justru karena kelelahan, tripnya ngeteng :))Surabaya – Pekalongan. brenti nginepPEkalongan – Jakarta – Lampung. Nginep. Lampung – Pagar Alam (Sumsel). Nginep. Posisi sekarang di Pagar Alam. Entah mau nginep berapa hari. Tergantung situasinya.

  3. enkoos said: orangnya kayak apa Tah?

    kayak yang saya deskripsikan di atas… meski penilaian secara personal belum saya angkat di tulisan ini. But, biarlah itu saya simpan sebagai kesan pribadi :))

  4. enkoos said: Tahun 2010 inilah tahun saya yang pertama bertemu dengan teman teman di dunia maya komunitas Multiply.

    Oya? Pertama ya??? Terus, saya jadi kontak multiply mbak yang pertama kopdar dengan mbak??? Waaaah… harus dirayain nih. Hahaha…

  5. enkoos said: masuk ke lingkuan seperti apapun juga bisa cair.

    termasuk ke lingkungan saya dengan kawan2 yang sedikit ‘hedon’ waktu di Gramedia Expo itu. wkwkwkw… still remember, kan?

  6. lafatah said: kayak yang saya deskripsikan di atas… meski penilaian secara personal belum saya angkat di tulisan ini. But, biarlah itu saya simpan sebagai kesan pribadi :))

    hhahahahahahaha…pake rahasia segala. Gembel abis. Udah gembel, cerewet, bau pulak :))

  7. lafatah said: Oya? Pertama ya??? Terus, saya jadi kontak multiply mbak yang pertama kopdar dengan mbak??? Waaaah… harus dirayain nih. Hahaha…

    yang kedua. yang pertama sama Haley si orang Solo. Itu waktu ketemu kamu, aku baru pulang dari Solo kopdar sama Haley. Pulang dari Solo, begitu menginjak terminal Bungurasih langsung meluncur ke Taman Bungkul ketemu awakmu. Gerimis dijabanin. Kan ada angsle :))

  8. lafatah said: termasuk ke lingkungan saya dengan kawan2 yang sedikit ‘hedon’ waktu di Gramedia Expo itu. wkwkwkw… still remember, kan?

    hedon iku opo? ra mudeng aku.iyo aku sik kelingan. pindah duduk belakang nggak pake buka pintu. Loncat kayak kodok. hehehehe..

  9. enkoos said: yang kedua. yang pertama sama Haley si orang Solo. Itu waktu ketemu kamu, aku baru pulang dari Solo kopdar sama Haley. Pulang dari Solo, begitu menginjak terminal Bungurasih langsung meluncur ke Taman Bungkul ketemu awakmu. Gerimis dijabanin. Kan ada angsle :))

    aku suka banget setting-nya waktu itu, mbak. gerimis. hahahaha…terasa syahdu, duduk-duduk di bawah pohon, ngangsle n ngeronde, terus ngobrol asyik. unforgettable banget laaaah…cerita-cerita kopdar lainnya saya nantikan πŸ™‚

  10. enkoos said: hedon iku opo? ra mudeng aku.iyo aku sik kelingan. pindah duduk belakang nggak pake buka pintu. Loncat kayak kodok. hehehehe..

    tongkrongan hedon iku yoooo…suka bersenang-senang dan menikmati materi. hahahha…ya, sebenarnya sih itu masih pandangan yang picik banget dari aku. iyo, lompat kodok. sampe teman2ku pada ketawa. gak nyangka begitu sigapnya sampeyan πŸ˜€

  11. lafatah said: aku suka banget setting-nya waktu itu, mbak. gerimis. hahahaha…terasa syahdu, duduk-duduk di bawah pohon, ngangsle n ngeronde, terus ngobrol asyik. unforgettable banget laaaah…cerita-cerita kopdar lainnya saya nantikan πŸ™‚

    Kalau dipikir pikir, asik banget. Padahal nggak dirancang. Begitu spontan. Orangnya juga asik. Klop dah. Memanglah orang orang seperti kita ini nggak banyak keinginan. Mengalir begitu saja, tetapi dengan begitu kita bisa menikmati segala suasana dan gampang beradaptasi. Kecuali rokok. qiqiqiqiqiq….teteuppppp

  12. lafatah said: tongkrongan hedon iku yoooo…suka bersenang-senang dan menikmati materi.

    Oooo kuwi toh. Dari cara mereka memandangku, sudah bisa ditebak. Lagak lagunya juga keliatan. Hahahaha….lompat kodok itu bukan berarti aku sigap, tapi biyayakan, pecicilan. Cari cepetnya. Hehehehe…

  13. Bertemu dengan kawan yang dikenal lewat dunia maya, enaknya memang bisa langsung nyambung ya, apalagi hobinya sama :).Wah, jadi kepengin ronde deh..

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s