[CatLib] Bermain-main di Kantor MUI




Kamis pagi (22/07).

Kembali jadi ojek buat bapak. Untuk yang pertama kali sejak sembilan bulan berada di tanah seberang. Selain memunyai jadwal mengajar di Mu’allimin NW (setingkat SMP) semenjak pensiun dari Departemen Agama, bapak juga menjabat sebagai fungsionaris Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Lombok Timur. Kantor beliau yang baru terletak di kompleks Masjid Agung, Selong.

Pagi itu, sebelum ke kantor MUI, kami berdua mampir dulu di Kantor Pencatatan Sipil. Saya hendak memperpanjang KTP yang telah habis masa berlakunya 31 Desember 2009. Begitu pula dengan SIM C saya. Namun, agenda pengurusan SIM C akan dilakukan saat bapak gajian bulan depan which is this August!

Dikarenakan antrea yang cukup panjang, sementara saya punya agenda mendesak – menjemput teman-teman yang datang dari Surabaya – maka kami tidak berlama diam di kantor tersebut. Bapak hanya memberikan ‘gertak’-nya bahwa saya butuh KTP itu sesegera mungkin karena akan dibawa merantau. Itu karena si petugas bilang, kartunya bisa diambil setelah lebih dari satu bulan ke depan. Terlalu lama.

Tiba di Masjid Agung. Masjid tersebut nampak makin berwibawa. Bersih. Megah dari luar. Catnya yang krem muda berpadu dengan kubah masjid yang berwarna hijau. Begitu pula dengan empat menara utamanya. Kantor MUI terletak di sebelah utara. Terlihat masih sepi. Dari curhat ibu saya, pegawai paling rajin masuk kantor adalah bapak. Padahal bapak hanya seorang Sekretaris Umum. Pak Ketua ‘agak jarang’ masuk. Bahkan, saat Selaparang TV mengonfirmasi tentang pergeseran arah kiblat, karena hanya bapak yang bisa ditemui di kantor, maka bapaklah yang angkat bicara. Pak Ketua, entah ke mana. *Jujur, saya sedikit geram dengan kinerja MUI Kab. Lombok Timur*


Oke, mood saya tiba-tiba berubah dengan adrenalin yang merangkak naik.

Saya lanjutkan saja ‘petualangan’ saya di kantor MUI.

Kantor tersebut memiliki aula, ruang Pak Ketua Umum, ruang Sekretaris Umum, ruang Wakil Ketua, dan ruang Sekretaris-Sekretaris. Saya ‘bermain’ di ruangan bapak. Tak ada AC. Hanya terdapat sebuah meja dan dua buah kursi. Lemari kitab di samping meja. Bapak pun duduk di kursi kesayangannya sambil menyalakan sebatang rokok! Hahaha… MUI gitu lho! Fatwa haram merokok, mereka yang keluarkan, tapi para pengurusnya sendiri merokok. Ya, Anda bebas beropini mengenai hal ini. Saya pun demikian. Bebas dong beropini lewat jurnal ini.

Saya duduk di hadapan bapak. Mendengarkan curhat beliau. Setelah itu, saya keluar memotret bangunan masjid yang menguarkan aura agung itu. Masih sekitar pukul setengah sepuluh Waktu Indonesia Tengah. Belum banyak terlihat aktivitas. Kecuali beberapa orang yang tengah shalat dhuha.

Kejutan saya dapatkan!

Puas menjepret, bapak ternyata minta diabadikan melalui lensa kamera. Saya iyakan saja. Karena bapak juga memegang kunci ruangan Pak Ketua Umum, jadi sedari datang, bapak memang harus membuka ruangan tersebut. Saya pikir, sesi pemotretan akan berlangsung di ruang kerja beliau sendiri. Eh, ternyata di ruangan Pak Ketua Umum. Astaga! *Maaf, Pak Ketua Umum*

Dan, berikut adalah beberapa jepretan saya

Tak sampai satu jam di kantor, saya dan bapak akhirnya memutuskan pulang ke rumah. Saya harus ke Mataram naik engkel. Oleh karena itu, sepeda motor harus ditaruh dulu di rumah.

Agenda apa di Mataram?

Menjemput teman-teman kuliah saya yang datang dari Surabaya. Mereka akan liburan di Lombok. Total, lima hari mereka di Gumi Lombok. Saya ajak tur ke beberapa spot yang membuat mereka sangat senang. Pertama, snorkling di Gili Trawangan. Selanjutnya, ‘tawaf’ keliling sawah di sekitar rumah saya di Lombok Timur dan malamnya melihat keramaian di arena Hultah NWDI.. Lalu, melihat matahari terbit di Labuhan Haji, berkunjung ke kampung adat Sasak di Limbungan, sowan ke pusat pengrajin tenun di Pringgasela. Touring diakhiri di Mataram dengan belanja oleh-oleh di Cakranegara dan Sayang-Sayang, menikmati matahari tenggelam di Senggigi, kemudian makan malam yang terakhir di Rumah Makan Taliwang. Agenda yang cukup padat dan akan coba saya uraikan per kegiatan per hari pada jurnal berikutnya.

Iklan

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s