Awan Subuh

Inilah alasan, mengapa aku suka duduk-duduk di teras belakang.

Sebab awan sedari subuh telah mulai bergerak.

Seiring matahari yang pelan-pelan semerbak.

Gemawan itu tak henti berjingkat-jingkat.

Melintas takzim di bawah langit, menangkup uap-uap, lalu entah di mana
akan menyemai kebaikannya berupa biji-biji hujan.

Dan, warga bumi memetik hujan sebagai rezeki.

Awan subuh. Awan subuh. Awan subuh.

Menyentuh sejak subuh.

Dengan utuh.

Pancor, 22 Agustus 2010

Iklan

6 thoughts on “Awan Subuh

  1. topenkkeren said: foto dong, Tah. :d

    sorry, Mas.Kamera kebetulan nggak lagi di tangan saya :)jadi, saya hanya bisa menikmati saja dan mencoba membaitkannya di sini :))

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s