[Catatan Anak SMA Kelas 2] Love War


Fatchef
151104
Love War

Namaku Pangeran Asmara. Aku tinggal di istana cinta. Jabatanku adalah panglima setiap peperangan yang diadakan oleh sang raja. Sudah jutaan perang yang kupimpin. Hebat, khan?

Berbekal sebilah pedang rayuan, panah cumbuan, dan tameng kemesraan, aku selalu berdiri di garda terdepan. Taktik perangku adalah menyerang. Bertahan, apalagi menyerah, sudah jadi kata sampah yang tak pernah mampir di diriku. Menyerang sampai helaan napas penghabisan adalah mottoku.


And you know nggak???


Perang yang kupimpin selalu menyabet kemenangan. Jutaan anak Adam & Hawa telah berhasil bertequq lutut di hadapanku. Tak cuma Anak muda. Kakek-kakek, bahkan toker goneng sekalipun berhasil pula kusandingkan dengan para “CEWEX TEMPO DOELOE” lewat perang yang setiap detakan jantung selalu kulancarkan. Bahkan, seorang kakek berumur 222 tahun berhasil kepincut dengan Dedare Toax yang tak kalah mudanya. Umur: 322 tahun. Perbedaan umur yang seabad tak jadi penghalang jika cinta telah meng-infeksi jiwa-jiwa muda mereka. Wuih… jadi ber-tausiyah neeeh?


Buttt… Kali ini, perang yang kulancarkan nggak ada respon dari pihak lawan. Padahal ditinjau dari blood yang mengalir di vena-nya, jalanku rasanya gak terlalu sulit. Tapi, skenario yang dilakukannya benar-benar hebat. Dialah seorang GADIS DJOKDJA bermata dua, berjilbab merah muda, dengan gigi taring secantik DRAKULA. Ih… seremnya???


Dengan membawa SK (Surat Keputusan) dari seorang duda beranak dua puluh dua, aku telah bertahun-tahun berperang dengan hatinya. Berkali-kali panah asmara made in Arjuna ku selalu ditepisnya. Walau lesatan panahku slalu dibarengi dengan aji-ajian “merobah sedih jadi bahagia, menggusur lara jadi senyum penuh cinta”.


Pedang rayuan-ku pun nggak mempan di kalbu sang gadis. Jurus pedang “RAYUAN GOMBAL DARI NUSAKAMBANGAN”ku ternyata jauh lebih rapuh. Hanya kalimat satu saja, ia telah mematikan langkahku selanjutnya. Bayangkan! Cuma kata: A’UDZUBILLAHI MINASSYAITONIRROJIM. Maka, hilanglah semua kesaktianku yang dulu Mandarbuceng, eh… maksudkoe Mandraguna.


Kebayang ‘gak sih gimana ‘gak sih tampang gadis itu ‘gak sih? Pliiisss!!! dech! Nggak nohok-nohok kok! Tapi, ribuan jejaka + jutaan duda = menantinya. Mulai dari pengemis gembel bermata satu hingga presiden bermata empat. Semua antri dalam satu barisan panjang bernama PENANTIAN. Berebut karcis masuk ke dalam bioskop hati milik sang gadis yang ber-LOANG IDENG DUE. Gede-gede lho tobong pernapasannya itu. Jangkrik pun ampe rela berdesakan bersama idus yang terus saja berlelehan bak es krim yang kepanasan.


Sebenarnya, aku gak tega melaksanakan SK dari duda beranak dua puluh dua itu. Bayangkan! Gimana jadinya bahtera rumah anjar yang bakal mereka bina. Kalo jadi. Klo gak? Syukurlah! Aku cucian… banget sama dia. Masih belia, kuliah S-2 di rumah sakit jiwa, dan hobby ketawa dan canda rupa. Duh… gimana rupanya klo seandainya jadi kepinsyut ame dude yang kagek merase berdose itu.


Eh… Dude beranak due puluh due! Oku peringetin ente, ya! Dendeq sekali-kali nyoba nembak Gadis DJOKDJA itu! Dia anak Qmia! Entar Ente dibuatin larutan penyakit RAJA SINGA rasa gudeg nangka. Ente mau jadi pengidap LION KING? Mau?


Makanye, supaya ente nggak kena penyakit nyeleneh kayak gituan, ente harus banyak-banyak ngonsumsi torpedonya singa, air seni (mo musik, drama, sastra) singa, plus sepiring tai singa ‘tuk dimakan berdua ame arwah bini elo. NGERTI???


Iklan

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s