Rindu Terkadang Mampu Digusur oleh Kesibukan Membaca Buku

“Rindu terkadang mampu digusur oleh kesibukan membaca buku…”

Saya menulisnya di reminder nokia 6020 sewaktu duduk termangu menunggu nasi goreng disajikan.

Lalu, apa yang terjadi?

Justru tangan saya mulai bergerak di atas tuts ponsel lecek saya itu dan mengirimkan sms ‘apa kabar’ ke dua adik saya, Ofah dan Oki, serta kakak perempuan saya, Kak Omi.

Artinya apa?

Rindu saya pada keluarga memang agak tergeserkan saat berhadapan dengan barisan teks. Tokoh-tokoh yang sedang saya ‘saksikan’ aksinya cukup berhasil mengalihkan semua perhatian saya. Apalagi novel sekeren ‘To Kill a Mockingbird’. Ada Atticus, Jem, Scout, Bibi Alexandria, Calpurnia, Dill, Miss Maudie, Tom Robinson, dan tokoh-tokoh lainnya yang menyeret saya ke dalam pusaran lakon yang mereka mainkan. Harper Lee, sang penulis, dialah biang keladinya!

Weekend saya memang seringkali dihabiskan dengan membaca buku. Karena saya tidak punya tv. Tv di kamar sebelah, kamar Nino pun, tidak cukup berhasil membuat saya betah menghadapinya. Yang ada, saya bermain remote, pindah saluran amat sering hingga… ah, buku masih lebih memikat saya.

Dan, akhir pekan, seharusnya waktu yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga. Tapi, saya tidak punya roket. Saya tidak punya jet. Saya tidak memiliki pesawat pribadi. Saya bukan pemilik maskapai penerbangan. Saya belum menjadi orang yang mencapai kebebasan finansial. Padahal, hanya 1 jam penerbangan saja, Surabaya – Mataram.

Saya pun bukan tipe orang yang suka mengobrol lewat telepon. Pengecualian untuk bapak. Mendengar suaranya, bagi saya, ibarat menabung… tepatnya, mencicil memori tentang beliau! Saya akan merekam perlahan-lahan apa yang beliau ucapkan kendati ingatan saya akan sebuah percakapan bisa dibilang…buruk.

Tapi, intisari pastinya ada. Dari serentetan perbincangan, tentu saja tergeletak key words. Itulah yang coba saya pejalkan ke dalam ingatan.

Juga pada ibu. Saya kurang tahu, apakah sisi melankoli saya yang makin tergerus oleh…entahlah…sehingga saya makin penasaran pada ‘ke mana perginya rasa rindu saya pada beliau’. Ya, mungkin untuk saat ini saya menyimpulkan begini. Padahal, dalam kondisi tertentu, semisal melihat ibu-ibu tua pendorong gerobak makanan, ibu-ibu peminta, atau ibu tetangga yang berpostur mirip ibu, membuat saya langsung catch! It reminded me about my mom, my grandma.

Meskipun, lagi-lagi jika sudah tenggelam dalam bacaan, memori-memori keterkangenan itu memencar, hinggap di pinggir pagar. Jika sudah aman dan merasa waktunya sudah tepat, ia pun akan serta-merta hadir. Hanya butuh pancingan sepotong peristiwa untuk memanggil ronce memori yang lampau-lampau.

Oh, tertulisnya catatan ini apakah dikarenakan hujan yang baru saja berhenti yang diiringi Something Stupid-nya Robbie Williams & Nicole Kidman?

Mmm…mungkin.

Iklan

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s