Cewek Bersendawa yang Tidak Berbakat Jadi Puteri Indonesia

Entah kenapa, cewek bersendawa itu tidak elegan di… telinga saya. 🙂

Saya ngerasa illfeel dan jadi tidak konsentrasi melaksanakan shalat. Apalagi sendawanya bukan sekali. Berkali-kali dan amat ‘ritmis’.

Begini cerita lengkapnya.

Sehabis mengantarkan Yani bertemu dengan pacarnya, saya kembali ke perpustakaan. Sudah hampir pukul setengah tujuh dan saya belum melakasanakan shalat maghrib. Saya ke lantai dua, mushola di ada di sana. Kebetulan cuma ada satu orang cewek di situ. Dia telah selesai shalat dan masih mengenakan rukuhnya. Duduk khusyu’. Mungkin zikir.

Saya takbiratul ihram, “Allahu…Akbar!”, dan serta-merta sebuah sendawa mengalun gahar! Errrrrrrgggggggkkkk… Panjang dan syahdu dengan tempo yang amat ditata.

Ha? Al-Fatihah pun tergoyang. Saya jadi tidak konsen.

Jeda membentang. Sepi memberikan jarak. Saya fokus kembali pada bacaan shalat.

Tapi, si cewek kembali mengalunkan sendawanya.Errrrrrrrrrrrgggggggkkkk… Jangkrik pun bakal kalah audisi!

Oh, seperti inikah cobaan Nabi Yusuf! *Ini gumam saya sewaktu menuliskan jurnal ini*

Sendawa si cewek nggak berhenti sampai di ketukan kedua. Justru, lagi dan lagi dan lagi… Panjang, tanpa dosa *Saya tidak sedang melelucon, tapi ini beneran*

Di dalam shalat pun jadi berpikir begini, “Tidak sepatutnya cewek bersendawa seperti ini. Tidak sopan. Sangat tidak membantu konsentrasi. Atau, jangan-jangan dia sudah ibu-ibu? Tapi, tadi sebelum shalat, kelihatan seperti mahasiswi muda”

Saya pun pengen cepat-cepat nyelesain shalat dan penasaran ingin melihat paras si cewek. Salam kiri kanan dan menengok ke belakang.

Dia cewek. Putih. Tapi, penampilan agak tante-tante.

“Oh, pantes…”

Tapi, tetap saja tidak elegan. Dia masih muda, cewek pula. Ah, dia tidak berbakat jadi Puteri Indonesia! Behaviour-nya tercoret oleh marathon sendawanya itu.

Surabaya, 9 Desember 2010

Iklan

15 thoughts on “Cewek Bersendawa yang Tidak Berbakat Jadi Puteri Indonesia

  1. sy jg suka sendawa kl drmh pas masuk angin, kl d luar yah rada2 di tahan….atau kl terpaksa bunyi di set yg seanggun mungkin n gak lupa, tutup mulut…..:))*mungkin si mbk sakit, mas*

  2. hmmm kalau belum kenal seh memang begitu terasa jijay…tp kalau sudah tau mengapa dia bersendawa di tempat umum, pasti bisa memaklumi ..apalagi itu terjadi berkali-kali, biasanya ada suatu penyakit…sama seperti buang kentut terkaadang tanpa disadari kentut atau dah ditahan tetap keluar juga….hidup dengan memahami dan mengerti pasti indah 🙂

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s