Ke Turki dengan Susu

Saya memutuskan untuk membeli susu Frisian Flag rasa cokelat. Susunya rendah lemak, tinggi kalsium, dan kaya vitamin C & E. Ada tambahan Immunoglobulin-nya. Rasanya segar. Saya minum malam ini sebelum bobo. Biar besok pagi saya gemuk. Haha…

Tadi. Sekitar jam 9 malam, saya keluar dari kontrakan. Hujan sudah reda. Perut saya sudah membunyikan lonceng laparnya. Duit di kantong tinggal beberapa receh saja. ATM adalah daftar kunjungan pertama. Setelah itu? Cari makan? Ah, tidak! Saya ingin melihat toko buku baru antara Petra Togamas dan Uranus. Niza yang memberitahu. Katanya banyak buket bunga di depannya. Pertanda masih grand opening. Ya, namanya Rumah Buku. Punya juga embel-embel ‘Toko Buku Diskon’. Wah, saingan sama Togamas, nih!

Saya tidak mampir. Waktu sudah hampir menginjak pukul sekian. Maksudnya, mendekati pukul 10. Saya mau ke Uranus, kok, ya…nggak mood. Sebenarnya sih, kantong saya yang nggak mood. Jatah mulai menipis, nih! Tapi, bapak sudah janji akan gemukin ATM saya lagi. Hehehe… Makasih, Pak! 🙂

Lalu, apa?

Cari angin. Itu judul besar kisah saya ini. Oh, kesannya angin telah hilang dan perlu dicari. Tidak! Tepatnya, cuci mata. Cuci mata dengan angin dan pemandangan Surabaya di waktu malam yang baru sembuh dari hujan. Nah!

Di Ngagel, saya mampir di sebuah minimarket. Cari suasana baru di minimarket. Karena biasanya, saya grusukan di Alfamart atau Indomaret di Kalidami, seruas jalan ke kontrakan saya. Saya pikir minimarket ini akan memberikan suasana yang baru dan beda pada diri saya. Eh, sama saja, ternyata! Harga, tata letak barang, seragam pelayan, dan barang-barang yang dijual. Itulah franchise. Ia yang hadir seiring roda globalisasi menggelinding, ternyata membawa pada keseragaman – similarity. Oh, memuakkan, terkadang. Meski, harus saya akui, saat berada di Lombok – yang mana Alfamart, Indomaret, Circle K, dan Alfa Express tidak ada – saya terkadang merindukan tempat-tempat ‘buang duit’ ini.

Dan, saya beli susu. Biar saya gemuk. Karena sakit selama hampir seminggu kemarin cukup banyak merenggut badan saya yang ‘montok’ ini. Namun, saya pikir, Tuhan telah menyiapkan skenario yang keren sekali. Seminggu lagi perkuliahan bakal selesai. Lalu, ada jeda minggu tenang. Nah, saya bisa makan-makan selama minggu tenang. Astaga! Semoga lambung ini bisa menampungnya dan membuat saya…segera gemuk!

Oh, padahal jika usaha penggemukan diri tidak sukses, saya selalu menghibur diri, “Yang penting sehat, Tah!”

Ya, sehat dan saya bisa kuat berjalan-jalan. Ke mana? Turki!

Doanya, dong… 🙂

*gambar diperah dari http://www.thesportsbank.net*

Iklan

8 thoughts on “Ke Turki dengan Susu

  1. #Teman-teman: Amin ya robbal ‘alamin… Makasih doa dan dukungannya 🙂 #Mbak Laksita: Milo juga bagus. Harganya juga oke :)) Kadang-kadang, kalo Frisian Flag nggak mood, nyabet Milo deh :D#Mbak Kiky: Hehehe… ayoooooook! Mbak kan libur sebulan nih. Mau ke mana rencana traveling?

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s