[TL] Sambil Menyelam Menangkap Ikan

Magang selama tiga minggu di Graha Pena Lombok Post bisa saya umpamakan “sambil menyelam menangkap ikan”.

Informasi wisata Lombok membanjir di satu folder khusus ‘Traveling Lombok – Book’. Puasa Ramadan juga hampir kelar. Alamaaak… itinerary belum jadi! Padahal dari buku Rp 2 Juta-an Keliling Vietnam 15 Hari karya Mas Sihmanto yang saya baca, menyusun itinerary amatlah penting. Meski tidak saklek bagai kitab suci panduan, tapi setidaknya bisa mengurangi kadar impulsivitas dalam traveling yang menyebabkan inefesiensi waktu, tenaga, dan biaya.

Sejak sebelum Ramadan, saya sudah putuskan untuk keliling Lombok sehabis Idul Fitri. Even ‘Lebaran Topat’ yang berlangsung seminggu setelah Idul Fitri saya jadikan tonggak untuk memulai perjalanan 8 hari saya. (Di itinerary saya menuliskan 8 hari, meski pada kenyataannya, saya hanya sanggup berkeliling 7 hari).

Ramadan kelar, tidak diikuti dengan persiapan yang matang. Saya terus bolak-balik memindai peta yang saya bentangkan di kasur, merunut rute yang akan saya tempuh, baca-baca e-book inspiratif seorang backpacker, dan memikirkan biaya!

Sementara, seminggu setelah Lebaran, saya seharusnya sudah bersiap balik ke Surabaya. Perkuliah semester 7 akan dimulaikan. Saya pun memutuskan untuk ambil jatah kuliah which means bolos. Bolos seminggu. Hehehe… Demi mimpi. Mimpi yang harus tergapai biar terbayar hal-hal yang telah dikorbankan.

Saya bingung menyusun itinerary. Dengan luas pulau yang mencapai 5.453 km2, saya mesti ke mana saja, ya, untuk memenuhi kata ‘keliling Lombok’? Detilnya, ada di buku TL πŸ™‚

Sekarang, urusan biaya. Terus terang, saya malu kalau harus menadah pada orang tua hanya untuk membiayai kegiatan ‘senang-senang’ saya ini. Apalagi, saya melakukannya sendirian saja tanpa mengajak sanak saudara yang lain. Meski saya tahu bahwa saudara-saudara saya memahami apa yang akan saya lakukan.

Untunglah, Allah memahami kondisi saya. Magang di Lombok Post bukan hanya untuk meraup pengalaman kerja di lapangan. Di situ juga saya mendapatkan rezeki. Ada event yang kami tangani saat bulan Ramadan. Sponsornya salah satu perusahaan telekomunikasi. Ada kelebihan dana di akhir acara, anak-anak magang pun kecipratan, termasuk saya. Jumlahnya lumayan. Saya simpan untuk membiayai perjalanan.

Tapi, masih kurang. Nah, merasa segala sesuatunya sudah digariskan Tuhan bahwa saya memang harus traveling paska Lebaran. Sehingga THR dari kakak-kakak saya dapatkan. Saya kumpulkan. Dan Alhamdulillah… setelah ditotal dengan duit dari Lombok Post, jumlahnya mencukupi untuk keliling 8 hari. Di atas kertas begitu.

Itinerary jadi sehari sebelum berangkat. Barang-barang bawaan juga saya siapkan dua-satu hari sebelumnya. Angkat ransel pada hari Kamis, 16 Juli 2010. Berangkat dari rumah Pancor menuju Mataram.

Esok harinya, petualangan pun dimulai!

Iklan

5 thoughts on “[TL] Sambil Menyelam Menangkap Ikan

  1. Selama ini aku pling bingung kalo disuruh bikin itinerary :-DCoz aku lbh suka menikmati perjalanan dg apa adanya, lgkap dg segala kejutan yg ada di dlmnya…Kalo bikin itinerary lbh sering mbeleset πŸ˜€

  2. Hehehe…Karena memang dari awal sudah diniatkan untuk bikin buku panduan perjalanan, Mbak. So, itinerary, menurut saya, sebuah keharusan. Meski sebagi traveler juga kudu fleksibel sih selama di jalan πŸ™‚ Apalagi untuk daerah yang belum pernah kita jelajahi sebelumnya.Dan, terbukti sih. Beberapa tempat tidak saya kunjungi. Waktu kunjungan yang molor. Dan hal-hal tak terduga lainnya selama perjalanan yang menuntut saya untuk enjoy saja but keep on the track πŸ™‚

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s