[Stylish Blogger Award] Me-Moi-Oku

Oku itu dalam bahasa Sasak berarti ‘Aku’. Berhubung sudah dua teman yang memberikan penghargaan ini, Mbak Desi aka Sister dan Fauzi aka Oji, maka tak ada salahnya saya mengerjakan. Siapa tahu dapat penghargaan yang lebih oke lagi *maruk award*

Baiklah, inilah delapan hal tentang diri saya…. *berasa pembacaan award – ikut deg-degan*

1. Meluncurkan karya solo pertama

Emil – calon Dokter Gigi – dan saya

Alhamdulillah… buku traveling saya ‘Travelicious Lombok’ (TL) diterbitkan Februari tahun ini. Rasa gembiranya masih berlangsung hingga kini. Meskipun nggak seheboh pas pertama kali terima bukti terbit. Tapi, pengalaman-pengalaman baru yang mengiringinya: terima pesanan TL; beli polpen baru (yang agak mahal) untuk tanda tangan (biar ekslusif ); komentar singkat dari pembaca, baik lewat sms, surel, maupun Facebook dan Twitter; serta ajakan foto bareng; itu benar-benar terasa sekali ‘bonus’nya sebagai penulis. Di atas semuanya, ekspektasi terbesar saya adalah makin tertariknya orang-orang ke Lombok dan masyarakat Lombok bisa memperoleh manfaat langsung dari kehadiran para travelers.

2. Bangga dengan ke-Lombok-an sendiri

salah satu kaos ‘Lombok’ yang sering saya pakai ngampus

Nggak di jagad maya, tapi juga di jagad nyata. Saya selalu bangga sebagai pendatang, orang Lombok. Bukan untuk makin menyempitkan pikiran saya akan pluralitasnya orang-orang, tapi justru ingin menghadirkan ‘warna’ baru. Beruntung saya punya nama ‘Lalu’ yang langsung mengidentifikasikan saya sebagai orang Sasak, Lombok. Di kampus juga sering pakai kaos ‘Lombok’. Buku pun tentang Lombok. Ya, karena mengikuti arus dan seragam itu tidak mengasyikkan, terkadang. Jadi ya… harus cari celah. Biar terlihat. Itu juga motivasi terbesar saya untuk menekuni dunia tulis-menulis di saat teman-teman satu jurusan saya tidak terlalu concern sama hal beginian.

3. Lebih banyak baca novel tinimbang buku-buku HI

Tumpukan buku di kamar

Beli buku HI cuma di semester satu, Pengantar Ilmu Hubungan Internasional karya Goerge Sorensen. Kebanyakan fotokopi artikel pemberian dosen. Kebanyakan lagi cari e-book HI gratisan di Gigapedia, meski ujung-ujungnya dibaca ala kadarnya. Gimana mau beli buku? Mahal. Selagi ada yang bisa dimintai pinjam, ya…pinjam. Sebaliknya, buku-buku non-HI saya jauh lebih banyak versi cetaknya. Numpuk di kamar. Entahlah, saya cocoknya kuliah di Sastra apa di HI. Tapi, sejauh ini saya merasakan manfaatnya. Ilmu di HI membantu saya berpikir lebih logis dan menulis hal-hal berbau ilmiah. Sedangkan, ilmu dari bacaan-bacaan sastra (novel, terutama) membantu saya berpikir lebih kreatif dan imajinatif. Kesimpulannya, menjaga kerja otak kiri dan kanan.


4. Jarang sekali nyetrika pakaian

Pasti kusut, aslinya!


Paling suka berpenampilan kasual. Kasual, sedikit kumal. Hahaha… Nggak ding! Ini cuma masalah malas saja. Saya amat jarang menyetrika baju – beberapa tahun belakangan ini – meskipun punya setrika pribadi. Alasannya? Malas. Makanya, kaos saya sering kusut. Meski begitu, tetap pede saya pakai ngampus. Ada teman-teman yang komplain, yeee…biarin! Meskipun dalam satu atau dua sesi tertentu, saya merasa semakin ganteng kalau berpenampilan necis dengan baju rapi, terutama kemeja panjang. Seperti kata teman satu gang saya di SMA: I love myself! Kalau saya: I love the way I am…



5. Manggung dan Nyanyi
Dunia panggung sudah saya kenal sejak kecil. Ikutan lomba azan, mengaji, dan berbalas pantun antar-TPQ. Di Madrasah Ibtidaiyah, ikutan lomba baca puisi. Di SMP sempat vakum, tapi masih suka ditunjuk maju ke podium untuk menyampaikan kultum. Di SMA, ikutan lomba baca puisi lagi dan untuk pertama kalinya lomba karaoke antarkelas dan jawara 2. Manggung di acara ulang tahun teman, bawain lagunya Ada Band. Baru-baru ini manggung lagi di acara Fakultas Farmasi. Bawain lagunya James Morrison (You Give Me Something) dan duet lagunya Alicia Keys (If I Aint Got You). Makin intens mengenal dunia tarik suara dengan karaoke bareng teman-teman kuliah. Intinya, selain menulis, saya juga suka menyanyi. Mengeksplorasi bakat

6. Jalan Kaki
Sampai saya bikinkan blog khusus menampung pengalaman-pengalaman saya jalan kaki. Ini karena saya tidak diberi izin oleh bapak untuk bawa motor kuliah
di Jawa. Walhasil, sejak di Malang dan sekarang di Surabaya, saya lebih intens jalan kaki atau naik kendaraan umum. Kontrakan – kampus apalagi. Lebih sering dengan jalan kaki. Ya, harus bersyukur juga karena ini makin menambah kecintaan saya pada dunia traveling, khususnya backpacking. Menjajal kereta api ekonomi, menjajal bus way, menjajal pesawat, menjajal kapal laut. Itu hal-hal yang mengasyikkan.

7. Lebih nyaman bergaul dengan yang lebih tua
Saya suka menambah wawasan. Oleh karena itu, saya suka mendengarkan obrolan orang-orang yang lebih tua. Lebih dewasa, mungkin, tepatnya. Lebih tepatnya lagi, orang-orang yang berpengalaman di bidang tertentu. Tatkala capek membaca buku, ‘membaca’ dari orang yang lebih tua itu lebih seru. Namun, kegiatan KKN beberapa minggu lalu justru makin membukakan mata dan telinga saya bahwa ngobrol dan belajar bersama anak-anak itu juga sungguh menyenangkan. Apalagi saya berniat bergabung sebagai Pengajar Muda. Semoga kesampaian. Amiiin…

8. Romantis dan Humoris
Kok mirip tagline film-film Indonesia belakangan ini, ya? Meskipun nggak pake embel-embel horor sih. Ini bukan cuma pengakuan teman-teman. Karena terkadang saya merasa kata-kata yang terucap dari mulut saya memang, ah… romantis! *siap-siaplah muntah* Apa karena suka nulis puisi ya dulu? Terus, humorisnya dari mana? Saya bukan penggemar acara lawakan, tapi suka bikin humor-humor sendiri. Garing, kadang-kadang. Jayus. Tapi ya…yang penting hepi.

Oya, berhubung kontak saya lumayan banyak yang sudah mendapatkan award ini, jadi ya…mending tidak usah saya timpukkan ke siapa pun. Tapi, kalau ada yang mau memperoleh award ini, bilang-bilang ya…

Iklan

45 thoughts on “[Stylish Blogger Award] Me-Moi-Oku

  1. lafatah said: Ini karena saya tidak diberi izin oleh bapak untuk bawa motor kuliah di Jawa. Walhasil, sejak di Malang dan sekarang di Surabaya, saya lebih intens jalan kaki atau naik kendaraan umum. Kontrakan – kampus apalagi. Lebih sering dengan jalan kaki. Ya, harus bersyukur juga karena ini makin menambah kecintaan saya pada dunia traveling, khususnya backpacking. Menjajal kereta api ekonomi, menjajal bus way, menjajal pesawat, menjajal kapal laut. Itu hal-hal yang mengasyikkan.

    contek, ah, buat anakku besoktingkiu for giving me this inspiration ๐Ÿ˜‰

  2. fauziatma said: Nyucinya pun sekadar rendam bilas peras jemur. Itu saya sih.

    Kalau saya justru rendam itu lamaaa… *sampai pernah bau* Ahahaha….Nyuci juga butuh waktu sekitar 2 jam. Ya maklum yaaa…eman di laundry, makanya nyuci sendiri saya jadikan olahraga mingguan ๐Ÿ˜€

  3. malambulanbiru said: jadi inget kemarin dulu ada yang kaosnya kelunturann–saking lamanya berendam di jacuzzi

    Huahuahuaa… iya, betul! Tapi, masih dengan bangga saya pakai tuh kaos, meskipun bagian lehernya luntur tercelup warna ijo… ah, bagai pakai daun suji saja ๐Ÿ˜€

  4. malambulanbiru said: dengan kancing di-steples :))ahay, Brader, i miss youu

    Mbak Desi kok ingat, ya? Hahaha… Duh, Gusti…di saat memori saya kerap kali overload, sampeyan masih ingat juga hal2 kecil memalukan yang dipunyai orang lain. Ahihihi

  5. malambulanbiru said: contek, ah, buat anakku besoktingkiu for giving me this inspiration ๐Ÿ˜‰

    Ide itu mahal, kan? Nah, kalau saya pasang tarif 1 M, gimana? Berani, kagak? ๐Ÿ˜€

  6. lafatah said: di saat memori saya kerap kali overload, sampeyan masih ingat juga hal2 kecil memalukan yang dipunyai orang lain

    aduh, jadi nggak enak. aku memalukanmu ya, Brader? muuph *alay

  7. malambulanbiru said: aduh, jadi nggak enak. aku memalukanmu ya, Brader? muuph *alay

    hahaha…nggak juga sih… itu kan sisi yang manusiawi, saya ungkap sendiri di blog ini. anyway, saya jadi teringat dan justru ngakak… ๐Ÿ˜€

  8. aduuh itu bibirnyaaah :Pkalo aku bukan jarang lagi tapi udah ga pernah setrika soalnya baju kerjaku tuh kainnya agak ‘kaku’ jadi ga perlu setrika udah keliatan rapi.

  9. wahh.dengan award ini, saya jadi tahu lebih banyak tentang mas Fatah. :)nomer 4, sptnya kita sama tuh….huehuekl nyanyi, saya sukanya nyanyi di karaokean. kl di panggung2, gak berani…:)selamat yah, mas…bukunya sudah launching. moga2 berkah dan bermanfaat. ๐Ÿ™‚

  10. nawhi said: aduuh itu bibirnyaaah :Pkalo aku bukan jarang lagi tapi udah ga pernah setrika soalnya baju kerjaku tuh kainnya agak ‘kaku’ jadi ga perlu setrika udah keliatan rapi.

    bajunya gak perlu disetrika, orangnya mungkin yang perlu disetrika…huehue:))))

  11. nawhi said: kalo orangnya disetrika ntar makin keluar gantengnya, Mas Suga terkalahkan ntar auto narsisnya ๐Ÿ˜›

    huehuehue…iya juga yah,….kl disetrika, malah ntar mas nahwi makin harum n kinclong:)position?:))))

  12. nawhi said: aduuh itu bibirnyaaah :Pkalo aku bukan jarang lagi tapi udah ga pernah setrika soalnya baju kerjaku tuh kainnya agak ‘kaku’ jadi ga perlu setrika udah keliatan rapi.

    Memble ya, Mas? Hahaha… *ngaku aja deh, daripada dibilang sama orang lain* :DMaklum ya, Mas, dunia anak kuliahan sama dunia orang kantoran. Hehehe… setrika menyetrika pun jadi pembeda ๐Ÿ˜€

  13. saturindu said: bajunya gak perlu disetrika, orangnya mungkin yang perlu disetrika…huehue:))))

    Ahahahaha… Sepertinya sampeyan bener, Mas :)Malah ada yang bilang, wajahmu tuh kusam. Berasa saya hina dina terperosok debu jalanan *halagh…Tapi, beneran lho, Mas, saya sampai disarankan pake Peeling Cream opoh ngunu, sama teman saya ๐Ÿ˜€

  14. saturindu said: kl nyanyi, saya sukanya nyanyi di karaokean. kl di panggung2, gak berani…:)

    Bikin nderedeg juga awalnya, Mas. Perut mendadak kram. Tapi, begitu musik dimainkan dan mulai nyanyi, malah enjoy… meskipun ekspresi saya entah enak dilihat apa kagak. yang penting nyanyi. hahaha

  15. saturindu said: selamat yah, mas…bukunya sudah launching. moga2 berkah dan bermanfaat. ๐Ÿ™‚

    Amiiin… Semoga demikian, Mas. Matur sembah nuwun atas doanya :)Saya nantikan juga novel sampeyan, Mas ๐Ÿ™‚

  16. saturindu said: huehuehue…iya juga yah,….kl disetrika, malah ntar mas nahwi makin harum n kinclong:)position?:))))

    Ya, berasa nggak sendirian di sini. Sesama narsis akut ๐Ÿ˜€

  17. Kusam? Pake amplas, BoyInget petuah saya tentang memilih warna pakaian supaya kulit tampak eksotis ketimbang kusam? Dan jangan lupa demi menjaga warna pakaian pake sabun colek Dangdut #jebul jubir sabun colek

  18. Jalan kaki:Oh yes! penting banget. Kaki ini adalah aset penting dan tak terkira harganya. Raup manfaatnya dan latih kepekaannya, selagi kita bisa melakukannya ^^

  19. Walah, udah dikerjainPada rajin eui :)Selamat atas buku barunya yah? Waktu itu OL di hape, mau komen malah ngehank :(Jadi tahu banyak tentang Lalu ๐Ÿ™‚

  20. malambulanbiru said: Inget petuah saya tentang memilih warna pakaian supaya kulit tampak eksotis ketimbang kusam? Dan jangan lupa demi menjaga warna pakaian pake sabun colek Dangdut #jebul jubir sabun colek

    Oke, Ma Sista…Saya akan ingat terus nasihat sampeyan…Makanya, jadi suwi juga kalo beli baju. Bahkan, dikasih kaos sama teman dengan warna tanah gitu aja, saya sempat2nya protes: “Ada warna lain, nggak?” Hahah… *gak bersyukur dikasih kaos gratis*

  21. tutuq said: Jalan kaki:Oh yes! penting banget. Kaki ini adalah aset penting dan tak terkira harganya. Raup manfaatnya dan latih kepekaannya, selagi kita bisa melakukannya ^^

    Sangat SETUJU!!!!Jadi, mari berjalan kaki, selamatkan bumi :))

  22. anazkia said: Walah, udah dikerjainPada rajin eui :)Selamat atas buku barunya yah? Waktu itu OL di hape, mau komen malah ngehank :(Jadi tahu banyak tentang Lalu ๐Ÿ™‚

    Thank you, Mbak Anaz :))Ayo, dapat award ini juga kan? Dikerjakan dong biar saya juga tahu banyak lagi tentang Mbak :D:D:D

  23. nitacandra said: Des des… pas jalan bareng dulu, Fatah nyanyi2 gitu ya? hihi #bahashobinyanyinyaFatah

    Mbak Desi mana ya??? Dia yang lebih berhak menjawab pertanyaan ini. Biar cover both side :))Kalo saya sendiri siiih…bilang… iya ๐Ÿ˜€ nggak cuma pas main di Jogja, tapi juga pas keluyuran di Madura ๐Ÿ˜€

  24. lafatah said: juga pas keluyuran di Madura

    inget inget ingetdi dalam bus dari Sampang menuju kembali ke Surabaya. menjelang malam. bus antar propinsi–yang dicegatin sama mas-mas baik hati (nyetop bus sambil loncat-loncat di depannya langsung). perjalanan panjang dan jauh dan Fatah nyanyi-nyanyi sambil duduk di kursi deket jendelasebelum akhirnya… jembatan Suramaduuuu..’!!terus ketemu mbak-mbak metropop naik becak pas kita lagi nyegat bemo pulang ke daerah Unair-gimana ingatan fotografisku, Brod?-setelah ditulis ulang, ternyata pengalaman kita KEREN yak! *lambat, baru sadar

  25. Kalau aku bangga ama keSuroboyoanku, walaupun nama boleh Manado, dan kalau di luar aku bangga ama ke-Indonesian-ku. Sama, Fatah, aku juga suka nyanyi, walaupun suara di bawah standard, hahahahahaha. Dan aku nggak malu nyanyi di stage, palagi kalau para audiensnya nggak ada yang aku kenal, cuek is the best….,hahahahahahaha

  26. hahahahaha….nomer papat gak ku ku rek.setahun sekali setriko klambi, itupun yang penting penting saja. Kaos? gak perlu disterika. Abis dicuci, dijemur, langsung lipet. Lungset? eksotis lageeee*males pol*nomer enam, itulah kalau gejala penyakit kaki gatal. aku dapat turunan dari bapak Tah. hehehehe…

  27. malambulanbiru said: -gimana ingatan fotografisku, Brod?-setelah ditulis ulang, ternyata pengalaman kita KEREN yak!

    Wow! Bahkan, saya kembali diingatkan dan ber-iya iya… Keren, Sister!Pengin punya ingatan fotografis setajam itu.Jadi inget Lisbeth Salander :))Dan, tentu saja pengalaman kita keren, just in retrospective ๐Ÿ˜€

  28. nonragil said: Kalau aku bangga ama keSuroboyoanku, walaupun nama boleh Manado, dan kalau di luar aku bangga ama ke-Indonesian-ku.

    Toss! Dan, memang begitu kita berada di luar komunitas kita, terlebih lagi being minority, nasionalisme itu akan serta-merta terpancar kuat.Keren! ๐Ÿ™‚

  29. nonragil said: Sama, Fatah, aku juga suka nyanyi, walaupun suara di bawah standard, hahahahahaha. Dan aku nggak malu nyanyi di stage, palagi kalau para audiensnya nggak ada yang aku kenal, cuek is the best….,hahahahahahaha

    Hahahaha….Yang pertama, pede dulu. Nyanyi kan bisa dilatih lagi dan lagi. Kadang ada orang yang bagus suaranya, tapi karena kurang pede jadi ya…gimana gitu yak ๐Ÿ˜€

  30. happywithavis said: hohoh senangnyaaaa….selamat ya dekk bukunya…..walau blm baca tpi liat sampulnya udah bikin seneng^_^

    Hohoho…Terima kasih, Mbak Avis :))Selamat juga atas buku baru Mbak.Semoga laris manis yak :))

  31. enkoos said: Kaos? gak perlu disterika. Abis dicuci, dijemur, langsung lipet. Lungset? eksotis lageeee

    siiiiiiiiiipppp!!! in the name of excotism :D:D:Dbilang aja ke orang-orang: ini tren baju 2011hahaha….

  32. enkoos said: aku dapat turunan dari bapak Tah

    Jadi inget deh ceritanya Pak Muhammad Kuswanda – mantan Dekan Fak. Kehutanan IPB – yang mana beliau juga sering blusukan masuk hutan. Sampai bisa jelajah 20-an negara karena hobi dan minat beliau yang tinggi pada alam. Dapat beasiswa juga, hingga ke Amerika… *makanya, saya jadi inget sama kisah hidup sampeyan*Oya, sampeyan wes ngerti tho beasiswa ini? cekidot! http://journals.worldnomads.com/scholarships/story/67204/Worldwide/Travel-Writing-Scholarship-2011-Applications-Open!

  33. lafatah said: Pak Muhammad Kuswanda – mantan Dekan Fak. Kehutanan IPB – yang mana beliau juga sering blusukan masuk hutan. Sampai bisa jelajah 20-an negara karena hobi dan minat beliau yang tinggi pada alam.

    wah mantep itu. memiliki pekerjaan yang sesuai minat dan hobi, betapa nikmatnya.

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s