Book Marathoner

Menjadi ‘book marathoner’ itu ada enak dan nggak enaknya.

Enaknya, tumpukan buku yang belum dibaca makin berkurang. Beban baca menurun. Ada alasan untuk beli buku lagi.

Nggak enaknya, kalau tidak bikin resensi atau komentar singkat atas sebuah buku, bisa-bisa cepat hilang inti buku yang telah dibaca. Ditindih oleh bacaan berikutnya. Dan, tidak ada kesempatan untuk kontemplasi. Merenungkan isi buku.

Karena membaca bukanlah kegiatan mekanis, robotis. Kalau tidak mendapatkan sesuatu – tabungan ilmu dan pencerahan – lalu, buat apa membaca? Tapi, saya yakin kok, para penggemar buku tidaklah serta-merta menjadikan hobi mereka ini sebagai kegiatan robotis. Tentang bagaimana mereka menyerap isi sebuah buku, beda-beda cara dan prosesnya.

Itulah sebabnya, saya jadi lebih suka berkunjung ke Goodreads (GR) untuk memperbarui status bacaan saya. Sebab, terkadang malas juga bikin resensi lengkap dan ciamik. Jadinya, komentar pendek, kesan khusus, dan semacam saran-saran bisa lebih terkomodasi di GR.

Menulis resensi yang lebih ‘serius’ akan saya jabani kalau memang bukunya benar-benar baru, belum banyak yang meresensi, menarik, ada tujuan tertentu (kewajiban dari penerbit atau lomba), dan sekiranya bermanfaat bagi pembaca.

Jadi, mau jadi ‘book marathoner’ yang begitu satu buku selesai dibaca, langsung disambung baca buku berikutnya, itu masalah pilihan saja kok.

Iklan

9 thoughts on “Book Marathoner

  1. setiap baca buku rasanya pingin nulis resensi, tapi liat tumpukan buku lain, ntar ajaaa, aaaah, apalagi kalau liat kerjaan juga yang kudu membaca juga, jadinya ga bikin resensi, hehe….

  2. wah iya, aku sendiri suka habis selesai satu buku langsung lanjut baca buku berikutnya (juaaaraaang bikin resensi). Btw, aku udah beli bukumu…hehe, jadi tambah pengen ke Lombok suatu saat nanti.

  3. @Mas Tofan: hehehe… Sedang dan akan terus merintis *ada gitu ya terus2an merintis?* :D@Cek Yan: hu’um… Untung euy ada GR. Terbantu banget nulisin uneg2 buku yg abis dibaca. Cek Yan masih aktif di sana?@Mbak Novi: hehehe…gejala yang kita hadapi mirip ya. *mau seneng apa kagak ya* hahaha… Aku digempur sama banyak jenis bacaan sih, Mbak, makanya jadi punya alasan buat nunda ngeresensi. Ya baca koran, media online, buku. Tapi, alasan tinggallah alasan. *mempertanyakan kembali niat dan maksud membaca, apa* :)@Endah: *tooossss* ada temannya nih *udah terlihat tho sekarang keberpihakan saya* hahaha…. Eh, thanks ya udah beli TL. Liburan panjang ini silakan ubek2 Lombok. Ikuti ruteku juga boleh tuh. Hehehe

  4. Saya mulai malas baca ebook.Dulu sempat getol dan sampe sakarang pun iya (getol donlodnya). Hehehe…A Thousand Splendid Suns-nya Khaleed Hosseini, satu2nya ebook yang saya baca tuntas. 🙂

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s