Excuse-moi

PERTAMA

Siang tadi melahap setengah buku ‘Excuse-moi’ Margareta Astaman. Ini buku keduanya yang saya baca setelah ‘After Orchard’. Lagi-lagi Margie – panggilan akrabnya – membuat saya jatuh cinta pada analisisnya yang disampaikan dengan gaya anak muda banget. Pake ‘gue’ ‘dan lo’ tidak mengurangi kadar kekritisannya pada isu etnis, identitas, Cina, dan kebangsaan. She’s smart but elegant on her sporty style! Nah lho! πŸ˜€

Intinya, saya disentil dan diajak mempertanyakan kembali atas isu Cina sebagai minoritas di negara ini dengan stereotipe yang kadung disematkan oleh mayoritas. Bahwa Cina itu pelit, eksklusif, sombong, kaya-kaya, menguasai ekonomi, dan dipertanyakan nasionalismenya. Pemahaman kita selama ini coba dijungkirbalikkan oleh Margie (yang lulusan NTU Singapura) dengan mengetengahkan hipotesis-hipotesis brilian. Dia berani, jujur, terbuka, dan kritis. Ya, buku yang perlu Anda baca – yang hingga detik ini mungkin sensi sama Cina.

Selama membaca buku ini, saya teringat sama film ‘?’ (Tanda Tanya) besutan Hanung Bramantyo; teringat teman KKN saya dari Fak. Kedokteran Gigi, si Taffy, yang chinese; dan juga teman saya Firman yang suka sensi dan sinis pada etnis Cina.

KEDUA

Saya menonton siaran ulang ‘Kick Andy!’ sore tadi. Salut sama Ni Wayan Mertayani, gadis pemulung dari Bali, yang memenangkan lomba fotografi tingkat internasional yang diadakan Yayasan Anne Frank. Gaya bertuturnya yang ceplas-ceplos polos dengan logat Bali yang kental terlihat natural. Meski nervous dan sedikit belibet saat ngomong, tapi terpancar kecerdasan di kedua bola matanya.

Kerennya, seorang penulis telah mengangkat kisah hidupnya dalam buku berjudul ‘Potret Terindah dari Bali’. Sebuah buku dengan sampul foto Ni Wayan sendiri yang sempat saya baca-baca halaman awalnya di toko buku itulah yang dibagikan pada audiens Kick Andy! yang berada di studio.

Pamungkasnya, saya ikutan tercekat dan berkaca-kaca saat Andy F. Noya mempertemukan ia dengan penulis yang ia gandrungi karya-karyanya. Penulis yang juga favorit saya. Andrea Hirata. Ia memberikan novel edisi bahasa Inggris ‘The Rainbow Troops’ pada Ni Wayan. Ni Wayan menangis di tayangan tadi. Oh, dia pasti bahagia! πŸ™‚ Saya membayangkan berada di posisi Ni Wayan. Bertemu idola saya. Si Ikal dari Belitong. πŸ˜€

KETIGA

Menjelang magrib, saya ke warung belakang. Tak sabar lihat halaman Deteksi, Jawa Pos. Ya, ternyata saya harus bersabar. Para pemenang Interaktif tema ‘Ulat Bulu’ belum diumumkan. Mudahan besok. Saya cuma bermodal yakin bahwa saya menjadi salah satu di antara tiga pemenang.

Lalu, TTS Kompas No. 1613 yang saya kirimkan sebulan lalu ternyata belum berhasil keluar sebagai pemenang. Ya, sabaaar. Ini TTS kolaborasi saya dengan Nino, teman kamar sebelah. Motivasinya, ngasah otak dan duit, tentu saja. Anak kos gitu. Hmmm… Sepertinya, harus ubah ‘mindset’ nih.

Berita gembiranya, TTS Kompas yang hari ini langsung saya isi dan horeee…telah terisi semuanya pasca-isya. Tak lupa bantuan kamus daring dan tanya-tanya ke Mbah Google. πŸ˜€

Juga, yang membuat saya senang adalah tulisan dua kenalan saya yang dimuat di Kompas Anak hari ini. Mbak Maharani Aulia dengan artikel ‘Pilih: Les Privat atau Bimbingan Belajar’ dan Mas Heru Kurniawan dengan cerpen ‘Buku Musik yang Mengusik’. Mbak Maharani Aulia adalah penulis lepas sekaligus penerjemah yang tinggal di kampung sebelah (masih Surabaya). Dia adiknya Mbak Alfawzia Nurrahmi yang selama ini telah saya anggap tante – kami ketemu di acara bedah buku, berbincang, lanjut dengan diskusi dan pertemanan.

Sementara, Mas Heru Kurniawan adalah penulis buku, cerpen, juga dosen yang sering menjuarai lomba kepenulisan. Saya jumpa beliau pertama kali di Jakarta, saat penyerahan hadiah Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan tahun 2009. Waktu itu, dia menyabet juara 1 kategori umum, sementara saya juara 3 kategori mahasiswa. Orangnya ‘low profile’ dan ramah dan membuat saya kagum dengan cerpen-cerpennya yang sering dimuat di Bobo. Buku yang ia tulis pun tak jauh-jauh dari tema sastra anak. Mantap! πŸ˜€

Jadi, walaupun saya nggak menang TTS Kompas, tapi pemuatan tulisan teman-teman saya tersebut sudah cukup menjadi penawar kecewa. πŸ™‚

Iklan

12 thoughts on “Excuse-moi

  1. pertama: saya belum baca excuse-moi..tapi udah baca after orchard..kedua: gara2 saya nggak suka dgn judul yg mengumbar kata2 indah..buku itu nggak sempet saya buka-buka waktu main ke gramed kemarin. gak nonton kick andy pula. thanks infonya ya.. ketiga: hahaha..bapakku penggemar berat tts kompas. kadang sampe beli kompas beberapa eksemplar supaya dpt kupon tts lebih dari satu..trus dikirim pake beberapa nama termasuk namaku…sayange kok yo durung berhasil menang..hehehe

  2. nonragil said: Fatah, aku percaya satu saat dirimu bakal jadi seterkenal Andrea.

    Amin ya robbal ‘alamin…Semoga dikenal dengan karya-karya ‘baik’nya ya, Mbak :)Doa yang sama untuk Mbak juga πŸ™‚

  3. suluhpratita said: pertama: saya belum baca excuse-moi..tapi udah baca after orchard..kedua: gara2 saya nggak suka dgn judul yg mengumbar kata2 indah..buku itu nggak sempet saya buka-buka waktu main ke gramed kemarin. gak nonton kick andy pula. thanks infonya ya.. ketiga: hahaha..bapakku penggemar berat tts kompas. kadang sampe beli kompas beberapa eksemplar supaya dpt kupon tts lebih dari satu..trus dikirim pake beberapa nama termasuk namaku…sayange kok yo durung berhasil menang..hehehe

    pertama: yang itu juga asyiiik… meski masalah teknis penulisan agak diabaikan. mungkin, memang disengajakan oleh editornya. untuk tetap mempertahankan ciri khasnya si Margie. Yang penting, konten. Mungkin begitu ya, Mbak? :))kedua: hehehe… kalo mengumbar kata ‘indah’, takutnya menjebak dan kontradiktif gitu ya, Mbak? hehehe…ketiga: hahahah… tosss kalo gitu *tossnya sama bapaknya Mbak Tita* :))saya baca di buku kumpulan TTS Kompas (yang harganya lumayan itu), bahwa pemenang diundi setelah dikategorisasikan berdasarkan daerah pengirim TTS. Misalnya, semua pengirim TTS dari Surabaya dikumpulkan jadi satu, kemudian diambil secara acak dan diperiksa jawabannya. hanya ditolerir sampai 3 jawaban salah saja – itu sudah berhak jadi pemenang :))nggak heran kalo susah juga menangnya, karena pasti pengirimnya buanyaaaak :))

  4. Baca deh, Mbak.Seruuuu…Kadang bikin ngakak, bikin telinga panas, tapi alasan logis Margie bikin kita angguk2 :Ddoyan TTS? udah ngirim TTS Kompas yang Minggu kemarin belum? πŸ˜€

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s