Orang Tua ‘Post Power Syndrome’

Banyak pengalaman belum tentu bijaksana (Fatah, 2011).

Acap kali orang tua merasa paling tahu segalanya. Dengan posisinya sebagai orang yang terlebih dahulu lahir, mengecap lebih banyak pengalaman hidup, sering kali membuat mereka superior dan menjadikan anak sebagai subordinat. Anak tidak tahu apa-apa. Anak kudu diajari secara verbal. Ya, jika porsinya wajar dan masih bisa ditolerir, tentu tidak mengapa. Terlebih lagi karena pada dasarnya anak pun butuh bimbingan. Namun, jika sudah melebihi batas dan orang tua lebih mengedepankan egonya dalam membimbing, itu sama saja dengan ‘membunuh’ pelan-pelan keinginan bebas sang anak.

Setali tiga uang dengan mereka yang mengalami post power syndrome. Saat sudah tidak memegang kekuasaan, orang tersebut cenderung untuk mengagung-agungkan kesuksesan, keberhasilan, dan membesar-besarkan dirinya. Mengkritik penggantinya, membanding-bandingkan kinerjanya yang bisa ditebak… – dianggapnya selalu lebih baik. Bahwa orang lain perlu meniru dirinya. Bahwa dialah yang paling banyak memberi perubahan. Ya, kalau perubahan positif. Kalau sebaliknya?

Orang tua pun bisa mengalami post power syndrome atas kuasa atau kendalinya terhadap anak-anaknya sendiri. Wujudnya, bisa berupa kurang hormatnya sang anak pada orang tua. Atau orang tua yang merasa dirinya sudah tua (secara umur memang begitu) dan pelan-pelan anak-anaknya lepas dari dia. Lepas – dalam artian mungkin sibuk bekerja, kuliah di kota lain, atau sudah membina keluarga sendiri. Orang tua yang mengalami fase itu akan cenderung untuk sebisa mungkin tetap campur tangan pada urusan-urusan anaknya. Khawatir berlebihan? Sifat dominan dan ego yang terus dipertahankan? Superioritas? Ingin diperhatikan? (Hahaha – opsi terakhir ini sungguh a-be-ge banget).

Baiklah, sebenarnya inti curhatan sok nganalisis psikologi ini adalah tentang skripsi saya – skripsi bapak – hubungan anak dan orang tua.

Itu sih.

Iklan

15 thoughts on “Orang Tua ‘Post Power Syndrome’

  1. nawhi said: mpe ke skripsi juga Tah intervensi ortu?

    Intervensi sih gara-gara saya pulang kampung, sementara skripsi belum rampung. Hehehe…Maka, ceramah pun bertebaran.Bahkan, bapak saya menyatakan sanggup mengerjakan skripsi saya.Segitunya, lihat anaknya pengin cepat selesai dan ikutan tes CPNS.

  2. malambulanbiru said: halah, Tah, foto profil fb-mu di sebelah lebih mencuri perhatian pas aku baca tulisanmu ini .. semangat ya, Brader! semangat!

    Hahahaha…Matur nuwun, Sisteeeerrr :))Saya sudah pegang ‘kunci’nya, namun menggerakkan tangan untuk membuka pintu, itu yang belum jua saya lakukan 😀

  3. sittisadja said: Kalo anak jaman sekarang mah, meski ortunya nggak ‘diktator’ tetep aja kurang hormat :p

    pengalaman sendiri? hahahaha…banyak kemungkinan. ortu diktator, anak bisa jadi penurut atau pembangkang. ortu moderat, anak bisa belajar (jadi) moderat(or). xixixi…ortu liberal, anak-anaknya jadi binal 😀

  4. @Mbak Helene: Jadi ajang pembelajaran bagi kedua belah pihak. Kalau nggak ada masalah ini, kan saya nggak dilatih untuk berpikir dan memecahkan masalahnya. Begitu juga orang tua. Yang penting sih, masing-masing pihak saling menghormati pendapat :))*sok bijak* hahaha

  5. Hahaha…Mana ada anak di dunia ini yang tidak pernah sekalipun bermasalah dengan ortunya. Terutama dalam ujud perbedaan cara pikir…Generasi tua vs generasi muda :DPemberontak? Saya salah satunya.

  6. hahaha.. lebih tepatnya.. orang tua akan selalu melihat anaknya sebagai “Anak”. Walaupun anak itu sudah dewasa, tetep aja dilihat sebagai anak. Kenapa anak kesannya membangkang, karena tiap orang akan merasakan suatu fase dimana seorang anak berusaha untuk menjadi mandiri dan ingin “hidup susah”. padahal orang tua ga mau anaknya hidup susah (baca: mandiri).it’s a love-hate relationship actually.. hehehe

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s