Snap! and Upload

Saya sudah lama mengidamkan gadget yang bisa mengunggah foto secara real time. Artinya, begitu kita menjepret, langsung bisa diunggah ke situs-situs, semacam Flickr.

Dulu, tiap kali bikin jurnal tentang suatu kegiatan yang saya ikuti atau ingin berbagi cerita tentang kiriman buku-buku yang saya dapatkan, sering kali tidak disertai foto. Ya, itu saat saya belum punya kamera digital. Kamera Hp pun masih kualitas VGA. Tak ada pula kabel datanya. Meski punya fitur infra-red, tapi saya tidak jua berniat membeli infra-red untuk dicolokkan di laptop. Syukur, belum ada yang ngomentar di jurnal saya “no pic = hoax”. Sebab, saya sendiri berusaha untuk bercerita secara detail sehingga pembaca blog ini yakin bahwa saya tidak sedang mengarang cerita. 🙂

Hingga, pertengahan Juli tahun lalu, saya punya kamera sendiri. Senang, pasti. Saya kini bisa menghiasi jurnal saya, tidak melulu dengan tulisan (yang sering kali diketik dan diunggah melalui hp). Biar jurnal saya lebih ‘hidup’. Kendati saya selalu meyakinkan diri bahwa jurnal atau tulisan yang baik pun, meski tanpa foto, akan tetap dibaca orang. (Saya tidak mengklaim tulisan saya bagus sehingga tidak butuh ilustrasi, lho…)

Kendalanya, minat besar pada karya-karya fotografi yang tidak diimbangi oleh keterampilan yang layak menjepret dengan kamera, membuat saya main jepret saja. Lantas, saya simpan di laptop yang pemakaian hard disk-nya sudah kayak ibu hamil delapan bulan. Ruang kosongnya tinggal secebis. Maklum, laptop lama dengan kapasitas penyimpanan cuma 60 GB. (Belum sanggup beli yang baru – hehehe…)

Menyiasatinya, unggah sebagian foto ke situs. Sayang, saya tidak memaksimalkan photo storage yang disediakan akun Flickr atau Multiply atau Facebook. Padahal kan bisa lebih praktis, diakses dari mana-mana asalkan ada koneksi internet, dan membuat laptop saya lebih ‘lega’ sedikit. Tapi, koneksi internet yang lancar jaya itu yang juga jadi kendala. So, saya masih tetap mengandalkan laptop sebagai gudang penyimpanan foto-foto.

Tapi, Alhamdulillah…rezeki ada. Bapak membelikan saya Nokia C3 Desember lalu. Tepat di hari Natal. Dan menjadikan itu lelucon bahwa hp saya adalah hadiah Natal dari bapak untuk saya. Hehehe…

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang fiturnya, bisa diintip di sini.

Kamera berkekuatan 2 Megapixel-nya, meski terasa kurang, namun cukuplah bagi saya. Untuk menjepret momen-momen spesial, hal-hal unik, lanskap, dan sebagainya. Untuk menyalurkan sekadar bakat narsis dan mengasah kecerdasan visual, cukuplah. Berjejaring sosial pun lebih enak. Fitur wifi-nya juga membantu sekali.

Dan, dengan aplikasi Snaptu yang saya benamkan di dalamnya, apa yang telah lama saya idamkan pun, terwujud juga. Saya kini bisa lebih gampang mengunggah foto-foto jepretan saya ke Facebook atau Twitter. Lebih intens di Facebook karena langsung tertampung di album Snaptu Uploads. Sehingga, jika sedang tidak minat menulis status, maka saya mengisi jejak rekam dengan foto-foto. Snap and upload!

Berikut ini beberapa di antaranya. Kalau berminat lihat foto-fotonya, silakan berkunjung ke sini.

Foto: dok penulis

Iklan

12 thoughts on “Snap! and Upload

  1. @Mas Ipin: betul, Mas. Tapi, bener2 di-resize betul sama facebook-nya. Ukurannya jadi ‘nggak nyaman’ dipandang. Kalo Snaptu ini, meski keliatan burem pas jepret dan liat di hp, tapi kalo udah liat di kompie, terlihat lumayan… :)@Oji: hehehe…ntar kan kalo udah kerja bisa beli sendiri. Apalagi kalo bukunya Oji udah terbit, keringet sendiri yg dipake. Kecuali, Oji masih belum niat ganti hp 😀 Eh, fungsi hp kan sms sama telpon, kecuali buat yg suka gaya2an… Hahaha…

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s