Kucing Berkuncir

Saya melihat kunci di samping kiri. Terpikir membuat judul ‘kunci’ untuk postingan kali ini. Tapi, saya merasa nggak ada sesuatu yang spesial dengan judul ‘kunci’. Baik, untuk saat ini. Saat saya ingin menulis. Belum ada yang unik terpikir tentang kunci. Meski bagi mereka yang terbiasa ‘think out of the box’ atau yang hobi bersastra ria, kata ‘kunci’ memiliki ribuan makna tersembunyi yang menarik dikaji dan diinterpretasi.

Judul ‘Kunci’ itu pun segera saya edit jadi ‘Kucing’. Saya hilangkan ‘n’ dan tambahkan ‘ng’. Eh, saya terpikir kucing rumah saya, yang suka ‘ndhusel’ di kaki. Suka ngeong-ngeong, minta jatah makan. Paling agresif kalau sudah menyangkut jatah rezekinya. Juga suka menggeram pada sobat kucingnya kalau sudah mulai berebut makanan.

Hmmm… Kucing doang? Dengan kisah hidup kayak gitu? Basi. Coba deh kunjungi blog teman-teman yang cinta kucing, pasti isi cerita mereka lebih seru. Lebih menginspirasi para pecinta kucing lainnya untuk ‘berbagi kisah’ tentang kucing mereka. Uh, yeah!

Baiklah. Kucing kurang menarik, bagi saya. Hanya simpati yang mampu saya berikan. Malah, kadang terganggu dengan keberadaan mereka. Kendati, saya pun benci perilaku orang-orang yang main kasar sama kucing. Main tendang sampai si kucing terjengkang. Main pukul sampai si kucing mengepul *mbayangin kucing habis dikukus* Atau main sikut sampai si kucing pelan-pelan mundur beringsut dan raut wajah kusut.

Dan, ketika ‘kunci’ dan ‘kucing’ serta-merta menyergap saya untuk penjudulan, eh kok saya tertarik aja gitu menggabungkan dua kata benda itu. Dan, sedikit sentuhan ‘magic’ yang dimiliki otak saya *halah*, maka lahirlah ‘Kucing Berkuncir’.

Di bayangan saya, kucing berkuncir itu terlihat manis dan lucu. Tak ubahnya balita perempuan nan gemuk, manis, dan menggemaskan. Tentu, balita berkuncir. *Yang bikin gemas dan pengin narik-narik kuncirnya sampai si balita menangis ngakak*

Kucing berkuncir. Dengan jepit-jepit warna ungu debu atau pink gonjreng atau merah darah. Tentu, kucingnya takkan lekang dari ingatan. Huh!

Oya, di bayangan teman-teman, kucing berkuncir itu seperti apa, sih? Boleh deh dibagi imajinasi liarnya di sini.

Ingat! Kucing berkuncir.

Iklan

10 thoughts on “Kucing Berkuncir

  1. katerinas said: Kucing berkuncir itu seperti…..(?)aduh seperti apa ya? Ya seperti kucing pake kuncir:D *garing

    kenapa nggak bilang ‘kucing berkuncir’ itu seperti ‘kucing garing’???*mekso* hihihihi

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s