[Behind the Scene] Proses Seleksi ACI 2011


Saya sudah mengetahui pogram ini sejak tahun lalu. Mengikuti pages-nya di Facebook. Tiap kali ada petualang yang menulis catatan perjalanan dan dipos tautannya di pages itu, saya selalu ngiler! Bukan selalu baca, tapi selalu ngiler. Sekaligus iri. Jalan-jalan gratis ke tempat yang belum banyak dieksplor. Menulis. Memotret. Menyebarluaskan catatan perjalanan mereka. Menebarkan semangat ‘Aku Cinta Indonesia’. Siapa sih yang tidak tertarik?


Kamis, 9 Juni 2011
Saya daftar di situs ACI. Isi formulir data pribadi, keahlian, serta alasan mengapa saya layak terpilih. Di kotak alasan itulah saya berusaha ‘menjual’ diri. Promosi diri. Tak lupa, buku pertama saya sebutkan. Berstrategi. Terlebih, buku ‘Travelicious Lombok’ dan kumpulan tulisan para Petualang ACI 2011 ‘Aku Cinta Indonesia’ diterbitkan oleh penerbit yang sama: B-First. Saya menjadikan ini sebagai senjata.

Ditegaskan oleh Detikcom bahwa untuk bisa terpilih, maka syarat mutlak adalah Anda harus suka bertualang! Keahlian seperti renang, menyelam, rafting, caving, fotografi, dan lain-lain memang penting, tapi bukan faktor utama dalam menentukan pemenang. Kriteria lainnya adalah petualang tersebut memiliki antusiasme menjelajah Indonesia dan dapat berbagi cerita perjalanannya.

Untuk tahun ini, registrasi berlangsung hingga akhir Juni 2011. Usaha awal sudah dilakukan. Tinggal menunggu pengumuman 750 Semi Finalis.


13 Juli 2011
“Selamat! 750 Kandidat Petualang ACI detikcom”. Itu subjek surel (surat elektronik) dari Detikcom yang masuk di Gmail saya. Senang, sudah pasti. Apalagi saya baca dari blog Kang Iwok, kalau tahun ini pendaftar ACI detikcom mencapai kurang lebih 50 ribu orang. (Update: – dari surat resmi ACIdetikcom menyebutkan bahwa jumlah pendaftar mencapai 75 ribu orang dari seluruh Indonesia). Kompetisi yang prestisius? Bisa dikatakan demikian.

Namun, perjuangan masih panjang. Untuk bisa terpilih sebagai 60 Petualang ACI, harus melewati seleksi berikutnya: wawancara. Nah, untuk Semi Finalis yang tinggal di Jabodetabek, Serang, Cilegon, Bandung, Cimahi, Sukabumi dan Karawang, mereka harus datang wawancara di kantor Detikcom, Jakarta Selatan. Sementara, Semi Finalis di luar daerah yang disebutkan di atas harus mengirimkan video yang isinya: cerita singkat mengenai diri sendiri, menyebutkan “Aku Cinta Indonesia” karena apa, serta alasan mengapa kita layak dipilih. Video ini paling lambat dikirim 25 Juli 2011 dengan ketentuan durasi maksimal 5 menit dan ukuran maksimal 10 MB.

Karena saya sedang berada di Lombok, maka mau tidak mau harus bikin video. Namun, saya masih ‘buta’ konsep videonya harus seperti apa. Saya pun berselancar di internet, mencari tahu pengalaman pemenang ACI 2010. Alhamdulillah… Saya ketemu dengan blog Mas Agus, Petualang ACI 2010 yang berasal dari Gorontalo. Di situ, dia bercerita pengalamannya sekaligus mengunggah videonya. Berulang kali saya tonton videonya. Memerhatikan detail omongannya. Mencatatnya di kepala dan kertas.

Kebetulan Mbak Sari Musdar, salah satu travel writer Bentang Pustaka dan Semi Finalis, menulis status bahwa ia akan ke kampung suku ‘apa-gitu’ di Papua untuk bikin video. Maka, saya pun terpikir untuk mengikuti caranya. Main ke kampung adat sasak di Limbungan, Kecamatan Suela, Lombok Timur. Sekitar 1 jam perjalanan dari rumah saya. Tapi, ada satu kendala. Adik saya, Oki, sedang sibuk ujian. Dia yang mengerti kamera dan enak saya ajak untuk membantu mengambilkan video.

Seminggu menjelang tenggat waktu yang ditentukan, 25 Juli 2011, saya sudah berhasil membuat story board. Saya tulis di kertas mengenai apa-apa yang perlu saya omongkan di video. Ini penting, biar terkonsep dengan baik. Sehingga tidak ada kata atau kalimat yang mubazir dan tidak tepat sasaran. Maksudnya, harus bisa benar-benar compact dan concise sehingga ketentuan durasi juga bisa terpenuhi. Kalimat-kalimatnya saya hapalkan biar terlihat lebih lancar.

Dan, saya coba self-taking-video. Ambil sendiri videonya dengan latar belakang Masjid Agung Kota Selong. Saya memakai latar belakang masjid ini karena menyebutkan di video bahwa saya lahir di Pulau Lombok yang juga dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid. Nah, cara ini tidak berhasil. Karena saya merasa kurang pede.

Di satu sore, sewaktu Arif, adik bungsu saya, pulang dari SMA-nya, saya minta bantuannya untuk mengambilkan video. Lokasi tetap sama di Lapangan Tugu, sampingnya Masjid Agung. Tapi, berhubung sudah sore dan pencahayaan kurang bagus, meski berkali-kali take video, saya pun akhirnya menyerah. Tidak memakai video itu. Karena gambarnya kurang maksimal. Maklum, kamera poket biasa.

Beruntung adik saya, Oki, yang kuliah di FE Universitas Mataram, akhirnya pulang ke Pancor. Segera saya todong ia. Saat itu Kamis, 21 Juli 2011. Sementara saya harus kembali ke Surabaya hari Sabtu, 23 Juli 2011. Jumat, saya harus siap-siap ke Mataram. Saya tidak punya waktu lagi. Harus selesai hari itu juga.

Untuk scene pertama, saya ambil sendiri dengan latar belakang sawah-sawah di dekat rumah. Panas, bo! Siang jam 2-an. Mana berulang kali salah omong.

Scene kedua dan ketiga, diambilkan oleh Oki. Pinjam latarnya Masjid Agung. Untung waktu itu ada anak-anak kecil yang akan
mengaji sore di masjid. Saya todong mereka untuk bilang “Aku Cinta Indonesia” secara serempak. Rame-rame. Sambil lompat. Nantinya, bagian inilah yang saya letakkan di akhir video.


Selesai sudah pengambilan video mentah sore itu. Sebelum pulang ke rumah, kami mampir dulu di rumah teman saya, Iqbal. Minta software pengolah video. Saya diberikan Ulead Video Studio.


24 Juli 2011
Pagi di kamar kontrakan, Surabaya. Install Ulead. Belajar fiturnya, otodidak hari itu juga. Trial and error. Potong-potong video. Masukkan backsound lagu ‘Indonesia Pusaka’ versi keroncong. Tambahkan sedikit teks puisi. Render. Kelar saat petang datang.

Malamnya, ke warnet. Saya kirim via surel ke panitia. Lega.

Inilah rupa video yang saya buat.
 
 
28 Juli 2011


Sore, di toko buku Togamas Petra, Pucang. Sebuah panggilan telepon berkedip-kedip di layar hp saya. Dari ACI Detikcom. Tes wawancara. Deg! Saya sedang tidak konsentrasi. Mana suasana toko buku sedang ramai. Saya pun lekas ke lantai bawah, siapa tahu dapat tempat duduk yang tenang dan sepi dari ingar-bingar.

Tidak ketemu!

Saya mondar-mandir saja kayak orang bego. Sementara Mbak Indri, dari ACI Detikcom, masih sabar menunggu saya dengan tidak menutup telepon.

Pertanyaan pun bergulir. Saya diminta memperkenalkan diri sekali lagi. Ditanya tentang motivasi mengikuti ACI; pernah jalan-jalan ke mana saja; pengalaman jalan-jalan yang paling berkesan; pengalaman jalan-jalan yang menyebalkan; sebutkan tiga kata yang mewakili dirimu; lebih suka jalan sendiri atau kelompok; kalau jalan-jalan dalam kelompok lebih suka jadi leader apa follower; apa kelebihanmu; apa kelemahanmu; apa sanggup membuat tulisan selama jalan-jalan nanti; kalau diminta memilih, pengin jalan-jalan ke mana: Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, apa Papua; dan seterusnya.

Wawancara berlangsung lebih dari 20 menit. Awalnya saya sedikit ngos-ngosan menjawab. Tapi, setelah dapat tempat duduk di dekat Café De Sava, saya pun mulai bisa mengatur ritme.

Saat ditanya mengenai tiga kata yang mewakili pribadi, saya menyebut: kreatif, petualang, dan romantis. Jawaban terakhir membuat Mbak Indri sontak tertawa.


1 Agustus 2011
Sebuah surel dengan subjek “[PENTING] Isi Formulir ACI detikcom – 750 Kandidat Petualang”. masuk ke gmail saya. Saya diminta mengisi formulir yang terdiri atas: data pribadi, keahlian/keterampilan, prestasi yang pernah dicapai, kegiatan organisasi, pengalaman wisata dalam dan atau luar negeri, riwayat kesehatan, dan lain-lain.

Namun, yang paling menantang ada di bagian terakhir. Membuat esai jalan-jalan di satu tempat wisata yang pernah saya kunjungi. Saya terpikir untuk memasukkan salah satu bagian dari buku saya. Ah, tidak kreatif! Lalu, saya teringat satu tulisan yang saya bagi di note Facebook. Tentang kunjungan saya dan para junior HI di Desa Limbungan. Desa adat Suku Sasak yang rencananya akan saya jadikan latar video saya, tapi akhirnya saya batalkan.

Itulah yang akhirnya saya tulis ulang.

Keesokan harinya saya kirim.

Kelar. Ikhtiar sudah dilakukan. Tinggal berdoa dan menunggu pengumuman lolos tidaknya saya sebagai salah satu dari 60 Petualang ACI Detikcom.


18 Agustus 2011
Pengumuman 60 Petualang ACI Detikcom 2011. Alhamdulillah… Selengkapnya bisa dibaca di sini.

Silakan tonton video trailer ACI 2011 yang dibuat oleh Tim ACI Detikcom, jauh sekelar perhelatan usai.




Iklan

30 thoughts on “[Behind the Scene] Proses Seleksi ACI 2011

  1. baru aja nonton videonya.. keren!jadi merinding di lagu terakhir… bangga euy, punya temen kaya fatah. sukses ya, taaahh.ditunggu kabar2 berikutnya 🙂

  2. Tar kalo nemu pc mau nengok videonya ah…Btw waktu ditanya pengen jalan2 kemana, km jawab apa Tah? Kalo aku yg ditanya, ga pake mikir pasti aku jawab : Papua :-)Good luck bro..

  3. malambulanbiru said: i envy you.. still!LoL.

    LoL-ita????I envy you too, Sisteeergh!Mari saling mengiri. Kalau menganan, aku nggak tau maksudnya apa.LoL-ita???

  4. ayanapunya said: wii..kereennn..eh itu kamu bisa juga nyambi jadi presenter acara travelling, tah 😉

    Katanya sih, sedang digodok acara bareng Trans Corp :)) Mereka kan stasiun TV yang paling banyak acara jalan-jalannya 🙂

  5. masfathin said: Hebat oi fatah 🙂 langkah awal menapak dunia 😉

    Amin… Insya Allah, Cek Yan.Errrr… Jadi selama ini saya belum menapak dunia ya? Masih melayang-layang di dunia antah-berantah? hahahah… :p

  6. lovusa said: aku juga ketawa, tah :))

    saya juga ketawa lho waktu itu.jadi, Mbak Indri ketawa, saya ketawa, Mbak Gita ketawa. Terus, siapa lagi ya yang bakal ketawa? Biar berjamaah gitu 😀 Siapa tahu dapat pahala… 😀

  7. lovusa said: baru aja nonton videonya.. keren!jadi merinding di lagu terakhir… bangga euy, punya temen kaya fatah. sukses ya, taaahh.ditunggu kabar2 berikutnya 🙂

    Makasih, Mbak…Ini lagu tersimpan lama di hardisk. Waktu itu mata kuliah Kewarganegaraan. Mahasiswa disuruh presentasi dengan multimedia. Alhamdulillah… kendati kelompok saya nggak memakainya waktu itu, ternyata berguna juga untuk bikin video ini.Saya juga bangga berteman dengan Mbak yang tak hentinya melahirkan karya demi karya 🙂 Sukses untuk kita semua, Mbak 🙂

  8. dieend18 said: Btw waktu ditanya pengen jalan2 kemana, km jawab apa Tah?

    Ini alam bawah sadar saya, Mbak. Sejak lama, apalagi berteman dengan Cek Yan yang dari Palembang, saya pengin ke negeri pempek itu.Jadi, dengan serta-merta saya bilang ke Mbak Indri kalau saya pengin ke Sumatera, khususnya Sumatera Selatan. Alasan saya: pengin mencicipi pempek asli Palembang, pengin menyusuri Sungai Musi, dan ingin menapaktilasi kejayaan Kerajaan Sriwijaya tempo dulu. Saya nggak tahu alasan saya ini kurang nendang atau cetek. Tapi, kalau pun ditempatkan di wilayah lain, saya juga mauuuu! Terutama yang ada pantai indahnya dan bisa snorkeling sepuasnya :))

  9. lafatah said: Amin… Insya Allah, Cek Yan.Errrr… Jadi selama ini saya belum menapak dunia ya? Masih melayang-layang di dunia antah-berantah? hahahah… :p

    Hahaha…. ajak2 oooi kalo ke luar negeri *ngeces. btw, udah bikin paspor?

  10. masfathin said: hahahaha…. aku suka ketika pas Fatah ngerayu2 😀

    Hahaha… ngerayu juri? Kan, praktek diplomasi :DApa praktek ‘ngemis’? hahahahha….

  11. masfathin said: Hahaha…. ajak2 oooi kalo ke luar negeri *ngeces. btw, udah bikin paspor?

    Hahahah… Ayo, keluar negeri! Jadi gembel kaya. Hehehe…Paspor? Belum bikin. Nunggu duit royalti turun 😀

  12. Iya, itu saya, Mbak. Salam kenal ya? wkwkkwItu anak-anak kecil yang lagi nunggu gurunya buat ngaji sore. mereka duduk-duduk nganggur. ya sudah, saya kepikiran langsung deh minta tolong mereka bilang ‘Aku Cinta Indonesia’ secara serempak. Alhamdulillah…mereka antusias sekali. Dan, ngerubungi saya melihat hasil rekamannya :))

  13. Pertama saya ucapakan selamat atas lolosnya di PetualangACI 2011 DetikCom dan selamat bergabung di Keluarga Besar PetualangACI Bro….Kedua terimakasih dan mampir di Blog saya dan menjadi bagian dari inspirasi itu, I appreciated….Ketiga, selamat jalan-jalan dan terus sebarkan Virus Aku Cinta Indonesia…

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s