Yakin Dapat Royalti Banyak?

Sore tadi, saya menemukan kartu lebaran ini teronggok di dekat sepatu. Rupanya, sang pengirim (pak kurir), menyelipkannya begitu saja dari balik jendela. Beberapa kali demikian. Terutama jika berupa surat atau kartu pos.


Mau tidak mau, kartu lebaran ini mengingatkan saya pada SPP (Surat Perjanjian Penerbitan).

Bukan. Tidak ada satu pun pasal di SPP yang menyebutkan kalau saya akan mendapatkan gift berupa kartu semacam ini.

Lantas apa yang saya ingat?

Pasal 7 dan seterusnya.

Tentang?

Penghitungan dan pembayaran royalti.

Sudah memasuki bulan ketujuh sejak buku saya ‘Travelicious Lombok’ terbit. Seharusnya bulan keenam sudah menerima.

Tapi, saya amat percaya pada kredibilitas Bentang Pustaka selaku penerbit.

Hmmm… Telat sebulan saya bisa menolerir. Banyak kok penulis yang telah saya ketahui (lewat sharing di blog) mengenai pembayaran yang terlambat. Jadi, saya memang harus bersabar.

Semoga ya bulan ini. Biar ada saya pakai bayar kontrakan baru, beli buku, menraktir teman, berbagi dengan saudara, bikin paspor, dan jalan-jalan.

Memang cukup? Yakin dapat royalti banyak?

Hehehe… Amiiiin. Allah Maha Mendengarkan.

Iklan

60 thoughts on “Yakin Dapat Royalti Banyak?

  1. Jadi, gimana royaltinya, cukup kan kelling eropa? hehehe. Insya Allah ;). Paspor bikin aja dulu, tah, itu bisa memacu untuk “mengejar” stepel di dalamnya ;D

  2. alhamdulillah, saya (sudah) kecipratan royalti dari penulis TL, wkwkwkwya, ga bisa ngomong banyak sih, cuma bisa mendoakan agar terus lahir karya-karyanya (agar cipratan2 lanjutannya) juga berdampak pada saya, wkwkwkw *gak tulus banget yah?good luck beroooo*profesionalitas harus diutamakan, jangan sampe hasil karya yang dilahirkan dari proses panjang hanya membawa kemudharatan bagi penulisnya, hahaha *kalo ga ikhlas ya soro pisan kan? maanya ada baiknya ditanyakan ke penerbit utk buku2 slanjutnya πŸ™‚

  3. Heuheuehu… Makasih, Cak Harry Moumou :DMudahan karya-karya saya berikutnya lebih berkualitas lagi dan bisa menyumbangkan ‘rumah’ bagi penulisnya :DJadi, kapan nih traktiran lagi? Wkwwk…Iyo, Cak. Sama juga sih dengan bimbingan skripsi ya. Kalau nggak pernah mem-follow up dombing juga ya…kita juga yang rugi. Kita? Aku aja kaleee…. Hahaha…Semangaaat, cak! Lulus semester ini πŸ™‚

  4. lafatah said: yo, Cak. Sama juga sih dengan bimbingan skripsi ya. Kalau nggak pernah mem-follow up dombing juga ya…kita juga yang rugi. Kita? Aku aja kaleee…. Hahaha…Semangaaat, cak! Lulus semester ini πŸ™‚

    udah sadar khan akhirnya *wink* . inget deh lata si Syahrini “tobatlah-tobat, wahai sahabat, jangan sampai kau terlambat”semangat ciakk, kita saling mengingatkan agar tak terjatuh di lubang ke-galau-an dan bisa terus berusaha, SEMANGAT

  5. h4riyono said: hmmmm…terserahlah, aku mau diajakin makan Coto Makasar πŸ™‚

    Semoga kesampaian, Cak!Coto Makassar itu enak banget dipadukan dengan es pisang ijo.slruuuuppppp πŸ˜€

  6. h4riyono said: udah sadar khan akhirnya *wink* . inget deh lata si Syahrini “tobatlah-tobat, wahai sahabat, jangan sampai kau terlambat”semangat ciakk, kita saling mengingatkan agar tak terjatuh di lubang ke-galau-an dan bisa terus berusaha, SEMANGAT

    Bismillahirrahmaanirrahim…Wes, ndang tutup MP, FB, TW…Mumpung ada koneksi, carilah referensi :)) (Fatah, 2011)

  7. lafatah said: Semoga kesampaian, Cak!Coto Makassar itu enak banget dipadukan dengan es pisang ijo.slruuuuppppp πŸ˜€

    beneran lo yaaa…tak tunggu tanggal mainnya πŸ™‚

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s