[Batam FF Rindu – Ibu]


“Pulanglah. Mama kangen…”

Suara itu bercampur dengan isak. Ah, paling drama.


“Rin… Kamu telah enam tahun di negeri orang, tidakkah terbersit keinginan untuk pulang? Kami semua di sini merindukanmu. Gandi terus menanyakanmu. Bulan depan dia masuk SD.”


Gandi?Aku hanya tahu namanya. Tidak pernah sekalipun melihat fotonya. Surat elektronik beberapa bulan lalu yang dikirimkan ayah berisi foto Gandi langsung kuhapus dari inbox email tanpa sempat membukanya.


Kamu terlalu keras pada dirimu sendiri. Perkataan Eliza, sahabatku, kembali terngiang. Kamu tidak pernah tahu rasanya, Liz!

“Rin, tiket yang telah dipesankan papa sudah kamu cek?” Suara mama yang mulai tenang membuyarkan lamunanku.

“Maaf. Rindu belum bisa pulang. Salam sama ayah. Nanti Rindu ganti tiketnya.”

Klik!


Jumlah kata: 111 kata.

N.B. Ikut memeriahkan lomba Mbak Dee di sini. Mumpung lagi galau, inspirasi pun datang.



Iklan

18 thoughts on “[Batam FF Rindu – Ibu]

  1. Susah ya bikin FF. Memadatkan ceritanya itu lho. Maunya yang kompleks tapi padu. Dan, para pembaca langsung ‘klik’ tertuju pada satu kesimpulan yang sama.Heuheuehu…Yang penting mencoba deh.@Mbak Una: naaah, udah jadi tho akhirnya FF Mbak? @Mbak Novi: heuheuheu… Eh, kok saya ingat serial Jepang “Rindu-rindu Aishawa” ya?@Mbak Evia: hehehe…iya nih, mbak. Habis pulang meredam galau dgn jalan-jalan. Nyampe kontrakan, langsung deh bikin ini.@Mas Ari: Rindu sedang menyembuhkan luka di hatinya dengan membuat jarak :)@Mbak Nita: kalo Mbak Nita, nggak galau pun tetap FF-nya jawara! Kangen euy baca FF-nya Mbak. Bikin lagi dong :D@Mbak Tin: ayoooo, tebaaaak 😀

  2. Tapi, galaunya terseleksi, Mbak :DKalau galau yang bingung campur resah dan gelisah, nah itu… makin tambah pening mikirin plot cerita :DMau coba bikin yang tema lain 🙂

  3. lafatah said: Waaah… Mbak orang kedua yang menyarankan saya.Ntar deh saya setting dulu ‘galau yang terseleksi’-nya.Baru saya bisa ambil hipotesis… *apaa coba* 😀

    hahahhaaBerarti bukan Mbak doank yah? 😀

  4. Ada tuh. Mbak Rahma :DEntahlah, saya yang ngasih perspektif pancingan yang masih berupa praduga ataukah memang telah terbukti efektif galau itu menderaskan sumur inspirasi? Hahaha

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s