Pijar Ilmu di Musim Kemarau

musim panas menjalar
menampung merah di sudut-sudut kota
buku pun henti basah
kering kerontang
ringan berkibar dicumbu angin.

di bawah pohon keres
gerombolan kaki kumal berdebu
belajar eja abcdefghijklmnopqrstuvwxyz
atap sekolah adalah rindang pohon
tanah jadi bangku
duduk melantukan abjad
dengan nyanyi serak seorang guru
yang kadang berhenti lama
memandang gelas yang dua jam lalu telah tandas.

“kita sudahi pelajaran hari ini, anak-anak”

guru bergegas pulang
raih sepeda kumbang
terseok-seok meniti jalan berlubang

para murid berlarian
kemarau tak jua layukan semangat
hari ini boleh panas dan kering
tapi angin masih berembus kencang
bisa terbangkan layang-layang.

“hei, pe-er kita belum jadi! selesaikan dulu!” teriak seorang anak
pada kawannya.
“ayo! aku sudah bosan dipecut terus oleh guru. pe-er-ku harus selesai hari ini juga.”

sebelum turun ke tanah lapang, mereka beramai-ramai ke rumah seseorang di antara mereka. membuka buku lusuh. meraut pensil yang tumpul dan patah berkali-kali.

daun-daun kuning beterbangan di atas kepala-kepala mungil mereka.

kemarau sudah di tengah-tengah.

tapi, pijar semangat mereka tak redup-redup.


N.B. 34 menit yang lalu, adik saya, Baiq Uswatun Musyarrofah, minta dibuatkan puisi bertema pendidikan. Beginilah jadinya. 🙂

Iklan

10 thoughts on “Pijar Ilmu di Musim Kemarau

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s