Racikan Petualang Malam Ini

Saya tidak malu mengaku kalau saya punya banyak impian dan prestasi untuk dicapai. Itulah sebabnya saya tidak pernah bisa fokus pacaran. Hahaha…


Jadi, saya baru saja mengunjungi situs National Geographic. Gegara saya langganan newsletter-nya via surel. Beragam info terbaru akan dikirimkan ke surel saya. Dan, National Geographic sedang mengadakan pemilihan Adventurers of the Year. Pemilihannya bisa dilakukan di sini.

Sebanyak dua belas orang yang menjadi kandidat Adventurers of the Year, antara lain:
Saya memang belum membaca profil mereka satu per satu. Tapi, hanya dengan melihat foto mereka, adrenalin saya langsung naik. Bisa jadi efek saya barusan makan kenyang: nasi jagung dengan lauk nano-nano, es milo taburan meses dan serpihan jagung cokelat, dan tempura, ditambah nugget, maka jantung saya terpacu. Bisa pula karena seharian ini saya bersurel ria dengan editor sebuah majalah yang akan memuat catatan perjalanan bulan depan. Sebuah majalah yang bertiras 40-45 ribu eksemplar. Uh, yeah! Mengalahkan jumlah buku Travelicious Lombok saya yang terjual di semester pertama. Hehehe…

Dan, saya punya impian memiliki kamera ini, kawan. Nikon Coolpix AW100.

Ini kamera yang tangguh banget. Speks-nya berkualitas tinggi dengan full HD video dan bisa diandalkan di berbagai kondisi yang menantang. Bisa dijatuhkan dari ketinggian 5 kaki, antiair hingga kedalaman 33 kaki, dan antibeku hingga 14 derajat Fahrenheit (berapa derajat Celcius ya? ).

Harganya?

$380.

Entah kapan saya bisa menggenggam kamera ini sebagai milik pribadi. Yang penting, saya menanamkan impian untuk punya.

Iklan

42 thoughts on “Racikan Petualang Malam Ini

  1. lafatah said: Itulah sebabnya saya tidak pernah bisa fokus pacaran. Hahaha… 

    oooohh.. pantes dah lama ga denger fatah beromantis2 ria di QN ^^

  2. malambulanbiru said: Oh.. Sungguh nano-nano beudh memang! Haha. *komentar berlaku untuk segala isi jurnal, tidah hanya menu makan malam hari ini*

    Hahahaha… Iya, kakak! Apalagi tiba-tiba dapat sms tentang jembatan-jembatan gitu. Ingin melintas rasanya saya, segera, di atas jembatan yang sampeyan maksudkan. Hehehe…Karena nano-nano bisa memuaskan beragam lidah pembaca 😀

  3. lovusa said: kameranya kereeeenn..pingin jugaa ^^

    Nggak boleeeeh… Saya sudah booking impian buat miliki ini kamera. Mbak Gita cari yang lain aja yaaaa… Hahaha…*dilempar Nikon ini*

  4. lovusa said: oooohh.. pantes dah lama ga denger fatah beromantis2 ria di QN ^^

    Karena saya ingin menikah saja dan pacaran setelahnya. Hihihi… Sambil bertualang ke benua-benua yang entah berantah 😀

  5. lovusa said: good good.. insyaAllah yang terbaik buat fatah ^^

    Amin ya robbal ‘alamin…Dengan ini saya ikrarkan impian dan niat saya. Semoga Allah meridhoinya. Amiiin :)Makasih, Mbak Gita. Tanpa Mbak, saya mungkin takkan mengenal Chacha… #uopoooo

  6. faraziyya said: eh?itu komen ikutan excited :pgaragara atmosfer jurnalnya penuh adrenalin 😀

    Siiiippppp!!!Mbak, saya mau baca The Geography of Bliss, terbitan Qanita.Mungkin bulan depan bisa terbeli.Dan, yuk, kita ngadrenalin bareng :)))

  7. lafatah said: Siiiippppp!!!Mbak, saya mau baca The Geography of Bliss, terbitan Qanita.Mungkin bulan depan bisa terbeli.Dan, yuk, kita ngadrenalin bareng :)))

    siip ^^dsaya ngikut ditularin adrenalin bertualang-nya ajah deh.eh, liat review2 ttg buku itu dulu ah 🙂

  8. faraziyya said: siip ^^dsaya ngikut ditularin adrenalin bertualang-nya ajah deh.eh, liat review2 ttg buku itu dulu ah 🙂

    Mbak, saya mendapatkan ini setelah nyangkruk di rumah mbah Google.Penulis “The Geography of Bliss”, Eric Weiner, katanya pernah mengunjungi tempat itu (Iceland) untuk mencari jawaban: mengapa Iceland dikatakan tempat paling bahagia di dunia?Setelah mewawancarai beberapa orang Iceland, Weiner menemukan bahwa mereka tidak mengggap ‘kegagalan’ sebagai momok. Orang-orang Iceland tidak takut akan kegagalan—atau menjadi tidak sempuna—sehingga mereka menjadi bisa berfokus hanya untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai saja, dan produktif.Karena alasan itu pula, mengapa Iceland memiliki “rasio seniman’ (jumlah seniman dibandingkan jumlah semua penduduk) yang lebih tinggi dibandingkan negara-ngara lain. Weiner, dalam tulisannya mengatakan:“Tak seorang pun di Iceland mencela pekerjaan (dan hasil pekerjaan) orang lain, sehingga mereka terus bisa melukis, menyanyi atau menulis.”Gila banget nggak sih? Ngadrenalin banget, kan? 😀

  9. lafatah said: Mbak, saya mendapatkan ini setelah nyangkruk di rumah mbah Google.Penulis “The Geography of Bliss”, Eric Weiner, katanya pernah mengunjungi tempat itu (Iceland) untuk mencari jawaban: mengapa Iceland dikatakan tempat paling bahagia di dunia?Setelah mewawancarai beberapa orang Iceland, Weiner menemukan bahwa mereka tidak mengggap ‘kegagalan’ sebagai momok. Orang-orang Iceland tidak takut akan kegagalan—atau menjadi tidak sempuna—sehingga mereka menjadi bisa berfokus hanya untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai saja, dan produktif.Karena alasan itu pula, mengapa Iceland memiliki “rasio seniman’ (jumlah seniman dibandingkan jumlah semua penduduk) yang lebih tinggi dibandingkan negara-ngara lain. Weiner, dalam tulisannya mengatakan:“Tak seorang pun di Iceland mencela pekerjaan (dan hasil pekerjaan) orang lain, sehingga mereka terus bisa melukis, menyanyi atau menulis.”Gila banget nggak sih? Ngadrenalin banget, kan? 😀

    whoaaatempat yg menyenangkan kayaknya *-*

  10. faraziyya said: whoaaatempat yg menyenangkan kayaknya *-*

    Tapi, Indonesia kayaknya lebih menyenangkan deh… Lebih berwarna. Hehehe…Tinggal kita pinjam mind set orang-orang Islandia :))Oh, bahagiaaaaaa :))

  11. Pada tanggal sekian, bulan sekian, tahun 2012, aku mau beli kamera itu terus mamerin ke Fatah.*dijambak* :-pGak Fatah. Cita-citaku masih mau beli mac apple,ojo khawatir #pukpuk :-p

  12. berapaan emang kameranya tah? *kalo udah beli, ntar pinjem ya. cuma buat ngetes tak jatuhin dari rooftop Graha Amerta sambil mandangin bintang. sapa tahu emang taan banting beneran LOL*

  13. akunovi said: Itu makanannya namanya apa? Ahaha, yg dikomentarin makananya :DSukses Fatah, terus bermimpi 😉

    makanan yang mengandung bibit racun, mbak. saya sampai diare 2 hari 2 malam setelah makan makanan ini… poor me! sudah tahu makanannya tidak ditutup dan orang ramai berlalu-lalang di jalan (saat malam, mana kelihatan debu dan sebagainya yang mengandung penyakit, beterbangan kan?). Hanya gegara ingin mencoba pengalaman makan yang berbeda, ealaaah… kok ujung-ujungnya muntaber. Tapi, ini mungkin yang harus saya lalui biar nggak cengeng menggapai mimpi 🙂

  14. ninelights said: Pada tanggal sekian, bulan sekian, tahun 2012, aku mau beli kamera itu terus mamerin ke Fatah.*dijambak* :-pGak Fatah. Cita-citaku masih mau beli mac apple,ojo khawatir #pukpuk :-p

    Hahahah… Tenang. Kecuali kalau kamera ini edisi terbatas, mungkin saya akan niat jambak sampeyan. Hahaha… Semoga kesampaian yaaa punya Mac Apple-nya 🙂

  15. masfathin said: tenang, kamera yg kuincar gak sama kok Tah hehehehe. Eh org2 di atas itu dipilih krn emang sudah petualang atau ada yg pendatang bru?

    Mereka sudah bertualang, tentu saja. Bahkan, dari segi usia, ada yang muda banget. 19 tahun. Itu tuh si cewek peselancar 🙂

  16. samhoed said: wow! gw ngincer kameranya saja ah. lumayan bgt tuh buat modal nyemplung, jd ga mesti ribet pake kondom lagi. hahahayyy……

    Eh, emang kondom kamera berapaan ya, mas? aku mau beli, tapi kalau harganya jutaan, mending nggak usah 😀

  17. amathonthe said: Waah keren ya,,,eh langganan surel NG gimana ya?Ayo Tah semua impianmu pasti jadi kenyataan, semangat!!!

    Ada kok, Mbak. Coba telusuri saja situs NG :)) Saya juga iseng-iseng klak-klik waktu itu. Hehehe…Asyiiik! Update-an newsletter-nya selalu bikin mupeng karena dikirimin juga tautan foto-foto keren gilak! :)Semoga impian Mbak Pipet juga tercapaaaiii yaaa 🙂

  18. h4riyono said: berapaan emang kameranya tah? *kalo udah beli, ntar pinjem ya. cuma buat ngetes tak jatuhin dari rooftop Graha Amerta sambil mandangin bintang. sapa tahu emang taan banting beneran LOL*

    Tuh, udah aku tulis, Cak. $38. Heheheh… Gileeee… deh!Boleh banget dipinjam dan dites, Cak. Ntar gue kasi perlakuan yang sama ke laptop elu yak 😀

  19. lafatah said: Tuh, udah aku tulis, Cak. $38. Heheheh… Gileeee… deh!Boleh banget dipinjam dan dites, Cak. Ntar gue kasi perlakuan yang sama ke laptop elu yak 😀

    hahaha, jangan dong. wong ini laptop biasa yang gak seharga 25jutaan yang bisa dibanting dari ketinggian kayak merk2 laptop terkenal gitu.nabung cak, pasti bisa kebeli tar *asal tetep konsisten n kepengennya gak berubah, tapi dg harga segitu uda mendekati harga DSLR, emang jg klo dipikir2, hehe*. tapi pasti priorotas utama skrg leptop yo? semangat yah 😛

  20. lafatah said: Ada kok, Mbak. Coba telusuri saja situs NG :))Saya juga iseng-iseng klak-klik waktu itu. Hehehe…Asyiiik! Update-an newsletter-nya selalu bikin mupeng karena dikirimin juga tautan foto-foto keren gilak! :)Semoga impian Mbak Pipet juga tercapaaaiii yaaa 🙂

    okeee……aamiin,,,mari semangat!!!

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s