Ini Ranselku, Mana Ranselmu?


Kemarin malam, saya berbalas tweets dengan pengelola DuaRansel.com, Mbak Dina. Ia dan suaminya, Ryan, adalah sepasang traveler sejati. Digital nomad. Sudah lebih dari 45 negara mereka jelajahi. Mereka mulai berkelana sejak April 2009 dan belum berhenti hingga detik ini. Kini, mereka sedang eksplorasi Thailand.

Dari balas-balasan tweets itu saya dikirimi tautan http://www.duaransel.com/indoranselers/ oleh Mbak Dina. Ia ternyata lagi bikin ‘proyek’: Galeri #IndoRanselers. Apa itu? Mengutip dari blognya:

IndoRanselers* adalah orang-orang Indonesia yang suka memanggul ranselnya dalam misi mengenal dunia lebih jauh dan lebih dalam.

Misi:

Menampilkan galeri foto para backpacker Indonesia yang memanggul backpacknya dengan bangga!

Oke, bagi saya itu itu proyek yang keren.

Saya pun mulai kasak-kusuk membongkar album foto di FB. Mana kira-kira foto yang layak. Saya sempat ingin mengirim foto ini. Foto saat saya dan dua rekan di Tim Sumatera 3, Abner dan Umen, berfoto dengan pemilik Pulau Kiluan, Lampung.


Tapi, begronnya kurang kece. Ransel saya juga nggak kelihatan. Hehehe… Lalu, kepikiran foto ini. Waktu ke Gili Trawangan untuk ketiga kalinya.

(saya yang pake kemeja biru)

Kelihatan sih ransel saya. Tapi kok ada Tomo di belakang saya ya. Pake ransel pula. Saingan. Huh! Hahaha… Di depan saya juga ada bule. Layak di-crop! Wkwkw…

Dan, foto ini kurang bisa bercerita kalau saya memang lagi di Gili Trawangan.

Oke, bongkar-bongkar folder lagi akhirnya ketemulah foto ini. Foto yang dijepret oleh Abner dengan begron Sungai Way Kanan, Lampung.

Kece nggak sih? Saya sih ngerasa kece banget! *pede semilyar*

Kirim.

Karena ketentuan dari Mbak Dina agar menyertakan pula moto perjalanan, maka saya pun tanpa banyak mikir, menuliskan: “Kalau kau merasa miskin, jalan-jalanlah!

Itu kutipan yang saya bikin secara spontan. Laiknya kebiasaan saya pas masih doyan bikin puisi. Kalimat saya cetuskan dulu, barulah saya cari maknanya. Dan, kutipan pribadi di atas benar-benar membuat saya berpikir setelah membuatnya. Benarkah demikian? Miskin secara apa? Jalan-jalan bikin kaya dong? Kaya dalam artian apa?

Saya terhantui dan mulai mencari-cari.

Dan, mungkin asyik kali ya kalau saya memakainya jadi kalimat cambuk di header blog saya ini?

Well, sebelum menulis jurnal ini, saya buka lagi http://www.
duaransel.com/indoranselers/
dan foto saya dengan ransel Tracker ini tampil juga di situ. Saya pikir bakal ditaruh agak-agak bawah bergantung pada tanggal pengiriman foto (FYI, saat kirim tadi malam, sudah lebih 40 IndoRanselers yang dimuat fotonya), eh ternyata ditaruh di urutan ketiga sebagai Featured IndoRanselers.

Asyeeek!!! Horeeeeeeeee…!!! *norak lo* *toyor pala lo pake es kopyor*

Baik, kalau MPers pengin ikutan nampang di #IndoRanselers, silakan ikuti tata caranya di sini.

Catatan dari Mbak Dina:
Ini bukan sarana iklan. Dan, yeah, kalau sudah terkumpul banyak, foto-foto kece ini diabadikan di sebuah video youtube. Jadi, yuk, kirim fotomu!

N.B.
Ini sedikit riwayat hidup ransel saya.
Iklan

65 thoughts on “Ini Ranselku, Mana Ranselmu?

  1. samhoed said: Gw sih bukan bangga lagi manggul ransel. Tapi sudah masuk ke taraf bangga banget!

    Ah, elo Bang! Yang ada cuma enak dan enak banget. bangga dan bangga banget. hahaha… yang so-so dan yang hiperbolik! wkwkwk…itu apa-apaan pake tagar #trims???

  2. dieend18 said: Fotonya KECE kok, tapi awas KECEbur yaaa…*udah nemu poto yg pantes, tp sayang inet lg kumat lolanya 😦

    hahahaha…apalagi Mbak Dee yak! Pasti stok foto bareng ranselnya buanyaaak banget :)))

  3. lovusa said: makasih banyak, fataaahhh :)iya, cha pasti seneng banget liat lumba2. salah satu cita2 dia berenang sama lumba2 🙂

    Sama-sama, mbak :)Sayang sekali waktu itu kami tidak ketemu sama lumba-lumbanya :((Telat turun ke lautnya. Matahari udah nongol, Air pasang pula.

  4. sebenernya, klo menurutku lebih asyik foto yang tengah (kedua) karena saat itu posisinya lagi jalan. bekpeknya itu kerasa banget klo kita lagi foto manggul ransel n ter-capture berdiri ato sedang posisi berjalan. namun, gak fokus satus persen soale ada obyek person lain di dalamnya. alasan lainnya, untuk komposisi outfit n suasanya pas banget. dapet lah, heuheu *just my opinion*

  5. komenmu selalu berimbang, cak. ini pasti pengaruh tontonan Indonesian Idol, Master Chef, juga hasil pengalaman belajar di HI. Hahahaah…Thanks a lot buat masukannya. Apapun itu, aku memang lebih menjagokan foto ketiga karena lebih okeh komposisinya. Juga lebih dalam maknanya bagiku 🙂

  6. lafatah said: komenmu selalu berimbang, cak. ini pasti pengaruh tontonan Indonesian Idol, Master Chef, juga hasil pengalaman belajar di HI. Hahahaah..

    wahaha, really ? ya gaya hidup mahasiswa HI harus diimbangi dengan hal-hal lainnya seperti di atas, yang tentunya sesuai passion kita. lo juga kan? wkwkwkwk *alesan males mikir skripsi asline, hehe

  7. lafatah said: Thanks a lot buat masukannya. Apapun itu, aku memang lebih menjagokan foto ketiga karena lebih okeh komposisinya. Juga lebih dalam maknanya bagiku 🙂

    kamu tahu apa yang kupikirkan saat melihat fotomu yang ketiga ini? #AllByeMyself – nya Celine Dion. bener ga? LOL

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s