Resensi “Existere” di Majalah Walida


Resensi pertama saya yang dimuat di media cetak, yakni Majalah Walida No. 12 edisi 16 Februari 2012 – 15 Maret 2012. Resensi ini saya kirim pada 26 Januari 2012 karena kepepet alias butuh duit.

Walida adalah majalah yang diterbitkan oleh Pimpinan Wailayah Aisyiyah Jawa Timur. Aisyiyah sendiri merupakan komponen perempuan Persyarikatan Muhammadiyah yang didirikan oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan. Mereka bergerak di ranah sosial, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan.

Saya kenal majalah ini dari teman kontrakan, Nanda, yang juga fotografer Walida. Bapaknya, A. Fatihuddin, adalah pemimpin redaksi majalah bulanan full colour ini. Sungguh, bukan suatu kebetulan kiranya saya sekontrakan dengan anak redaktur yang mana bapaknya pernah pula jadi punggawa di Majalah Matan. Majalah Matan ini pernah menyelenggarakan lomba menulis biografi ibu dan Alhamdulillah saya juara tiga.

Pada titik inilah saya mulai sadar bahwa sungguh bukan suatu kebetulan kiranya saya hidup di sekeliling orang-orang media. Bisa jadi ini pertanda bahwa saya akan hidup dari sini. Asumsi sekaligus feeling saya.

Dan, setelah membaca beberapa edisi Majalah Walida yang ‘wajib’ dibawa Nanda ke kontrakan – karena ia dapat jatah – maka, saya pun berniat mengirimkan tulisan saya. Antara rubrik Sastra (yang bisa diisi cerpen atau esai) dan Resensi Buku. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya memilih resensi buku. Novel “Existere” karya Mbak Sinta Yudisia, saya kirim dengan asumsi bahwa tema novel ini sesuai dengan visi majalah.

Ya, inilah resensi pertama saya di media cetak setelah pernah mengirimkan resensi buku Mbak Imazahra ke Jawa Pos, tapi belum juga bernasib dimuat. Berharap ini jadi pemantik pemuatan berikutnya.

Amin.
Iklan

24 thoughts on “Resensi “Existere” di Majalah Walida

  1. anazkia said: SelamatttttttttttttttSenengnya. Ajarin Mbak review donk, Tah ๐Ÿ˜ฆ

    Makasih, Mbak Anaz.Bikin review, saya biasanya baca review orang-orang. Belajar autodidak. Memelajari polanya. Tentu saja ada sedikit sinopsis, pujian, juga kritikan terhadap buku. Itu saja garis besarnya. Dan, tentu saja berlatih menulis review. Hehehe…Saya juga masih belajar kok, Mbak. Jadi, yuk, belajar bareng ๐Ÿ™‚

  2. nanazh said: Semangat mas Fatah!Hidup media dong jadinya bahkan kalau bisa bikin media sendiri aja ๐Ÿ™‚

    Matur nuwun, bro… :)Hehehe… Penginnya sih sekelar kuliah, kerja di bidang media.Biar bisa sekalian melalangbuana :)))

  3. Jadi, Mbak.Mbak ada naskah lain nggak?Yang kemarin pendek, soalnya. Hehehe…Proyek Blogger Sejuta Buku, justru lebih menarik ditulis, menurut saya. Hehehe… Ii kacamata saya lho ya ๐Ÿ™‚

  4. lafatah said: Jadi, Mbak.Mbak ada naskah lain nggak?Yang kemarin pendek, soalnya. Hehehe…Proyek Blogger Sejuta Buku, justru lebih menarik ditulis, menurut saya. Hehehe… Ii kacamata saya lho ya ๐Ÿ™‚

    Lho, kemarin mah bukan untuk ikutan heheheItu kan hanya jurnal blog, yang Mbak posting untuk Fatah aja ๐Ÿ˜›

  5. Aku suka Existere juga kalau nggak salah baca tulisannya Fatah, yang bilang, kalau buku ini bagus. Tah, minggu depan kita ketemuan dong….ntar aku ajak Ferry juga, ya?

  6. nonragil said: Aku suka Existere juga kalau nggak salah baca tulisannya Fatah, yang bilang, kalau buku ini bagus. Tah, minggu depan kita ketemuan dong….ntar aku ajak Ferry juga, ya?

    Iya, ini pernah saya muat di blog, lalu saya kirim ke majalah ini. Dan kita komen2an di notes FB :)Lho, Mbak lagi di Surabaya???Siiippp!!! Tentu saja akan saya luangkan waktu untuk ketemu sama Mbak ๐Ÿ™‚

  7. tintin1868 said: selamat semoga banyak tulisan fatah yang terbit ya..

    Amin ya robbal ‘alamin..Semoga demikian, Mbak.Terima kasih atas doa dan dukungannya ๐Ÿ™‚

  8. lafatah said: Lho, Mbak lagi di Surabaya???Siiippp!!! Tentu saja akan saya luangkan waktu untuk ketemu sama Mbak ๐Ÿ™‚

    Belum, Tah, hari Senin ini, aku berangkat.Asik…..ntar kabar-kabaran lagi, Tah.

  9. dieend18 said: Ajarin nulis resensi donk… ๐Ÿ™‚

    Wkwwkw…Saya masih cupu dalam nulis resensi, Mbak.Saya lebih suka mempelajari karya orang lain jika ingin menulis seperti dia. Misal, akan baca cerpen2 sastrawan pas ingin nulis cerpen. Juga baca puisi2 sastrawan pas ingin mencoba nulis puisi. Sama halnya pas saya ingin bisa nulis resensi. Hanya bermodal baca2 resensi orang lain. Mempelajari polanya dan tentu saja langsung praktek :))

  10. nonragil said: Belum, Tah, hari Senin ini, aku berangkat.Asik…..ntar kabar-kabaran lagi, Tah.

    Asyiiiiiiiiiiiiikkk…Sampai jumpa, Mbak :))Pertemuan yang akan menyenangkan nih, saya kira:))

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s