[Ummi Edisi Maret 2012] Menikmati Nuansa Afrika di Dua Way


Saya pernah menulis di sini tentang naskah saya yang belum berkenan di hati sang editor majalah. Itu gegara bumbu perjalanan dalam tulisan saya amat kurang terasa. Saya pun merasa demikian awalnya. Sebab, saya cuma mengandalkan stok tulisan lama tentang kunjungan ke sentra kopi luwak di Liwa, Lampung Barat. Saya kirim tanpa terlalu banyak pengubahan. Itu gara-gara saya sakit (diare) sementara garis-mati pengiriman tulisan semakin dekat.


Kendati demikian, saya sudah sigap siaga dan tidak terlalu kejut saat dikabari itu. Jujur saja, foto-foto pendukung tulisan pertama saya juga tidak begitu bisa bercerita. Dan, tulisan saya itu mungkin lebih tepat masuk rubrik culinary traveling.


Jadi, begitu dapat e-mail pemberitahuan tersebut, saya segera membuka memori lama (jiaaah…). Mengingat kembali perjalanan saya ke Way Kanan dan Way Kambas, Lampung. Mengulik-ngulik album foto di Multiply juga foto-foto di situs ACI Detikcom. Segeralah meluncur ide untuk menulis tulisan yang benar-benar baru mengenai kunjungan saya ke taman nasional keren itu.


Untunglah, saya punya koleksi foto cukup banyak yang lebih mampu bercerita. Namun, foto-foto di Way Kanan, pusat penangkaran badak, tidak begitu. Saya pun mengontak rekan saya, Abner Krey Koibur. Dia pun dengan legowo mengirimi saya foto-foto jepretannya. Kendati yeah… badak yang kami incar tak bisa kami jepret. Alasannya? Silakan simak di tulisan saya yang dimuat Ummi edisi Maret 2012 ini.


Oya, ini catatan perjalanan saya yang kedua dimuat di Majalah Ummi. Edisi Februari 2012 kemarin, tulisan perjalanan saya ke Gili Kondo, Lombok, yang dimuat.


Selamat menikmati nuansa Afrika melalui tulisan saya ini. Dan, jangan lupa berkunjung ke Way Kanan juga Way Kambas, Lampung.

Selalu ada perjalanan di balik setiap perjalanan. Salah satu yang saya dapatkan adalah mengenai harmonisasi hubungan antara manusia dan satwa-satwa langka di Taman Nasional Way Kambas ini.

Iklan

24 thoughts on “[Ummi Edisi Maret 2012] Menikmati Nuansa Afrika di Dua Way

  1. dieend18 said: Beneran jd kontributor tetap nih.. :-)Congrat Tah…

    Nggak tetap kok, Mbak. Alhamdulillah kebetulan di-hire aja gitu untuk dua edisi berturut-turut :)Ayo, Mbak kirim segera tulisan perjalanannya 🙂

  2. isaanshori said: wah, kontributor di majalah ummi ya, fatah? kereen.. 😀

    Iya, Mas. Alhamdulillah dipercaya menulis di situ. Saya anggap ini sebagai pembuka jalan untuk menembus majalah-majalah elit semacam National Geographic 🙂

  3. faraziyya said: asik deh fatah, dua edisi berturut-turut nih ya?moga langgeng ama mediacetak yak! hehhe 😀

    Alhamdulillah, Mbak. Karena kebetulan editornya masih cari naskah. Jadi, daripada susah2 cari penulis (sementara tak ada yang kirim naskah), mending memesan ke saya lagi. Gitu kali yak. Hahahaha… *kepedean deh* :))))Terima kasih buat doanya yaaa 🙂

  4. musimbunga said: Fataaaah eike mau kupas halmahera.. Tapi lagi mual2 mulu -.-”

    Ayooo, ditulis Mbak. Kirim saja ke e-mailnya Ummi. Pliiiiiiiissss… Majalahnya butuh banget naskah :))

  5. lovusa said: Fatah kereeeeennn.. Dirimu sukses bikin aku pingin jalan2 dan nulis artikel jalan2 lagi 🙂

    Hehehehe… Ayo, Mbak. Travel and write more :))Ummi adalah salah satu media cetak yang amanah dan asyik bekerjasama dengan penulis. Kalau emang naskah kita kurang oke, pasti akan dibalikin dan dikasih masukan.

  6. ivoniezahra said: Jalan2 ke Bale kambang tulis Tah..:)Btw, selamat ya

    Insya Allah nunggu momentum yang tepat, Mbak :)Soalnya, bulan lalu kan udah nulis tentang pantai. Sama editornya disuruh nulis yang beda, jangan pantai lagi 😀 Nah, inilah salah satu yang beda itu 😀

  7. tintin1868 said: kirain jalanjalannya beneran ke afrika.. waykambas toh..sukses ya banyak tulisan fatah dimanamana..

    Hehehe… Way Kambas dan Way Kanan, Mbak.Saya masukin ‘Afrika’ dengan penjelasan yang deskriptif di situ. Silakan diklik aja gambarnya untuk memperbesar dan memperjelas 🙂

  8. lafatah said: Iya, Mas. Alhamdulillah dipercaya menulis di situ. Saya anggap ini sebagai pembuka jalan untuk menembus majalah-majalah elit semacam National Geographic 🙂

    siiipp..

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s