Lombok Backpacker di Buku “Travel Writer” Gol A Gong

Seharusnya, saya berada di Jakarta pada Sabtu, 3 Maret, lalu. Saya berhasrat sangat menghadiri peluncuran buku Te-We (Travel Writer) karya Gol A Gong ini. Bukan apa. Saya ingin bertemu dengan penulis senior yang juga avonturir ini. Apalagi promosinya yang cukup gencar di Lombok Backpacker, grup yang saya asuh di Facebook.



Dalam penyusunan buku ini, Gol A Gong sempat menghubungi saya pada 23 Januari 2012 via e-mail. Saya diminta mengirim profil Lombok Backpacker. Bersama kawan-kawan lainnya, setahu saya Mbak Imazahra, Bang Abner (rekan setim saya di Sumatera 3 yang membesut grup Backpacker Papua), juga Mbak Dee, dimintai pula mengirimi profil komunitasnya masing-masing.

Tak lama berselang, e-mail lain hadir. Gol A Gong meminta endorsment. Sebagai perbandingan, ia sertakan pula contoh endorsement dari beberapa travel writers terhadap bukunya ini. Lalu, saya menulis begini, “Jam terbang menulisnya tinggi. Begitu pula jam terbangnya dalam berkelana. Sebagai newbie di ranah tulisan perjalanan, saya merasa harus berguru pada Gol A Gong. Melalui apa? Buku ini, tentu saja.”

Jujur, dua hal inilah: profil Lombok Backpacker dan endorsment saya, menjadi alasan terkuat saya ingin ke Jakarta. Saya ingin melihatnya langsung saat peluncuran. Alasan yang agak narsistik? Anda tidak salah.

Untuk itu pula, saya telah mengontak teman-teman ACI di Jakarta agar bisa kumpul-kumpul pada hari tersebut di Ruang Cempaka I, Istora Senayan Jakarta. Eh, H-1 berangkat, saya cek tiket KA ekonomi Gaya Baru di Stasiun Gubeng, ternyata habis. Sementara saya tidak berniat naik kereta eksekutif ataupun bus. Kereta eksekutif mahal. Bus? Lama. Maka, saya memacu sepeda ke Petra Togamas untuk kopdar dengan MPers Surabaya.

Seminggu kemudian, 10 Maret, Te-We pun terbeli di toko buku Uranus. Dua hari sebelumnya saya curi-curi baca di Gramedia Tunjungan Plasa. Saya agak nggragas membuka sampul plastiknya. Saking penasaran dengan isinya. Di Bab 12, halaman 87, Lombok Backpacker nangkring dengan kecenya. Satu bab khusus euy! Itu tulisan yang saya kirim ke Gol A Gong. Ditampilkan dengan perubahan seperlunya.

Ini versi orisinil dari saya.

Lombok Backpacker lahir pada 31 Desember 2011. Komunitas ini digagas oleh Lalu Abdul Fatah yang menulis buku Travelicious Lombok. Ia terinspirasi membentuk komunitas ini setelah berinteraksi cukup intens dengan para backpacker yang telah lebih dulu membentuk komunitas serupa. Misalnya: Ariyanto yang membentuk Backpacker Joglo-Semar, Elok Dyah Messwati yang membentuk Backpacker Dunia, Imazahra yang membentuk Muslimah Backpacker, dan Abner Krey Koibur yang membentuk Backpacker Papua Journey.

Selain itu, komunitas ini dibentuk karena keinginan founder-nya untuk ikut berpartisipasi dalam menyukseskan Visit Lombok Sumbawa 2012. Sejauh ini, beberapa orang Lombok yang ia kenal aktif di Twitterland, aktif mempromosikan wisata Lombok. Sementara itu, di jagad Facebook, bisa dibilang belum ada yang melakukan hal serupa, maka Lalu Abdul Fatah pun menggagasnya.
Komunitas ini diniatkan untuk berbagi informasi seputar pariwisata di Lombok. Mulai dari informasi objek wisata, akomodasi, kuliner, transportasi, konsumsi, itinerary, dan hal-hal lainnya. Anggota komunitas ini bisa membagi informasinya dalam ujud apa saja, baik itu tulisan, foto, video, atau bentuk dokumentasi lainnya.

Lombok Backpacker adalah komunitas terbuka. Siapa saja boleh bergabung dalam komunitas yang beralamat di https://www.facebook.com/groups/lombokbackpacker/ ini. Baik bagi yang belum pernah, sedang merencanakan, maupun yang sudah ke Lombok.

Saat tulisan ini dibuat, jumlah anggota komunitas ini mencapai 198 orang yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda dan tersebar dari dalam maupun luar negeri.

Dikarenakan masih seumur jagung, jadi belum ada program khusus yang hendak dilaksanakan oleh komunitas ini. Namun, melihat antusiasme dan interaksi antaranggota, semisal ajakan untuk trip bareng, diharapkan ke depannya semua anggota bisa mengadakan gathering sekaligus jalan-jalan bareng mengelilingi Lombok.


Iklan

31 thoughts on “Lombok Backpacker di Buku “Travel Writer” Gol A Gong

  1. Sayangnya pas tanggal yang sama kita gak jadi kopdar bro..Anyway conratz atas dimuatnya tulisannya.. I’m Proud of You.. HeheeeSemoga sukses dan semoga cepat lulus.. :p

  2. Mantap Tah.. Moga makin sukses ya grup LBnya…Sepertinya alasanmu dan alasanku ingin memiliki buku ini sama.. Karena seneng dan bangga nama kita ditulis dalam buku oleh orang yg selama ini kita kagumi, right?Dan dirimu sukses membuatku semakin gak sabar menunggu kehadiran buku ini di Batam.. πŸ˜‰

  3. genkeis said: good, smg pariwisata kita bisa smakin ok dan rame dgn hadirnya sumber info2 dr tiap grup

    Benar sekali, Mas.Dengan adanya sumber-sumber informal ini, diharapkan bisa jadi penyambung lidah pemerintah dalam mempromosikan pariwisata Indonesia πŸ™‚

  4. tintin1868 said: keren ada komunitas lombok backpacker.. sukses ya tah..

    Hehehe…Matur nuwun, Mbak Tin.Ini juga saya dipicu oleh para backpacker yang telah menggagas komunitas serupa πŸ™‚

  5. imazahra said: Mantaaaaaaaaaap…Dan aku malu, namaku pun disebut dinda ini di situ, masyaAllah kamu, Deeek πŸ™‚

    Hehehe…Karena memang, saya terinspirasi membentuk Lombok Backpacker, setelah Mbak Ima meluncurkan Muslimah Backpacker.Terima kasih telah menginspirasi saya, Mbak. Dan, memang Mbak layak berada di buku ini πŸ™‚

  6. ivoniezahra said: pernh bc jdulnya sekilas, blum tertarik beli krn blum bc buku Fatah :p

    Wkwkwkw…Di buku ini juga dibahas lho bagaimana kita membikin novel yang terinspirasi dari jalan-jalan.Dan, Mbak Ivon memang telah melakukannya :)Ada rencana bikin novel berikutnya dengan tema jalan-jalan? πŸ™‚

  7. lovusa said: Semoga makin menebar manfaat di mana pun berada ya, taahh πŸ™‚

    Amin ya robbal ‘alamin…Doa yang menggetarkan…Semoga ya Allah… *terharu*

  8. lovusa said: Weleeh, aku ke mana aja ya? baru tau kalo fatah bikin grup lombok backpacker ;p

    Mbak sudah saya tambahkan di grup LB. Boleh ya? :))

  9. dieend18 said: Mantap Tah.. Moga makin sukses ya grup LBnya…Sepertinya alasanmu dan alasanku ingin memiliki buku ini sama.. Karena seneng dan bangga nama kita ditulis dalam buku oleh orang yg selama ini kita kagumi, right?Dan dirimu sukses membuatku semakin gak sabar menunggu kehadiran buku ini di Batam.. πŸ˜‰

    Amiiin… Amiiin…Semoga demikian. Niat baik ini dimudahkan selalu oleh-Nya.Begitu juga dengan komunitas Jejak Petualang :)Saya pakai alasan ‘narsistik’, sebenarnya lebih suka dengan alasan Mbak yang lebih elegan: “karena senang dan bangga nama kita ditulis dalam buku oleh orang yg selama ini kita kagumi.” Hehehe…Insya Allah kalau tak ada aral melintang, besok saya kirim bukunya πŸ™‚

  10. huflepuff said: Sayangnya pas tanggal yang sama kita gak jadi kopdar bro..Anyway conratz atas dimuatnya tulisannya.. I’m Proud of You.. HeheeeSemoga sukses dan semoga cepat lulus.. :p

    Iyaaa, bro.Dan, saya juga tidak bisa sih mengiyakan. Soalnya, tiba2 sja dapat mandat nulis dari redaktur majalah. Dan deadline-nya itu hari Senin. Huh-hah-huh-hah… Saya pun memilih berjibaku mengerjakan itu :)Suwun yaaa, broooow… Sukses selalu. Semoga gelar sarjananya mendatangkan manfaat bagi semesta πŸ™‚

  11. nonragil said: Oh…..ternyata dirimu ternyata di balik komunitas LB? Sukses ya, Tah buat semua project dan mimpi-mimpi kamu……

    Hehehe… Iya, Mbak.Alhamdulillah… Semoga proyek kecil ini bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan informasi backpacking ttg Lombok :)Terima kasih doanya ya πŸ™‚

  12. mau ikut workshopnya, sabtu ini kan ya? itu langsung email ndek ayos yg tertera di situ ya? =Deh betewe baru sadar. kamu lafatah yg pernah bedah buku sama trinity di gramed royal ya? =))

  13. Yoi :)Langsung e-mail saja ke ayos.Yap yap yap… Saya yang talkshow bareng Miss T :)Mbak yang mana ya waktu itu? Dapat doorprize, bukan? πŸ˜€

  14. lafatah said: saya terinspirasi membentuk Lombok Backpacker, setelah Mbak Ima meluncurkan Muslimah Backpacker.Terima kasih telah menginspirasi saya, Mbak. Dan, memang Mbak layak berada di buku ini πŸ™‚

    Halah Dik, kamu paling pandai ‘meng-uwong-kan’ orang :-)Padahal kamulah yang sekarang sangat fokus dalam dunia travel writer, aku justru belajar banyak dari semangatmu πŸ™‚

  15. imazahra said: Halah Dik, kamu paling pandai ‘meng-uwong-kan’ orang :-)Padahal kamulah yang sekarang sangat fokus dalam dunia travel writer, aku justru belajar banyak dari semangatmu πŸ™‚

    heheuehu…karena kalo saya mem’barang’kan orang, hendak dikirim ke mana, coba? duluan ditangkap saya :))mari kita sama-sama belajar, Mbak Ima :)justru saya yang muda ini, sedang belajar mencerap lebih banyak lagi ilmu dari senior πŸ™‚

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s