[Antologi ke-6] Kado Kecil untuk NTB

Antologi saya yang keenam: “Kado Kecil untuk NTB”

Dalam antologi ini, saya mempersembahkan sebuah tulisan berjudul “Menyemai NTB di Ladang Kata“. Tulisan ini ditempatkan oleh dewan juri di urutan kelima.

Saya sadar, apa yang saya lakukan ini belumlah seberapa. Sebagai anak muda yang masih menyandang status mahasiswa, saya hanya punya kemampuan menulis. Kemampuan berladang kata-kata. Dan kalau boleh diibaratkan, NTB itu tak ubahnya sebuah benih yang amat bagus. Ia punya potensi besar untuk tumbuh dan berkembang pesat seperti saudaranya, Bali.

NTB sebagai sebuah benih, butuh lahan yang tepat, perawatan yang maksimal, serta penjagaan yang berkesinambungan dari pemerintah juga masyarakatnya. Setelah berbuah ranum dan lebat, ia nantinya butuh pemasaran yang bagus.

Jadi, jangan sampai kita biarkan NTB layu sebelum berkembang. Itu saja harapan saya. Harapan sederhana seorang mahasiswa semester sembilan yang senang berladang kata-kata.”

Buku yang diterbitkan secara indie melalui nulisbuku ini bisa dipesan di sini.
Terima kasih.


Iklan

26 thoughts on “[Antologi ke-6] Kado Kecil untuk NTB

  1. @Mbak Dee: Saya lanjutin ya…Norak-norak bergembiraBergembira semuaSudah bebas negeri kita*lupa lanjutannya*@Mbak Ziy: Nggih, Mbak e. Dua antologi pas SMA. Kumcer gitu. Sisanya esai.

  2. faziazen said: tulisannya spesialis travelling ya?btw kalo denger nama ntb jadi pengen makan sambal matah..

    saya belum menemukan spesialisasi, mbak.masih senang nulis apa saja. asalkan cocok di pikiran dan kantong. hahaha…tapi, memang coba memokuskan diri nulis di genre traveling :)NTB, khususnya Lombok, memang terkenal dengan masakan pedasnya. Sambal mata’ (mentah) itu enaaak banget jadi bumbu pelecing 😀

  3. mozaikpublishouse said: wah udah enam aja neh antologinya, siip!

    Iyeee… Alhamdulillah… Semoga nanti antologi saya bisa diterbitkan pula oleh Mozaik Publisihing House. Amiiin 🙂

  4. tintin1868 said: wuih bahasanya.. ladang kata.. jadi ntb bisa panen terus dong kalu rajin berkatakata..

    Wkwkwkw… Begitulah, Mbak.NTB itu layaknya benih yang perlu disemaikan dan ditumbuhkembangkan. Tentu, harus dirawat sebaik mungkin agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat :))

  5. anazkia said: Selamattttt, semakin banyak bukunyaTah, nanya jujur dan dudul, nihItu gimana nempelin foto buku di samping? Terus, kecilin gambare piye? 😀

    Alhamdulillah… Matur nuwun, Mbak Anaz :)Untuk foto buku di samping:1. Saya unggah fotonya ke http://www.flickr.com. Bisa juga lewat photobucket.com dan beragam photo hosting lainnya, tapi saya lebih familiar pakai flickr.2. Setelah kelar diunggah, nanti ada opsi ‘share’. Di situlah kita dapatin kode HTML-nya. Tersedia beragam ukuran, mulai dari yang square, small, medium, dll. Kalau gambarnya medium, saya pakai yang itu saja. Disesuaikan dengan lebar ‘bar’ di posisi kanan blog saya ini.3. Copy-paste kode HTML gambar tersebut ke kolom.4. Untuk masukin link-nya, misalnya, link menuju penerbit, tinggal buka informasi buku kita di penerbit tersebut, lalu diselipkan saja ke dalam kode gambar. Misalnya, pas Mbak arahkan kursor ke buku Travelicious Lombok, kan muncul tuh keterangan menuju penerbit Mizan :)5. Selamat mencoba yaaa 🙂

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s