Plesir ke Rumah Hantu Darmo

Rumah Hantu Darmo tergolong urban legend di Surabaya. Urban legend bisa diartikan sebagai sebuah cerita rakyat (folklore) atau mitos modern yang berkembang di masyarakat. Saking legend-nya, di ranah blog pun sudah banyak yang menulis tentang rumah ini.

Mitos yang berkembang paling santer adalah para penghuni rumah ini terlibat pesugihan. Karena mangkir dari ‘perjanjian’ dengan sang makhluk halus, semua penghuni rumah ini pun tewas tenggelam. Dan, rumah yang menjadi ‘pemberian’ jin ini sekarang ditempati oleh empunya. Ya, jin itu.



Selasa lalu sekelar bikin rusuh di Pizza Hut, se-Kopasus kecuali Fizo, jalan-jalan ke rumah hantu. Itu kali kedua saya ke sana setelah bareng rekan-rekan Xpresi Lombok Post yang kebetulan sedang membawa tim DBL dari Mataram. Pertama ke sana, tentu saja malam hari, gara-gara Si Ikiy alias Rizky. Dia anak asli Surabaya tapi hijrah kuliah ke Lombok dan sampai hari ini kerja di Lombok Post. Saya mengenal kru Xpresi – halaman anak muda – ini karena pernah magang di sana pada tahun 2010.

Nah, pas ke sini, saya dibonceng Yosi. Karena ke sana dengan speed yang berbeda-beda dengan anak-anak Kopasus lainnya, kami terpisah. Bahkan, sempat pula kami berhenti untuk bertanya pada orang sekitar. Penjelasan yang kami tangkap dengan salah membawa saya dan Yosi pada rute yang juga salah. Kami memasuki kawasan perumahan yang arahnya berbeda. Seharusnya belok kiri dan belok kanan, tapi kami belok kanan. Dan, ya… rumah-rumah di kawasan Darmo Permai memang rata-rata kondisinya spooky.

Untung kami tidak masuk ke lorong antah-berantah. Bisa-bisa jadi cerita misteri baru.

Setelah bertanya pada satpam perumahan, kami pun mendapat informasi yang lebih terang. Melajulah kami.



Ramai. Ada kerumunan. Semakin dekat, aha! Di depan kerumunan itulah berdiri rumah hantu yang selama ini kerap masuk tayangan misteri di tv. Barulah saya sadar, kalau saya dan Yosi masuk dari arah berbeda dengan arah kedatangan saat pertama kali dulu.

“Ada apa ya?” tanya saya dalam hati.

Ternyata, sedang berlangsung syuting Indigo, sebuah acara di Trans TV. Saya sendiri kurang tahu konsep acaranya macam apa. Apa kayak (Masih) Dunia Lain yang beberapa hari sebelumnya saya tonton. Yang pasti, orang-orang entah dari mana, berkerumun, menonton jalannya syuting. Sporadis. Bahkan, ada satu kerumunan yang lebih kecil. Ada yang sedang kesurupan. Bahan tontonan!



Kendati ramai orang, bahkan saya sempat berasa ini sih kayak pasar malam minus pedagang, namun Rumah Hantu Darmo ini tetap mengeluarkan aura menyeramkan. Terbayang sekali kalau semua orang ini tidak ada, suasananya pasti akan benar-benar bikin siapa saja menarik napas. Deg-degan.

Beberapa lampu sorot diarahkan ke rumah yang berupa puing-puing ini. Tampak tanaman liar tumbuh di sana-sini. Reruntuhan temboknya tercoret-coret. Saya pindai dari bawah ke atas, kiri ke kanan, siapa tahu saya dapat jackpot – bisa melihat ‘sesuatu’. Pakai deg-degan segala. Namun, saya memang tidak dianugerahi untuk melihat ‘sesuatu’. Saya pun sebenarnya tidak berharap bisa.



Dari beberapa gambar yang saya lihat di internet, foto rumah ini pada siang harinya bahkan dijadikan lokasi pemotretan. Malamnya, sepenangkap informasi saya, menjadi lokasi anak muda untuk berbuat yang ‘iya-iya’, entah minum, mesum, hingga yang standar kayak uji nyali.



Kalau tidak ada syuting, sebenarnya dalam diri saya terbetik keinginan untuk masuk ke dalam rumah bertingkat ini. Bareng anak-anak Kopasus, tentu saja. Namun, kami hanya duduk-duduk menonton. Seakan-akan menonton pertunjukan broadway. Jin-jin bernyanyi dan berakting dengan rumah ini sebagai panggungnya. Hiiiiyyyy!!!



Mungkin, para makhluk halus itu senang ditonton. Senang ada keramaian macam begini. Bangga karena bisa menarik perhatian manusia. Dan, keberadaan mereka tidak bisa kita pungkiri. Mereka eksis di dunia mereka. Namun, tidak selayaknya menjadikan mereka sandaran seperti yang – katanya – dilakukan oleh penghuni rumah ini sebelumnya.

Saya kira, ini semacam plesir singkat yang layak jadi bahan permenungan di tengah malam begini… Hiiiiyyyy…

Iklan

44 thoughts on “Plesir ke Rumah Hantu Darmo

  1. Wah ntar kalo lo pada uji nyali, tolong di-post juga ya, tah. Hehe.. Ini mirip rumah hantu di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Konon tukang nasi goreng pernah lenyap pas lewat depan rumah itu. Urban legend m/

  2. nonragil said: Oh….daerah Darmo Permai, kirain jalan raya Darmo, Tah.

    Iya, Darmo Permai. Tapi, memang legendanya dengan sebutan Rumah Hantu Darmo :)))

  3. lovusa said: Hiyaaa, ngeri banget pelesirnya..

    Kami penasaran aja sih, mbak. Rata2 memang yang ke sini pada pengin uji nyali. Kalau takut, jinnya malah senang. Itu info yang saya dapat dari tayangan Dua Dunia.

  4. sukmakutersenyum said: dimana ini Tah?baru tahu?Raya Darmo apa daerah Darmo yang Sby Barat deket PTC?

    Darmo Permai dekat PTC. Ini udah lama, Mbak. Awal tahun 2000-an sudah mulai ramai dibicarakan… Dari yang saya baca di blog sebelah, tahun 1998 kejadian tewasnya keluarga di rumah ini. Saat police line dipasang.

  5. saturindu said: wah, acara indigo itu acara favorit saya…penyiarnya, vira razak, beninggg…:))

    Dia datang sih waktu itu, kalo gak salah. Imut2 kan ya orangnya. Nggak tahu nih kapan yang episode Rumah Hantu Darmo ini tayang. Saya gak ngikutin πŸ˜€

  6. Itu rumahnya emang belom jadi ya Tah? Atau karena waktu jd hancur kayak gitu. Padahal megah banget ya, sayang. Wah kl semakin terkenal jgn2 bentar lagi ada filmnya nih, πŸ™‚

  7. m4s0k3 said: Wah ntar kalo lo pada uji nyali, tolong di-post juga ya, tah. Hehe.. Ini mirip rumah hantu di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Konon tukang nasi goreng pernah lenyap pas lewat depan rumah itu. Urban legend m/

    Yang sering jadi lokasi syuting juga yak? Kondisinya kayak begini juga? Dan, ini memang kawasan rumah elit gitu. Duh, nggak kebayang deh penghuni rumah2 di sekitarnya bisa pada tenang apa kagak ya. :)) Banyak sih yang ngasih ‘kesaksian’ ini itu terkait mistisnya rumah ini. Tapi, kalau memang belum ngalamin sendiri, kurang afdol kalo cuma ‘katanya begini, katanya begitu’. πŸ˜€

  8. masfathin said: Itu rumahnya emang belom jadi ya Tah? Atau karena waktu jd hancur kayak gitu. Padahal megah banget ya, sayang. Wah kl semakin terkenal jgn2 bentar lagi ada filmnya nih, πŸ™‚

    Rumahnya sudah jadi. Komplet dah. Bagian underground yang serem , katanya. Di kamar mandi. Tapi, saya kurang tahu kok bisa kayak begini akhirnya. Kayak puing2 gitu. Kalau dari video di youtube acara Dua Dunia, rumah ini direbut kembali oleh jin yang telah bersekutu dengan para penghuni rumah yang ambisius dan pemalas (karena pengin kaya raya dgn cepat). Dan, kalau pun ada pesantren atau rumah kembali dibangun di atasnya, kata si jinnya (yang ngomong lewat perantara manusia) akan diganggu tuh orang2nya.

  9. Jangan ajak saya ke situ ya tah haha.. Sampe skrg pan kalo ketempat baru saya gak bs sembarangan.. Kalo berasa ‘beda’ sy langsung go.. Makanya suseh nyari kontrakan haha

  10. wih mantep seramnya tu rumah Tah… iya bakal sulit dialihpenghunikan atau dibongkar/bangun rumah baru, kudu mindah (atau nyuruh pergi) pasukan makhluk halus di sana dulu

  11. dieend18 said: Mungkin rumah ini selamanya akan tetap dibiarkan seperti ini ya Tah…

    Nah, bisa jadi demikian, Mbak. Karena kesannya kok tidak ada yang ‘berani’ mengklaim rumah ini. Dan, dari keterangan makhluk halus penjaga rumah ini yang saya tonton di Dua Dunia, rumah ini akan tetap mereka pertahankan.

  12. h4riyono said: woalaahhh, kirain jalan raya darmo deket bungkul itu, ckckck. btw, kalian bela2in ya jauh banget ke Darmo Permai, ckckck *salut

    Hahaha… Karena ramai2, Cak. Dan, memang sih lagi pada butuh ‘hiburan’ semua. So, dibelani πŸ˜€ BTW, kamu pernah ke sana belum???

  13. malambulanbiru said: Ora wedi. Weee… *bacanya pas siang*

    Eh, coba sampeyan tonton di youtube acara Dua Dunia. Aku sejak tadi malam sampai pagi menjelang siang tadi, bolak-balik nonton beberapa episodenya. Seru.

  14. malambulanbiru said: Taun 1998? Baru aja dong ya

    Oya, dari video yang aku tonton, ternyata rumah ini ada sejak tahun 1990. Tapi, kata Mbak Dee yang orang Surabaya, menjelang tahun 2000-an baru mulai ramai diperbincangkan.

  15. malambulanbiru said: Itu yang berbuat mesum di rumah Darmo kayak gak ada tempat lain aja! 😐

    Lha, mangkane… Justru para penghuni halus di situ senang karena ada kemaksiatan… Digodain tuh mereka. Tapi, yo arek2 sing gendheng ae mau ngelakoni kemesuman koyok ngono…

  16. musimbunga said: Jangan ajak saya ke situ ya tah haha.. Sampe skrg pan kalo ketempat baru saya gak bs sembarangan.. Kalo berasa ‘beda’ sy langsung go.. Makanya suseh nyari kontrakan haha

    waaaah… punya indra keenam ya, mbak??? tapi gak pernah yang sampe kesurupan kan? *penasaran*

  17. nitacandra said: (atau nyuruh pergi) pasukan makhluk halus di sana dulu

    betul sekali, mbak. dan dari tayangan Dua Dunia ini pula saya mengerti kalau rumah/kontrakan/bangunan yang baru ditempati, kudu dibacakan dulu surat Al-Baqarah atau ayat kursi. Itu yang mereka takuti. Coba Mbak tonton tautan video Dua Dunia yang saya cantumkan di atas :))

  18. sereeeeeeeeeeeeeeem deh mas… cuman ya emang gara2 ada keramaiannya jadi berkurang keseremannya… wah wah jadi penasaran nih sama si mbah Darmo ini… minta wangsit ilmu ma mbah Google dulu deh hehhee

  19. h4riyono said: belum. malah baru tahu klo ada beginian dari blogmu ini *cupu* hehe

    Wkwkwkw… Hayooo, kapan uji nyali ke situ??? Wkwkw… Aku aja wedhi asli ne πŸ˜€

  20. nanazh said: sereeeeeeeeeeeeeeem deh mas… cuman ya emang gara2 ada keramaiannya jadi berkurang keseremannya… wah wah jadi penasaran nih sama si mbah Darmo ini… minta wangsit ilmu ma mbah Google dulu deh hehhee

    Hehehe… Untung juga sih ada syuting ini. Jadi, saya punya jurnal yang agak berbeda dengan blog lainnya yang menceritakan rumah hantu Darmo ini. Hehehe… Dulu pas pertama kali ke sana, setahun yang lalu, kami pakai mobil dan di atas jam 12 malam. Asliiii… Spooky… Cuma ada beberapa gelintir anak manusia.

  21. iya beneran nih setelah nyuwun wangsit ma mbah Google *halah* ni cerita mas tergolong ndak spooky se-spooky rumahnya hehehe…ho? la saat itu emang sengaja juga mau ke sana?

  22. enkoos said: tuh kan banyak yang mengira di jalan Raya Darmo.Sepertinya pernah lewat. Klik ah youtube’nya.

    Bekennya sih Rumah Hantu Darmo, mbak.Saya juga dulu menyangka begitu lho.Tapi, ternyata ada embel2 ‘Permai’-nya. Wkwkwk…

  23. enkoos said: Udah tuntas nontonnya.Kalimat2 penutupnya keren.Mahluk halus tak bisa mengalahkan keimanan.

    Coba sampeyan baca video-video lainnya.Saya paling suka kalau ustadz Hakim Bawazier ini yang jadi co-host.Dia lebih komunikatif dan lontaran ucapannya a la jurnalis gitu, skeptis terhadap omongan si jin. Dan, berani untuk membuat si jin ‘kalem’. Keren πŸ™‚

  24. lafatah said: Coba sampeyan baca video-video lainnya.Saya paling suka kalau ustadz Hakim Bawazier ini yang jadi co-host.Dia lebih komunikatif dan lontaran ucapannya a la jurnalis gitu, skeptis terhadap omongan si jin. Dan, berani untuk membuat si jin ‘kalem’. Keren πŸ™‚

    aku udah nonton tiga tiganya.iya, Hakim Bawazier lebih mendominasi ketimbang yang perempuan. Padahal yang presenter yang perempuan kan? Bukan Hakim Bawazier nya?

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s