Dicekik Alien ‘Partikel’

Siang kemarin, saya sudah meniatkan ke toko buku. Bersenang-senang, sembari memburu Partikel, novel terbaru Dewi ‘Dee’ Lestari.

Tumben-tumben bukunya saya beli. Sebelumnya, pinjaman semua.

Saya hanya ingin merasakan histeria bersama pembaca buku Dee lainnya. Buku yang telah dinantikan selama 8 tahun. Untung saja Dee produktif. Filosofi Kopi, Rectoverso, Perahu Kertas, dan Madre lahir di antara jeda penantian panjang itu.

Melalui twitter, saya janjian dengan dua teman ke Petra Togamas. Alasan saya beli di sana, tentu saja diskonnya yang menggiurkan. Buku-buku baru biasanya dikorting 25%. Partikel yang harga aslinya Rp79.000,00 pun tak luput dari diskon.

Teman saya, Putri, sebenarnya ingin ke Gramedia Tunjungan Plasa saja. Soalnya, alien-nya ada di situ. Dalam peluncuran novel keempat serial Supernova, di beberapa Gramedia tertentu memang menghadirkan alien. Semacam badut. Bentang Pustaka selaku penerbit terbilang cerdik. Ini strategi yang keren. Bahkan, digelar pula lomba pose gokil-gokilan bareng alien yang kudu dikirim via twitter.

Saya tidak tertarik amat foto bareng alien ini. Dengan alasan itu pula, saya memilih Petra Togamas. Dekat dari kontrakan, dapat diskon pula.

Lewat pukul 3 sore, saya sampai di toko buku yang terletak di Jl. Pucang Anom Timur itu. Dikabarkan, Partikel diluncurkan serentak di Jawa-Bali pukul 04:44 sore. Saya pun membunuh waktu dengan mengudap Liaison Officer (LO)-nya Melanie Subono. Buku yang segaaar, khas Melanie. Dalam sekali duduk dan mondar-mandir, saya sampai di halaman 82.

Dan, tiba juga waktunya. Saya celingak-celinguk ke arah kanan. Di depan kasir, depan penitipan barang, terletak sebuah rak kayu bercat hitam dengan tulisan ‘Rumah Buku Dee’. Pas datang, rak itu kosong. Namun, lewat pukul 04:44 sore, petugas Togamas mendorong gerobak berisi tumpukan Partikel dan Akar. Dua novel Dee! Yuhuuuuuu…

Dan, para pengunjung yang sedari tadi saya perhatikan mondar-mandir, tak pikir lama untuk meraih Partikel dari gerobak dorong itu. Ckckkc… Belum sempat dipajang, sudah diambil dan bawa ke kasir.

Saya pun tak sabaran dan mengambil sebuah. Saya timang-timang. “Ah, bayar ntar aja.”

Tak berapa lama, saya buka hp. Sebuah miscall dan sms dari kakak perempuan kedua saya. Mengabarkan kalau dirinya di Surabaya. Saya senang. Pertanda, saya bakal dapat uang saku! Bisa buat ganti beli Partikel. Hahaha… *senyum licik*

Maka, saya pun memantapkan diri beli.

Saya dan kakak janjian jumpa di Tunjungan Plasa. Bareng temannya, mereka mau shopping gitu deh. Waaaah… Kesempatan main ke Gramedia nih. Bisa jumpa alien dong!

Dan, memang. Alien yang numpang promosi jati diri lewat novel Partikel itu, masih ada di sana kendati sudah petang. Sekelar wara-wiri dan pilah-pilih buku obralan, saya pun minta foto bareng. Tidak saya niatkan untuk ikut lomba. Sekadar dokumentasi saja bahwa di hari peluncuran sebuah karya yang istimewa ini, saya bisa menjadi salah satu bagian dari sejarah. *Apaaa coba?*

Oke. Inilah foto saya bareng alien. Alien-nya lucu. Bisa ngomong bahasa manusia.





Iklan

55 thoughts on “Dicekik Alien ‘Partikel’

  1. lafatah said: Hehehe… Kurang berselera ya, kakak?

    kayak gak nyambung aja genrenya hehehhesama aja kayak orang yang gak tau dimana menariknya Neil Gaiman XD

  2. darnia said: kayak gak nyambung aja genrenya hehehhesama aja kayak orang yang gak tau dimana menariknya Neil Gaiman XD

    oke. ini masalah selera, rupanya :))seperti saya yang belum bisa menikmati novel2 fiksi fantasi macam HarPot dan ragam buku serupa yang belakangan ini membanjiri toko buku 🙂

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s