Sekelumit Cerita dari Talkshow Nadine ‘Nadrenaline’ Chandrawinata




Feeling saya benar! Salah satu dari beberapa halaman buku Nadrenaline yang sengaja saya lipat, itulah yang akhirnya ditanyakan Nadine pada pengunjung. Tanpa pikir panjang, saya langsung acungkan tangan. Disuruh maju ke depan. Dan, dagelan itu berlangsung.


Saya bilang dagelan karena Nadine mengambil buku saya. Disuruh nyebutin 10 Barang yang Nadine Colong. Ada di halaman 103 yang memang saya lipat beberapa menit sebelum talkshow dimulai. Saya tidak kepikiran untuk menghapalnya. Sekitar lima item yang bisa saya sebutkan.

“Ayo, apa lagi? Dikasih hadiah nggak nih?” tanya Nadine pada pengunjung yang membludak.

Saya cengengesan. Berusaha meraih Nadrenaline dari tangan Nadine.

“Waaah… Tinggal lima barang lagi nih. Sebutin dong sisanya, Mbak,” ujar saya yang disambut tawa Nadine.


Dengan santai, halaman bukunya itu dibukakan dan saya mulai membaca.


10 Barang yang suka dicolong Nadine saat jalan-jalan, antara lain: wine cock; straw flamingo; glass matt; ‘do not disturb’ hanger; anything the form of stars; pensil; batu kristal from Muktinath, Nepal; matches; sisir tipis hotel; dan key room.

Nadine sempat memuji saya yang menyampul plastik bukunya dengan baik. Ya, beberapa hari yang lalu saya lakoni. “Pencinta buku nih,” ujarnya yang membuat saya berseri-seri.

Kesempatan ini juga saya gunakan untuk mengajukan pertanyaan tentang batu krsital Muktinath. Nadine menjelaskan, tapi saya tidak fokus. Sepenangkap saya, batu kristal yang berwarna keemasanlah yang dipungut Nadine dari Muktinath. Kelebihan batu kristal ini adalah fisiknya yang tidak berubah kendati berada di suhu ekstrim sekalipun.

Nadine menyerahkan goodie bag ditambah satu barang spesial persembahan Canon.


Isi goodie bag tidak termasuk Nadrenaline lho!



“Kita foto dulu di tengah, yuk!” ajaknya.


Sayang sekali, kamera di saku baju saya tertahan. Saking takjub sekaligus senang tak terkira. Hanya para fotografer – salah satu di antaranya adalah Papanya Nadine – yang mengabadikan foto saya dengan sang mantan Putri Indonesia tahun 2005 ini. Saya cukup berpuas diri menjepret Nadine yang anggun itu dari kerumunan pengunjung.

Sekelar foto, Nadrenaline saya pun ditandatangani oleh penulisnya.

Life; Foolish paradise, but not fool to travel it! Happy adventure, Lalu!


***

Saya bergabung dengan pengunjung lainnya. Ternyata di situ ada Mbak Avicenna, Bagian Promosi Bentang Pustaka. Sebelumnya saya bertemu dengan dia hampir sebulan yang lalu di acara talkshow buku Nasional.is.me-nya Pandji Pragiwaksono di ITS.

Padanya, saya minta agar Dewi ‘Dee’ Lestari diboyong juga ke Surabaya untuk bedah buku terbarunya, Partikel. “Sementara ini, belum ada jadwal.”


Dari Mbak Avi, saya juga tahu kalau nanti malam, Nadine Chandrawinata, akan menjadi salah satu juri acara Jawa Pos for Her. Lokasi acaranya di mal yang sama, yakni Ciputra World lantai dasar. Saya kira, ini sengaja dibarengkan oleh Bentang Pustaka. Biar sekali ke Surabaya, dua kerja langsung dibabat Nadine.




Saat sesi book-signing dan wawancara dengan media, saya malah ngobrol dengan Mbak Silo, bagian control stock dan control event Mizan Surabaya. Sembilan tahun dia bekerja di penerbit buku asal Bandung ini. Wilayah kerjanya adalah 8 toko buku Gramedia di Surabaya. Dan, yeah… ternyata kami pernah bertemu. Saat saya dan Trinity talkshow di Gramedia Royal Plasa. Namun, kami belum sempat berkenalan waktu itu.


***
Talkshow Nadrenaline, buku ketiga yang ditulis Nadine, aslinya molor satu jam dari yang dijadwalkan. Seharusnya pukul 12.00 sudah mulai. Sementara, saya tiba di parkiran Ciputra World pukul 12.15. Shalat dulu di ground, barulah saya menuju Gramedia.

Sembari menunggu acara dimulai, saya berkeliling di toko buku. Menuju rak obralan serta rak buku traveling. Dan, di antara rak-rak buku tersebut, saya buka kembali Nadrenaline. Sambil memikirkan pertanyaan a
pa yang hendak saya lontarkan saat talkshow nanti. Pokoknya, saya harus ngobrol dengan Nadine. Syukur-syukur kalau pertanyaan saya diganjar hadiah. Hahaha…



Pukul 13.00, acara pun dimulai. Nadine berjalan ke arah sofa. Pengunjung dan peserta talkshow bukunya sudah menanti dan makin merapat serta mulai mengarahkan kamera ke arah bintang film Realita, Cinta, dan Rock’n Roll ini.



Saya pun tak mau ketinggalan, menjepret dengan Canon A495 saya.

Nadine yang tinggi, lebih dari 170 cm (saya bandingkan dengan diri saya) mengenakan kaos bersablon kaver bukunya ini terlihat santai dengan jeans hitam dan sepatu kerang. Sepatunya ini yang eye-catching. Rambut agak cokelatnya yang tergerai, membuatnya makin terlihat cantik. Namun, bagian wajahnya yang paling saya amati dan sukai adalah hidungnya. Hehehe…



MC mulai ngobrol dengan Nadine. Tentu saja mengupas isi buku dan perjalanan Nadine yang paling menggemari diving ini. Ia menulis bukunya selama 4 bulan. Akhir 2011 kelar, saat ia berada di Bangkok. Ia menulis ditemani Alan, rekan seperjalanannya yang paling dekat dengan dia. Alan-lah yang mengingatkan jika ada momen-momen lost tapi menarik buat dituliskan.

Salah satu pendorong Nadine untuk nulis adalah Trinity The Naked Traveler. Juga teman-temannya. Sebagaimana diceritakan pula oleh Nadine dalam bukunya, ia ke mana-mana membawa notes dan pulpen biru. Di situlah ia menuangkan kutipan-kutipan menarik tentang hidup dan perjalanan. Kadang-kadang ia bikin sketsa juga.

Penggenggam kamera Canon G10 ini membuat saya terkesima dengan aura bintangnya. Senyumnya memesona. Pertanyaan demi pertanyaan dari MC dan pengunjung dijawab dengan ramah. Dan, catatan kecil yang saya simpulkan dari obrolan tadi adalah Nadine seorang pemikir. Ia doyan traveling, salah satunya untuk mengagumi ciptaan Tuhan sekaligus mengasah kedekatannya dengan Sang Maha Kuasa. Kendati sarat dengan perkataan filosofis, namun Nadine membungkus kata-katanya dengan light. Ringan. Saya tidak mencatatnya dengan detail. Tapi, Anda bisa kok menemukannya dalam Nadrenaline.

Bagi saya yang menggemari talkshow buku, ini salah satu talkshow yang paling berkesan.


Iklan

38 thoughts on “Sekelumit Cerita dari Talkshow Nadine ‘Nadrenaline’ Chandrawinata

  1. Kemarin pas nonton tanding volly pantai juga liat atlet yg mirip bgt sm Nadine. Cantiknya… Asyik bener ni Fatah dpt hadiah dan bisa ketemu langsung *kasihjempol.

  2. musimbunga said: Eh dibukunya ada cerita ttg halmahera utara gak? Sejarah morotai dan dodola, gue kira dulu dia ke halut sekalian buat nulis buku ini.

    Tentang Festival Teluk Jailolo, Maluku Utara sih :))Ke mana2 saat traveling, Nadine rajin menulis. Ya, bisa jadi saat ke Halmahera Utara juga.

  3. lovusa said: Ahiiiyyy…seru banget! And this is sooo fatah ๐Ÿ™‚

    Hahaha… Thanks, kakak :))) Soooo Fatah-nya karena pemburu gratisan yak? ๐Ÿ˜€

  4. fightforfreedom said: Karena dapat environment yg bagus, semoga makin meningkatkan speed menulis adventure lagi.

    Amiiin… Insya Allah, Mas. Saya menyengajakan diri nyemplung di lingkungan traveler gini. Sama seperti harapan, Mas Iwan. Biar bisa tetap termotivasi untuk menulis traveling. Dan, menulis apa saja. :))

  5. dieend18 said: Barang special dr canonnya apaan Tah?Eh, smsnya udh dibales ama Prita blm? Sabtu bsk gimana?

    dompet warna putih susu (atau apa ya warnanya, i can’t describe it well) plus tali selempang buat tas. sama-sama bertuliskan EOS. smsnya udah dibalas dan saya juga telah merespons dengan kirim profil penulis. thanks ya mbak atas rekomendasinya ๐Ÿ™‚ Sabtu, insya Allah jadi. Deg-degan sih, karena ada Mbak Sinta Yudisia dan beberapa penulis Surabaya lainnya yang karyanya udah banyak. Hanya diniatkan untuk meraup ilmu dari mereka aja deh :))

  6. imazahra said: Gimana gak berkesan, si Nadine cuantik dan ramah pisan ๐Ÿ™‚

    Hahaha…Benar banget, Mbak.Even I could’t move my eyes to others. Just focused to Nadine :))

  7. masfathin said: Kemarin pas nonton tanding volly pantai juga liat atlet yg mirip bgt sm Nadine. Cantiknya… Asyik bener ni Fatah dpt hadiah dan bisa ketemu langsung *kasihjempol.

    Nontonnya sama Yasdong? Itu atlet dari mana yang mirip Nadine? Dijepret kagak? :DHehehe… Untuk dapat hadiahnya sih karena diniatkan benar-benar. Sebagaimana tabiat saya tiap kali ada acara macam begini :))

  8. megaimoet said: Hayooo Fataahh, yang bikin berkesan talkshownya atau Nadinenya?? (kumayan ngerti perasaanmu, aku jadi teringat pertama ketemu adik nadine)

    Hahaha… kedua-duanya sih :))Tapi, kalau disuruh milih, cenderung ke Nadine-nya ๐Ÿ˜€

  9. dieend18 said: Sukses buat sabtu besok yaa.. Pdhl aku jg pengen dateng.. Ya sudahlah, blm rejekiku kali Tah.. ๐Ÿ™‚

    acaranya hari Minggu tanggal 29. siiip… matur suwun, mbak. semoga kita bisa duduk bersama nanti, mbak. amiiin…

  10. siasetia said: mana poto barengnya?

    udah saya bilang euy di atas kalau di kamera saya nggak ada foto barengnya. haha… pengin foto sih sebenarnya setelah acara kelar, tapi orang2 ngerubungi Nadine. Ngerasa gak etis aja kembali berebutan. Semoga Nadine berkenan share foto yang ada di kamera fotografernya:))

  11. dieend18 said: Duduk bersama di kedai kopi.. Kopdar maksudnya ๐Ÿ˜€

    Hahahaha…Kalau itu sih, udah pernah. Penginnya duduk semeja dalam sebuah forum diskusi kepenulisan :))

  12. tintin1868 said: nadine makin cantik ya.. pernah ketemu dia di pesawat.. tapi ga tegor deh.. lihat dowang..

    respect to her privacy. itu juga yang saya lakukan kemarin. saking banyaknya yang mau foto bareng ama dia, saya urungkan niat buat foto bareng yg kedua kalinya ๐Ÿ™‚

  13. lafatah said: respect to her privacy. itu juga yang saya lakukan kemarin. saking banyaknya yang mau foto bareng ama dia, saya urungkan niat buat foto bareng yg kedua kalinya ๐Ÿ™‚

    yang keduakalinya hahaha..ku tiga kali sepesawat sama dia loh.. tapi lihat dowang.. kecuali ada yang ku kenal baru deh negor..

  14. tintin1868 said: ku tiga kali sepesawat sama dia loh.. tapi lihat dowang..kecuali ada yang ku kenal baru deh negor..

    hihihi…nggak pernah iseng ajak Nadine minta foto bareng? ๐Ÿ˜€

  15. tintin1868 said: ohiya ini buku ku lupa ku kasih siapa ya?*ga punya catatan deh udah ku kasih siapa buku2nya..

    Nadrenaline? BTW, Mbak kan suka bagi-bagi buku. Terus, buku yang mbak koleksi sendiri, ada nggak?

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s