Menjemput TraveLove

Selalu bikin deg-degan!!!

Saat asyik berkomen ria di blog ini, panggilan masuk. Sebuah nama kedip-kedip di layar hp saya. Ekspedisi Mas Jainuri. Saya angkat.

Ada paket. Entah dari siapa, saya tidak sempat tanya. Mas Jainuri menunggu saya di depan. Saya keluar. Saya pikir di depan kontrakan. Ternyata, tidak ada orang.

Saya seret kaki ke depan gang. Tidak ada juga.

Saya telpon balik. Dia ternyata nunggu di Jojoran Baru. Dekat kontrakan saya yang lama. Waaah… Siapa sih yang kirim ke alamat lama? Saya masih menebak-nebak. Dan, karena dikirim via ekspedisi, perkiraan saya, barangnya besar.

Saat diminta mengambil sendiri paketnya, karena Mas Jainuri sibuk antar paket-paket lain di sekitar Jojoran III, saya pun mengiakan. Dari nada suaranya, ia terdengar hectic. Saya bolak-balik di-sms kendati saya sedang di atas motor.

Lha, saya sendiri tiba-tiba blank? Jojoran III itu di mana? *gubraks*

Akses peta di otak saya sedang lemot-lemotnya. Sempat-sempatnya pula saya ke Karang Menjangan. *arah jalannya berbeda 180 derajat, cing!*

Berbekal sepotong informasi yang saya ragukan kebenarannya (padahal teman sendiri yang memberi tahu), saya pun melaju ke arah Jojoran Baru, kontrakan saya yang lama. Dua kali bertanya pada orang di sekitar situ, saya pun paham kalau Jojoran III itu berdampingan areanya dengan Jojoran Baru. *gubraks lagi*

Peta di dalam batok kepala saya mulai menunjukkan penampakannya lebih jelas.

Lewat sms, saya diberitahu posisi sang pembawa paket gembira. Saya pun memacu motor.

Karena datang dari arah samping belakang, hal pertama yang saya lihat adalah sebuah kotak cokelat yang tertambat di boncengan motor Mas Jainuri. Wah, jangan-jangan itu paket buat saya.

Ketika akhirnya berhenti, saya memohon maaf karena lama. Eh, dia menyerahkan paket lain. Amplop cokelat yang tidak tebal-tebal amat. Saya lirik logo pengirim. Bentang Pustaka!

Bukannya gubrak kecewa karena paket yang saya terima ternyata bukan kotak itu. Tapi, saya justru senaaaaaaaaaaaaang berlipat-lipat. Sampai saya memacu motor dengan jantung yang kebat-kebit. Untung saya bisa menguasai diri.

Ini bukan kali pertama kamu terima buku, bro! Santai saja. Santaaaaaaaaiii…

Baiklah. Ini memang buku antologi. Sembilan penulis menyumbang naskah traveling-nya di buku berkaver ngejreng ini. Tapi, bagi saya, sensasinya tetap saja luar biasa! Seperti melihat bayi sendiri. *Kayak sudah merasakan jadi ayah saja*

Eh, kok TraveLove setebal ini ya? Saya raba-raba saat masih dalam amplop. Bukannya di naskah pdf proofreading, tulisan saya ada di posisi terakhir dan itu di halaman 150-an? Seharusnya, setebal Travelicious Lombok dong ya?



Nah, tiba di kontrakan, tak sabar paket saya buka. Cling!!!


Ada dua buku TraveLove. Tuh, kan, terjawab sudah pertanyaan saya.



Dan, seperti kebiasaan saya jika ada paket buku datang, saya abadikan pula TraveLove melalui lensa kamera.

Inilah TraveLove!!!



Buat yang berada di Jabodetabek, sepertinya TraveLove sudah bisa diborong di toko buku minggu ini. Kalau tidak sabaran, bisa lho pesan online di situs Mizan.


Iklan

42 thoughts on “Menjemput TraveLove

  1. nonragil said: Emang ada 2 edisi, Tah? Warna covernya ada yg kuning ama ijo.

    pertanyaan yang sama.. baca lagi.. ternyata kayanya difoto satu gelap satu terang.. jadi kesannya ada dua cover ya..

  2. lovusa said: Fotonya sampe banyak banget. Hihi..Foto yang ada ujung2 jarinya bagus. Terang πŸ™‚

    inilah namanya kenorakan berbuah semangka *uopoooooooooooo*eh, foto yang jari2 itu saya ganti. tadi brightness-nya berlebihan πŸ˜€

  3. nonragil said: Emang ada 2 edisi, Tah? Warna covernya ada yg kuning ama ijo.

    cuma 1 warna kok, mbak. kuning keijo-ijoan :))tadi pengaturan saturasinya yang nggak matching :))

  4. tintin1868 said: pertanyaan yang sama.. baca lagi.. ternyata kayanya difoto satu gelap satu terang.. jadi kesannya ada dua cover ya..

    editan fotonya yang masih amatir :))aslinya sih kuning keijo-ijoan, mbak :Dtadi,pake Microsoft Picture Maganer, asal auto-correct aja πŸ˜€

  5. dieend18 said: Wah brati bisa lgsg borong di mizan nih.. Skalian ama buku2 inceranku lainnya yg jg didiskon πŸ™‚

    Horeeeeeeeeee… Bisa banget, Mbak :))Saya juga rencana mau beli banyak nih. Sudah ada beberapa teman yang pesan, soalnya πŸ˜€

  6. masfathin said: Wah pingin ngerasain hal serupaaaa πŸ˜€

    Insya Allah tak lama lagi, Cek Yan :)Sekeluar dari tempat yang itu, kan? πŸ˜€

  7. faraziyya said: Hyaaa pas kmrn lg mesen buku di mizan.com, travelove belum ada. Huhu.Kira2 harganya masuk promo mizan.com yg 30% ga ya?

    Nah lho! Coba dicek sekali lagi. Semoga kena diskon ya… Lumayan euy. 30% πŸ˜€

  8. ivoniezahra said: ikut lomba, biar dapat gretongan :))Celamaaaaat, senengnya hehehe

    Yaaaaaaaaap! Kudu ikutan lomba, mbak e :)Ditunggu ya naskahnya :)Akhir pekan yang pasti menyenangkan. Santai-santai sambil menuliskan perjalanan cinta πŸ™‚

  9. bundel said: Ikut senang ya nak! Sini aku dipinjemin dulu hihihihi……….

    Hihihihi…Bunda mau pinjam? Boleeeh… Kita ketemuan di Jogja/Magelang aja yuk buat prosesi pinjam-meminjamnya. Insya Allah hari ini saya berangkat ke sana πŸ˜€

  10. mozaikpublishouse said: selamat Tah atas antologinya, jadi ingat pengalaman dulu he3

    Alhamdulillah… Makasih ya, Mas. Semacam romantisme masa lalu ya, Mas? Tapi, level sampeyan sudah naik sekarang menjadi manajer penerbitan yang akan membawa kabar gembira buat para penulis πŸ™‚

  11. fightforfreedom said: Kereeen. Selamat ya, mas Fatah.

    Terima kasih, Mas Iwan :)Keren itu relatif. Hehehe… *entahlah, maksud saya apa komen begini* πŸ˜€

  12. nitacandra said: iya, terharu gimana gitu ya kalau dapat bukti terbit, Tah, hihi. selamat πŸ™‚

    Hihihi… Iya, Mbak.Tak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Hanya hati yang mampu menampung rasanya. :D#eaaaaaaaaa

  13. TraveLove lagi dilelang di grup Pembaca Buku Bentang. Silakan meluncur ke FB :)@mbak Evia: hahahaha… Sebagai orang Surabaya, saya memahami tindakan sampeyan. Gpp ditendang ke Fakfak. Bisa jalan2 euy! πŸ˜€

  14. enkoos said: warna bukunya bling bling. Jojoran gak weruh? *tendyanggg Fatah ke Fakfak*

    Tak ewang’in nendang, mbak. *tendangan langsung menuju Alor* hahahahahahahaha

  15. @Mbak Helene: waaaah…dengan senang menerima tendangan menuju Alor. Yihaaaa… Dari Fakfak dioper ke Alor lanjut ke Lombok. Siiippppoooh! Both of you are rrrrrrraaaawwwwksss πŸ˜€

  16. nonragil said: Tak ewang’in nendang, mbak. *tendangan langsung menuju Alor* hahahahahahahaha

    wahahahahahha ….Tekan Alor Fatah ngelu, bukan bukunya lagi yang bling bling, tapi ndase. qiqiqiqiiq…

  17. nulisaja said: waaah kamu ikutan nulis di buku ini ya? proud of you! selamat ya! πŸ™‚

    Iya, Mbak :)) Makasih yaaa… Saya juga pengin gabung lho sebagai PM kayak sampeyan πŸ˜€

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s