[Waisak Trip] Rendezvous ACI 2011

Pertemuan saya dengan teman-teman ACI 2011, lebih banyak dilakukan lewat dunia maya, kecuali mereka yang domisili di Jakarta. Kendati kami sempat dikumpulkan dan diberi arahan singkat di Gedung Transcorp pada awal Oktober tahun lalu, tapi interaksi kami sebatas perkenalan. Tidak intens. Kami tidak begitu kenal watak satu sama lain. Hanya lewat grup, milis, dan jejaring sosial kami saling menerka karakter masing-masing. Setidaknya, saya pribadi merasakan hal demikian.

Sudah dua kali trip bersama diadakan sekelar ACI. Pertama, di Tanakita, Sukabumi, Jawa Barat. Teman-teman camping gratis di area milik Rakata Adventure yang menjadi event organizer ACI Detikcom. Kedua, di Gua Jomblang, Gunung Kidul, Yogyakarta. Lagi-lagi trip murah dengan melakukan aktivitas tubing dan caving. Saya tidak ikut keduanya. Masalah niat, waktu, dan duit.

Tapi, trip yang ketiga ini, saya merasa sayang kalau tidak ikut. Aslinya sih dikompor-kompori oleh Mas Farchan. Apalagi ia telah menyiapkan rumahnya sebagai base camp kami selama Waisak Trip ini. Waktunya pun saya available, yakni pada 5-6 Mei. Saya kira, tidak akan habis banyak biaya juga. Maka, saya menyanggupi.

Koordinasi dengan Mbak Putri yang juga domisili di Surabaya, kami akan berangkat pada waktu yang berbeda, kendati harinya sama, yakni Jumat (4/5). Saya ingin naik kereta ekonomi. Tapi, berhubung akhir pekan dan saya belum pesan beberapa hari sebelumnya, maka saya putuskan langsung ke Terminal Bungurasih saja. Selepas Shalat Jumat, saya diantar Nuha, teman sekontrakan, naik motor ke halte bus dekat Bambu Runcing. Naik bus kota tujuan Bungurasih. Lalu, cari bus tujuan Yogyakarta. Saya dapat bus ekonomi AC, Mira. Ongkosnya Rp35 ribu. Mas Farchan dan Mbak Putri menyarankan bus Eka, sebenarnya. Tapi, saat tiba di terminal, Mira yang saya lihat. Tak berpikir panjang, saya naik itu.

Mengapa ke Yogyakarta? Tidak langsung ke Magelang? Lagi-lagi atas saran Mas Farchan. Tiba di Jogja, saya dan kawan-kawan ACI lainnya yang dari Jakarta bisa menyewa motor di sana. Lalu, berangkat ke Magelang. Bus sebenarnya bisa. Namun, akses ke rumah Mas Farchan ditutup sehingga mobil tidak bisa lewat. Saat Waisak pun akses menuju Candi Borobudur akan sangat sulit.

Sebelum berangkat ke Jogja, kami sudah koordinasi dengan teman-teman yang lain lewat grup. Terutama dengan Rosa dan Mas Farchan. Rosa domisili di Jogja. Ia yang mengkoordinasi motor yang akan kami sewa. Motor yang manual sewanya Rp40 ribu/hari. Sementara mesin matic, Rp50 ribu/hari. Hanya perlu meninggalkan ID Card.

Butuh kurang lebih 8,5 jam perjalanan bus dari Surabaya ke Yogyakarta. Beda tipis dengan kereta api ekonomi Pasundan yang saya naiki pas pulangnya.

Menilik waktu kedatangan saya yang menjelang tengah malam, atas saran seorang penumpang, saya tidak turun di Terminal Giwangan, Jogja. Tapi, saya turun di Janti. Sambung dengan ojek dengan bayar Rp25 ribu. Terlebih tujuan saya Jl. Sosrowijayan, kawasan backpacker di Malioboro. Lebih dekat dari Janti tinimbang Terminal Giwangan.

Saya tiba di Jl. Sosrowijayan kurang lebih pada pukul 22.30 menit. Saya menemui Bang Ian, rekan ACI yang berasal dari Jakarta. Ia dan Opa Fasial (Petualang ACI tertua kedua setelah Kak Nunuk) dan satu teman lagi menginap di Merapi Hotel. Hotel melati bertarif Rp245 ribu/malam. Saya menumpang tidur di tempat mereka. Berempat kami tumpek-blek dalam satu kamar.

Setelah meletakkan ransel, saya diajak Bang Ian cari makan. Tak jauh-jauh dari mulut Jl. Sosrowijayan. Malioboro tetap saja ramai. Tak pernah mati, sepertinya. Banyak teman yang bilang, makanan di sepanjang Malioboro rata-rata mahal. Mungkin, itu pula sebabnya Bang Ian mentraktir saya makan di warung mie di dekat ujung Jl. Sosrowijayan.

Kelar makan malam, kami balik ke hotel. Opa Faisal dan Bang Toni, temannya, telah lelap. Saya dan Bang Ian obrol-obrol sambil gelesor rebahan di lantai. Saya tidur meringkuk di atas alas selimut yang diberikan oleh Bang Ian.

SMS datang dari Rosa. Dia bersama Gilang lagi nongkrong di Tugu. Saya malas keluar. Sudah capek pula ini badan. Saya minta ketemu keesokan harinya.

Menjelang Subuh, Bang Ian naik ke kasur. Ia yang awalnya hanya tidur berkaos kutung di lantai tanpa alas, rupanya tak tahan dingin. Saya pun atas saran Bang Toni yang telah bangun, langsung beranjak ke atas kasur. AC-nya memang kencang dan langsung memapar tubuh kurus saya. Mana Opa ngorok keras sekali. Groooookkkk… Groooookkkk… Tak ubahnya mesin diesel.

Sementara itu, teman-teman lainnya yang dari Jakarta akan tiba menjelang Subuh. Dua kloter. Diki Irawan, Satu Cahaya Langit, Nora Lestari, dan Andi Fachri naik kereta eksekutif Taksaka. Sementara itu, Dinda Nasution, Bang Al, Titiw Akmar, dan Umen berangkat dengan kereta eksekutif Argo Lawu.

Kami berjumpa pagi harinya. Rasanya? Senaaaaaaaaaaaaang!!! Petualangan bareng teman-teman ACI pun dimulai!

Foto oleh @umenumen

Iklan

20 thoughts on “[Waisak Trip] Rendezvous ACI 2011

  1. lafatah said: otor yang manual sewanya Rp40 ribu/hari. Sementara mesin matic, Rp50 ribu/hari. Hanya perlu meninggalkan ID Card.

    apa nama persewaaannya Tah? :DMinat neh ntar akalau ke Jogja 🙂

  2. lafatah said: Saya tiba di Jl. Sosrowijayan kurang lebih pada pukul 22.30 menit. Saya menemui Bang Ian, rekan ACI yang berasal dari Jakarta. Ia dan Opa Fasial (Petualang ACI tertua kedua setelah Kak Nunuk) dan satu teman lagi menginap di Merapi Hotel. Hotel melati bertarif Rp245 ribu/malam.

    di daerah ini kayaknya terkenal harganya mahal yak? aku pernah juga hunting di sini bareng Adith malah 250 rb/ malam 😀

  3. wah bertemu dengan orang2 yang mempunyai satu kegemaran yang sama memang pastinya jadi berasa spesial banget ya…terus ke Magelang berarti kapan? acara waisaknya di borobudur ya?

  4. ivoniezahra said: apa nama persewaaannya Tah? :DMinat neh ntar akalau ke Jogja 🙂

    Ntar saya tanyain sama Rosa ya? Katanya sih penyewaan motornya dekat sama kampusnya, Shanata Darma. Wait yaaaa…

  5. ivoniezahra said: di daerah ini kayaknya terkenal harganya mahal yak? aku pernah juga hunting di sini bareng Adith malah 250 rb/ malam 😀

    Kalau tempatnya makin jauh dari mulut jalan dan masuk-masuk gang gitu, justru bisa dapat yang murah, mbak.Kalau mau lebih murah lagi, penginapan di selatan alun-alun saja.Saya lupa namanya, soalnya nginap di sana tahun 2010 😀

  6. nanazh said: wah bertemu dengan orang2 yang mempunyai satu kegemaran yang sama memang pastinya jadi berasa spesial banget ya…terus ke Magelang berarti kapan? acara waisaknya di borobudur ya?

    Betul banget. Apalagi lama tidak bertatap muka dengan mereka. Senang sekali! Dan, obrolan kami tak jauh-jauh dari jalan-jalan. Hehehe…Berbagi kabar, cerita, pengalaman, dan passion itu rasanya uuuyeaah! :DKe Magelang hari Sabtu pagi. Acara Waisak-nya hari Minggu. Nanti akan saya tulis sambungannya 🙂

  7. Boleh masuk ke borobudur pas hari waisaknya, liat ritualnya gt? Punya mimpi pengen liat ritual waisak di borobudur dan liat ritual nyepi di bali:-)

  8. aniadami said: Boleh masuk ke borobudur pas hari waisaknya, liat ritualnya gt? Punya mimpi pengen liat ritual waisak di borobudur dan liat ritual nyepi di bali:-)

    Acara Waisak terbuka untuk umum kok, Mbak.Tapi, kemarin sempat terjadi hal yang merusak kekhusyu’an ritual ummat Buddha.Bisa dibaca di tulisan Mas Farchan di http://efenerr.wordpress.com/2012/05/08/fotografer/Ayooo, diwujudkan impiannya tahun depan :))

  9. Wah seru no, reunian… aku mau klik blognya Mas Farchan ah.Aku pernah naik Eka dari Bungurasih ke ngGiwangan, ketoke lebih mahal dari 35ribu. Murah yang Mira no ya berarti. Gak sampai 6 jam malah waktu itu…

  10. tintin1868 said: jadi ceritanya ketemu waisak disana? ini banyak acara reunian ya..

    Betul sekali, Mbak.Kebetulan acaranya juga pas weekend, dan event-nya memang langka, jadi momen pas buat kumpul-kumpul sembari traveling bareng 😀

  11. sittisadja said: Aku pernah naik Eka dari Bungurasih ke ngGiwangan, ketoke lebih mahal dari 35ribu. Murah yang Mira no ya berarti. Gak sampai 6 jam malah waktu itu…

    Eka kan bus eksekutif :))Mira ekonomi AC :DLebih cepat lagi naik Sumber Kencono. The legend 😀

  12. lafatah said: Eka kan bus eksekutif :))Mira ekonomi AC :DLebih cepat lagi naik Sumber Kencono. The legend 😀

    Oooww yang suka diplesetin sumber bencono itu ya, wkwkwk

  13. sittisadja said: Oooww yang suka diplesetin sumber bencono itu ya, wkwkwk

    Iyoooo… Kata Mas Farchan yang seorang bismania, Sumber Kencono ini punya pelanggan tetap, yakni para penglaju. Yang mungkin kerja di Solo, tapi menetap di Yogya. Jadi, mereka cepat sampai tujuan 😀 Asalkan tujuannya bukan akhirat lho ya 😀

  14. itsmearni said: wah dari dulu pengen liat acara waisak di Borobudurbelum kesampaian nih*niatin taun depan*

    Aamiin…Saya tidak pernah meniatkan malah. Hehehe…Alhamdulillah, dipertemukan dengan teman-teman yang doyan jalan-jalan.Adaaaa aja ide untuk destinasi berikutnya 🙂

  15. lafatah said: Aamiin…Saya tidak pernah meniatkan malah. Hehehe…Alhamdulillah, dipertemukan dengan teman-teman yang doyan jalan-jalan.Adaaaa aja ide untuk destinasi berikutnya 🙂

    hihihi emang enaknya klo dadakan sihklo diniatin trus gak kesampean, kecewanya kadang lebay xixixi

  16. itsmearni said: hihihi emang enaknya klo dadakan sihklo diniatin trus gak kesampean, kecewanya kadang lebay xixixi

    hu’um, mbak!kalo spontan, biasanya lebih seru :))karena akan penuh kejutan. kalo ditata perjalanannya, kagak asyik 😀

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s