Menulis, Bertani, Menyelam

Saya sedang mengagumi Farid Gaban. Sedang belajar sedikit demi sedikit ilmu jurnalistik dari ‘tweet’, blog, juga artikel-artikelnya yang tersebar di internet.

Kemarin, editor saya di Indonesia Kreatif, Mas Tri, menyarankan untuk membuat ‘feature’, salah satu jenis tulisan jurnalistik. Selain buku Jurnalisme Dasar Luwi Ishwara yang saya jadikan referensi, saya pun cari tahu via internet. Materi tentang ‘feature’ yang ditulis oleh Farid Gaban pun saya temukan. Serap informasinya yang ia tuturkan dengan lugas dan enak dibaca, saya langsung praktek. Alhamdulillah, seharian tadi menggarap ‘feature’ liputan saya di acara Surabaya Muda Festival 2012. Kelar pula akhirnya. Terima kasih, Om Farid Gaban.

Sejak saya membaca ‘Meraba Indonesia’ yang ditulis rekan seperjalanannya, Ahmad Yunus, saya pun mencari tahu tentang mereka berdua. Saya minta sebagai teaman di Facebook. Twitter Om Farid (@fgaban) saya ‘follow’. Tak rugi rasanya. Karena ‘tweet’-nya senantiasa informatif. Jujur, saya banyak belajar.

Dan, rendah hatinya dia, dia pun tak pelit untuk mem-‘follow back’ saya.

Kala memutar video dari kepingan DVD yang diselipkan di buku ‘Meraba Indonesia’ pun, tertayang dirinya dengan kaus putih sederhana. Menuturkan a la narasumber dokumenter dengan gaya yang rendah hati. Saya kian kagum. Tak tampak dirinya yang bangga tengah melakukan perjalanan hebat. Hebat di mata saya. Bagaimana tidak? Keliling Indonesia dengan sepeda motor.

Ahmad Yunus yang anak gunung berkolaborasi dengan Farid Gaban yang doyan menyelam. Klop! Bahkan, di ‘bio twitter’-nya, Farid Gaban mewakilkan dirinya dengan tiga aktivitas: menulis, bertani, menyelam. Mantap!

Blog-nya di rakatacenter.wordpress.com pun berguna sekali untuk menambah ilmu jurnalistik. Mulai dari hal-hal ‘sepele’ seperti EYD hingga media massa dengan segala komplesitasannya, ditulis di situ. Tetap, bahasanya cair, lugas, sederhana, tidak rumit, dan mudah diserap oleh siapapun, saya kira.

Berharap bisa bertemu beliau suatu hari nanti dan berbincang-bincang.

Me-time at Copy Paste
16 Mei 2012

Iklan

45 thoughts on “Menulis, Bertani, Menyelam

  1. lafatah said: @Mbak Aniez: kayak gimana orangnya, mbak? Asyik yak? #kepo

    hahahahaha…ntar kalo ketemu ngobrol sendiri aja..seringnya dia di wonosobo toh

  2. @Mbak Aniez: hahaha… Berarti apa yang tertuang di ‘bio twitter’nya benar. Kalo ia tinggal di Jakarta, nggak mungkin ia bertani. Kecuali bertani hidroponik. Wkwkwk@Mbak Helene: Langsung pesan saja di penerbitnya, Mbak. http://Www.serambi.co.id. Meraba Indonesia saya juga telah berpindah tangan. Kudu beli lagi. Layak koleksi.@Mas Sidiq: Gimana seminarnya? Asyik nggak? Jujur, saya makin kepincut sama dunia jurnalistik, plus traveling tentu saja. Mirip tulisan Ayos? Hahaha… Entah siapa yang ngikut. Yang pasti, aku termasuk pembaca militan hifatlobrain. Jadi, kesimpulannya? Hehehe

  3. nonragil said: Penasaran ama Meraba Indonesia, tahun lalu nyari ke Gramedia, belum ke luar, eh kemarin bln Feb, malah lagi kosong 😦

    mogamoga kalu ke indonesia lagi pasti ada..

  4. lafatah said: @Mbak Aniez: kayak gimana orangnya, mbak? Asyik yak? #kepo

    kerja di tempat m.niez aja tah.. ketemu orang asikasik..*masih mengiri pelukan sama CP..

  5. nonragil said: Penasaran ama Meraba Indonesia, tahun lalu nyari ke Gramedia, belum ke luar, eh kemarin bln Feb, malah lagi kosong 😦

    hubungi langsung aja orangnya, ntar kan dikasih. lengkap pake tanda tangan. Helene kontaknya Yunus di fb kan?

  6. enkoos said: hubungi langsung aja orangnya, ntar kan dikasih. lengkap pake tanda tangan. Helene kontaknya Yunus di fb kan?

    Setuju dengan saran Mbak Evia :))

  7. tintin1868 said: asik ya ketemu orang yang benerbener membumi..

    Sangaaaat asyik dan suka, mbak. Seakan tidak ada jarak. Kan, kadang kalau orang merasa dirinya hebat, ia membuat jarak dengan orang biasa. Bisa jadi karena ekspektasi terhadap dirinya yang terlalu muluk, ia pun jadi tidak mau mengenal orang lain lebih dalam.

  8. wikan said: kalau istilah segede Gaban gitu apa lihat Pak Farid ya? 🙂

    Hahaha…Mudahan Om Farid baca ini :))Gaban itu tokoh film buatan Jepang bukan sih?

  9. enkoos said: wah jadi pengen ketemu Farid Gaban.

    Ayo kita ajak kopdar, Mbak :))Teman kontrakan saya yang saat pelatihan Pengajar Muda, sempat diberikan materi menulis oleh duo Farid Gaban dan Ahmad Yunus. Saya ngiri sekali 😀

  10. Aku pernah ketemu mereka berdua pas launching buku meraba indonesia di pameran buku tahun lalu. Aku bnyk ngobrol dng mas yunus, mas faridnya wira wiri mulu:-)

  11. aniadami said: Aku pernah ketemu mereka berdua pas launching buku meraba indonesia di pameran buku tahun lalu. Aku bnyk ngobrol dng mas yunus, mas faridnya wira wiri mulu:-)

    Hehehe… Itu Om Farid wara-wiri karena sibuk melayani obrolan hadirin apa gimana?Dengan Mas Yunus, saya waktu ke Lampung, sempat janjian bertemu. Sayang, posisi kami sudah di Way Kambas dan bakal menuju barat. Sementara ia ada di ujung selatan. Nggak ketemu.

  12. enkoos said: hubungi langsung aja orangnya, ntar kan dikasih. lengkap pake tanda tangan. Helene kontaknya Yunus di fb kan?

    Oh iya…., aku kontaknya mas Yunus. Ntar deh aku hubung’in langsung. Suwun mbak, dah diinget’in gimana caranya dpt buku Meraba Indonesia bonus tanda tangan penulisnya.

  13. nonragil said: Oh iya…., aku kontaknya mas Yunus. Ntar deh aku hubung’in langsung. Suwun mbak, dah diinget’in gimana caranya dpt buku Meraba Indonesia bonus tanda tangan penulisnya.

    Aku dapetin Meraba Indonesia juga pake cara itu. Bukunya belum dilaunching, penulisnya wis tak uber uber sampek jembek. Hahahahaha …Sampe dibilang ama Yunus “nanti tak tambahi cap jempolnya Neira” Gak trimo tanda tangannya Yunus, tapi tanda tangannya Dewi (istrinya Yunus) plus cap jempolnya Neira. Dasar gendeng.

  14. lafatah said: Ayo kita ajak kopdar, Mbak :))Teman kontrakan saya yang saat pelatihan Pengajar Muda, sempat diberikan materi menulis oleh duo Farid Gaban dan Ahmad Yunus. Saya ngiri sekali 😀

    Hayokkk.Dia katanya di Wonosobo. Janjian bulan Juli po?

  15. tintin1868 said: nanti pasti fatah ketemu lagi deh sama beliaubeliau itu..

    aamiin… Insya Allah, mbak. Saya yakin bertemu mereka berdua 🙂

  16. lafatah said: Awal Juli sih, belum masuk puasa :))Siiip yooo 😀

    Diplot tanggale Tah, enake kapan.Insya Allah awal Juli aku di Jogja dan sekitarnya.

  17. enkoos said: Diplot tanggale Tah, enake kapan.Insya Allah awal Juli aku di Jogja dan sekitarnya.

    Sekitar tanggal 4-8 yo, mbak :))Weekend itu :DWonosobo lebih dekat dari Jakarta bukan sih?

  18. lafatah said: Sekitar tanggal 4-8 yo, mbak :))Weekend itu :DWonosobo lebih dekat dari Jakarta bukan sih?

    Mbuh deket kemana, yang jelas lebih deket kalau dari Jogja. Itu kan deket Dieng

  19. enkoos said: Mbuh deket kemana, yang jelas lebih deket kalau dari Jogja. Itu kan deket Dieng

    Yoi, barusan ngecek. Surabaya – Jogja – Magelang – Wonosobo :))So, mari! 🙂

  20. rengganiez said: kang Farid juga sering di Jakarta…kalo pada mau janjian telpon2 dulu biar gak ketlisipan ntar..

    aku ra nduwe nomer telepone kang Farid.Piye enake mbak?

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s