The Road Not Taken – Robert Frost


Dua Jalan bercabang dalam remang hutan kehidupan,
Dan sayang aku tidak bisa menempuh keduanya
Dan sebagai pengembara, aku berdiri lama
dan memandang ke satu jalan sejauh aku bisa
Ke mana kelokannya mengarah di balik semak belukar
Kemudian aku memandang yang satunya, sama bagusnya
Dan mungkin malah lebih bagus
Karena jalan itu segar dan telah melewatinya
juga telah merudukkan rerumputannya,
Dan pagi itu keduanya sama sama membentang
Di bawah hamparan dedauan rontok yang belum terusik
Oh, kusimpan jalan pertama untuk kali lain !
Meski tahu semua jalan berkaitan
Aku ragu akan pernah kembali.
Aku akan menuturkannya sambil berdesah
Suatu saat berabad-abad mendatang
Dua jalan bercabang di hutan, dan aku …
Aku menempuh jalan yang jarang dilalui
Dan itu mengubah segalanya.


English version


Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;


Then took the other, as just as fair,
And having perhaps the better claim,
Because it was grassy and wanted wear;
Though as for that the passing there
Had worn them really about the same,


And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black.
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back.


I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood, and Iβ€”
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.




Robert Frost lahir di San Fransisco, California, 26 Maret 1874 dan meninggal pada umur 88 tahun.

———————————————————————————————————-
Sejak membaca potongan puisi Robert Frost ini di buku “Seperti Sungai yang Mengalir” karya Paulo Coelho, saya seakan menemukan ‘pencerahan’. Ternyata, apa yang saya pikirkan saat ini, sudah ada yang memikirkan puluhan tahun yang lalu. Dan, saya benar-benar jatuh cinta pada puisi ini. Paulo Coelho pun demikian, saya kira. Kalau memang ia tidak cinta, tentu tak sampai ia ‘abadikan’ melalui kutipan di bukunya, kan?

Puisi ini saya temukan di salah satu blog, setelah googling. Versi bahasa Inggrisnya pun demikian.

Tak ada maksud apa. Hanya ingin menguatkan keyakinan saya saja. Menguatkan prinsip. Terlebih sejam yang lalu, saya dan teman sekontrakan berdiskusi tentang MLM, pilihan hidup, makna gelar (ada pula dibahas dengan begitu kontemplatif dan retorik di buku “Seperti Sungai yang Mengalir”), dan beda motivasi dengan inspirasi.

Saya kira, puisi ini bisa mewakili keyakinan saya atas sebuah pilihan hidup.

Iklan

6 thoughts on “The Road Not Taken – Robert Frost

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s