Teman sekontrakan menulis tentang saya.
“Menginfeksi satu sama lain melalui hobi (yang semoga termasuk kebaikan)… Aamiin…”

pafirus

Setiap orang punya cara untuk memberi kenangan masing-masing. Bagaimana seseorang mengenang sesuatu pun berbeda-beda. Presiden dikenang karena jabatannya. Pemain sepak bola diingat karena gol-golnya. Penulis akan dikenang lewat ceritanya.

Entah kenapa saya ingin menulis tentang teman saya. Seorang penulis. Suka berpetualang, baik raganya maupun jiwanya. Kata Paulo Coelho, penulis memang akan lebih baik jika suka berkelana. Pikirannya. Begitu pula dengan LaFatah, teman saya. Anaknya kurus kerontang (ini bukan hiperbola) dan rambutnya keriting non-gaul (seperti orang timur kebanyakan). Terkadang saya suka menyebutnya ‘teman luar pulau’. Kadang kalau mendengar dia bicara bahasa Sasak, saya jadi ingat kalau rumahnya jauh. Seingat saya dia tidak punya rumah. Nomaden. Sebagai seorang nerdian-like, setiap hari suka mengurung diri di kamar untuk membaca buku dan terpaku di depan notebook. Seperti kebanyakan penulis, dia sudah mempunyai beberapa buku yang dijual di toko-toko buku. Semuanya tentang perjalanannya (travel). Tagline-nya ‘Kalau kau merasa miskin, jalan-jalanlah’.

‘Tribute to LaFatah’. Sungguh, saya…

Lihat pos aslinya 339 kata lagi

Iklan

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s