Berbondong Menuju Ampera

Berbondong Menuju Ampera

Awalnya, saya mengira Palembang itu seperti Bandar Lampung atau Bengkulu. Kota kecil. Tapi, begitu memasuki Palembang, saya langsung bergumam, “Mirip Surabaya, ya sekilas?” Ramai, macet. Apalagi di pusat keramaian yang sekaligus tetenger kebanggan masyarakat Palembang: Jembatan Ampera.

Masih sore hari seusai menyantap martabak HAR dan es kacang merah nan lezat di seberang Masjid Agung Palembang, Jembatan Ampera sudah mulai memacet. Kendaraan lalu-lalang baik dari arah Seberang Ulu maupun Seberang Ilir. Apalagi pada malam hari. Jangan ditanya. Lampu-lampu kendaraan berkolaborasi dengan lampu-lampu jembatan membentuk harmonisasi cahaya yang elok dipandang mata dari kejauhan.

N.B.: Foto ini diikutkan pada Turnamen Foto Perjalanan Ronde 6 bertema Kota.

Iklan

16 thoughts on “Berbondong Menuju Ampera

    • iya, mbak.
      waktu itu mau nyebrang ke arah Masjid Agung, eh ada jembatan penyeberangan, ya sudah kami lewat sana. dan, ternyata okeh juga motret dari situ 🙂 termasuk motret masjidnya 😀

      • 4 kali ke ampera selalu malam kalu keluar.. pagipagi udah sibuk meeting.. ga sempet jajan kuliner pagi hari.. sekalinya ada sepupu nikah, itupun datangnya malam.. paginya pulang..

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s