Indonesia Itu Sebelah Mananya Lombok?

Terus terang, Visit Lombok Sumbawa 2012-lah yang menjadi salah satu motivasi saya untuk menulis Travelicious Lombok. Mungkin itu yang disebut sebagai keberuntungan: bertemunya antara kesempatan dan kemampuan. Saya dapat kesempatan dari penerbit untuk menulis. Di sisi lain, saya merasa bahwa saya mampu.

Saya juga mencoba menerjemahkan ‘kesempatan’ itu berupa momentum yang tepat. Traveling di Indonesia sedang bangkit. Larisnya buku-buku traveling yang diterbitkan oleh B-First (lini Bentang Pustaka) adalah salah satu indikasinya. Sementara itu, pemerintah Provinsi NTB juga tengah mencanangkan program Visit Lombok Sumbawa 2012 yang menargetkan kunjungan 1 juta wisatawan pada tahun terseut.  Di sisi lain, belum ada buku traveling Lombok yang diterbitkan oleh penerbit tersebut. Pas! Saya menyebutnya anugerah.

Saat menulis catatan ini, saya teringat pada reminder yang saya buat pada 2010. Saya telusuri. Ketemu! 14 November 2012. Di Nokia saya yang buluk, kalimat reminder itu ternyata belum saya hapus. Begini bunyinya.

Kenapa aku harus nulis buku ini?

LOMBOK!

Visit Lombok Sumbawa 2012

Pengen warisin kamera ke OKI.

Pengen punya buku traveling.

Pengen banggain ortu

Itulah kalimat cambuk yang saya buat untuk memotivasi diri kala mulai menyusun buku ini. Pengalaman menulis buku solo pertama bagi saya. Kendalanya memang terasa sekali. Berat. Saya yang terbiasa menulis di blog berupa postingan pendek, harus belajar untuk memanjangkan napas saat menulis.

Kala Travelicious Lombok akhirnya terbit, saya sempat berharap adanya dukungan dari pemerintah Provinsi NTB. Entahlah berupa promosi dari pihak mereka atas buku saya ini. Untuk itulah, di pikiran cupu saya ini juga atas dukungan bapak, saya kirimkan satu eksemplar untuk Kepala Dinas Pariwisata NTB di Mataram. Saya selipkan surat yang saya ketik sendiri. Semacam surat pengantar.

Ada balasan dari Sang Kepala Dinas berupa ucapan terima kasih.

Kala mengingat itu kembali, saya tertawa-tawa sendiri dalam hati. Sebegitu berharapnya saya akan tanggapan lebih dari dinas. Mungkin diundang untuk promosi buku dalam forum-forum wisata yang diadakan di Lombok. Atau diundang untuk berbincang empat mata dengan beliau.. Tapi, saya memang harus belajar untuk tidak terlalu berharap pada itu. Tidak terlalu berharap pada birokrat. Saya harus belajar untuk tidak minta pamrih. Saya harus belajar untuk meluruskan niat.

Saya harus kembali pada niat semula menulis Travelicious Lombok. Ada visi yang lebih besar dari sekadar ingin eksis melalui karya. Lombok. Ya, demi Lombok. Agar orang-orang yang membaca buku saya, tertarik ke Lombok. Mereka bisa terbantu menyusun itinerary dan memperkirakan dana. Mereka bisa datang ke Lombok dan menikmati pesona alam, kelezatan kuliner, budaya, juga berinteraksi dengan orang-orangnya. Saya berharap efek berikutnya adalah masyarakat mendapatkan manfaat secara ekonomi.

Muluk? Sok?

Kaos yang dijual di sekitar jalan menuju Makam Bung Karno, Blitar

Kaos yang dijual di sekitar jalan menuju Makam Bung Karno, Blitar

Terserah orang menganggapnya apa. Tapi, saya kira itulah impian. Cita-cita yang harus digantungkan setinggi bintang-bintang di langit, sebagaimana Bung Karno berucap. Kalaupun tidak tergapai, saya kira bukan perkara terlalu ketinggian. Tapi, usaha yang belum maksimal. Atau, butuh proses dan pencapaian-pencapaian kecil terlebih dahulu. Ibaratanya anak tangga, pencapaian-pencapaian kecil itu nantinya yang akan membantu untuk ‘memetik’ buah cita-cita yang tinggi tersebut.

Lantas, setelah dua tahun berjalan, bagaimana capaian dari Visit Lombok Sumbawa 2012?

Data yang dihimpun Wego Indonesia dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat menyebutkan, jumlah wisatawan ke Lombok meningkat 36% pada semester pertama 2012 dibandingkan dengan semester pertama 2011. Jumlah wisatawan ke Lombok pada Januari – Juni 2012 tercatat hampir 500 ribu. Sehingga, untuk mencapai target kunjungan 1 juta yang tercanangkan dalam Visit Lombok Sumbawa tak akan sulit mengingat jumlah kunjungan semester ke dua selalu naik.

Dari situs pencari Wego.com pun terbaca kecenderungan kalau jumlah wisatawan asing meningkat 47%  pada semester tersebut dibandingkan tahun lalu. Tentu, dilihat dari angka kunjungan, jumlah wisatawan lokal masih dominan.

Pada Januari – September 2012, lebih dari setengah pengguna Wego di 52 negara yang mencari informasi tiket pesawat ke Lombok, mengakses informasi ini dari Indonesia melalui Wego.co.id. Lainnya,  diakses dari luar negeri, seperti melalui Amerika Serikat, Singapura, Australia, dan Malaysia. Yang paling mengejutkan, jumlah pencarian dari Amerika Serikat melonjak menjadi 20% dari total pencarian global.

Bali mungkin masih yang paling banyak dicari, tapi Lombok pun makin populer seiring dengan makin mudahnya masyarakat mengakses informasi mengenai Lombok secara online. Bisa diperkirakan, faktor ini dapat meningkatkan angka kunjungan ke Lombok,” jelas Graham Hills, Managing Director Wego Indonesia.

Apa yang diomongkan Hills ini saya aminkan. Dari salah satu karyawan di sebuah hotel di Pantai Mandalika, Lombok Tengah, pada 2010 saya dapat informasi kalau para surfer asing akan pindah ke Lombok jika tidak dapat ombak dan cuaca bagus di Bali. Mereka memantaunya secara online sebelum memutuskan ke Lombok.

Selain bisa ditempuh dengan ferry, wisatawan menuju Lombok dengan memanfaatkan jasa penerbangan. Sepanjang tahun ini, maskapai penerbangan favorit mereka adalah Lion Air. Sebanyak 57% peselancar Wego Indonesia yang pergi ke Lombok pada Januari-September 2012 memilih Lion Air. Sementara itu, satu dari lima orang memilih Garuda Indonesia. Sisanya alias hampir 15% menggunakan Batavia Air. Jakarta dan Surabaya masih jadi kota keberangkatan populer.

Adapun pengakses Wego di luar negeri yang hendak berwisata ke Lombok juga akrab dengan Lion Air. Setidaknya, satu dari tiga di antaranya memilih Lion Air pada penerbangan Januari-September 2012. Lainnya, hampir 29% menggunakan Garuda Indonesia, 6% menggunakan Singapore Airlines, dan 6% menggunakan Batavia Air.

Seiring kabar Air Asia membuka rute Kuala Lumpur – Lombok dengan penerbangan perdana pada 12 Oktober 2012, terjadi lonjakan pemesanan tiket pesawat  ini melalui Wego. Tercatat pada September 2012, hampir 5% total pengguna Wego di luar negeri yang akan pergi ke Lombok memilih Air Asia.

Tak dipungkiri kalau pembukaan rute baru ini sebagai efek domino dari dioperasikannya Bandara Internasional Lombok. “Akses ke Lombok makin mudah dengan rute baru tersebut. Jumlah wisatawan pun meningkat dan memicu pertumbuhan industri perhotelan di Lombok, ” jelas Hills.

Ya, industri perhotelan di Lombok memang bergeliat. Tahun 2012 saja tercatat penambahan 40 unit hotel berbintang dengan total kamar mencapai 2.453 unit. Jumlah pencarian hotel di Lombok melalui situs pencari Wego juga meningkat 10 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Kebanyakan berasal dari Jakarta (53%) dan Surabaya yang mencapai hampir 10% dari total pencarian.

Berikut ini lima hotel terfavorit bagi pengguna Wego di Indonesia:

Santosa Villad and Resort

Novotel Lombok Hotel

Bidadari Hotel

Kuta Indah Hotel

Puri Mas Boutique Resorts & Spa

Jumlah pencarian hotel di Lombok oleh pengguna Wego di luar Indonesia juga mengalami peningkatan. Yang terbanyak berasal dari Singapura, Australia dan Amerika Serikat.

Membaca paparan data yang dihimpun oleh Wego Indonesia di atas, saya optimis dengan kemajuan pariwisata Lombok. Visit Lombok Sumbawa 2012 dengan target kunjungan 1 juta wisatawan bukan isapan jempol semata.

Optimisme tersebut kian berkobar kala melihat antusiasme dari pemerintah NTB yang mengadakan ragam event budaya tiap tahun. Begitu pula meningkatnya pertumbuhan hotel dan layanan di tempat-tempat wisata di Lombok. Serta, yang paling jelas saya rasakan adalah gairah teman-teman di grup Lombok Backpacker dalam mencari informasi sekaligus kawan jalan untuk  wisata ke Lombok.

Saya bermimpi, kelak takkan lagi terpasang slogan Visit Lombok Sumbawa sebagaimana tidak ada slogan Visit Bali. Dan, Lombok bisa secemerlang pulau tetangganya di mata wisatawan mancanegara.

Dan, akan menggelitik rasanya kalau ada yang bertanya, “Indonesia itu sebelah mananya Lombok?”

Iklan

32 thoughts on “Indonesia Itu Sebelah Mananya Lombok?

  1. Kayak Bali tuh.. sering kan orang2 nanya.. “Indonesia sebelah mananya Bali?” :)) Tapi dari aku pribadi sih yang baru ke Lombok beberapa bulan lalu.. Lombok itu menyenangkan banget. dan orang2nya super ramaaah.. I super love lombook! 😀

    • Betul banget, Kak Tiw 🙂
      Saya juga optimis kelak Bali-Lombok akan jadi satu paket yang bikin bule bertanya, “Indonesia itu sebelah mananya Bali-Lombok?” Aheyyy!!! 😀

      Jadi, kapan ke Lombok lagi? 🙂

  2. Sepakat, Lombok memang luar biasa indah. Tapi rasanya agak sayang mencemari kedamaiannya dengan berlomba2 mendatangkan banyak turis dan membangun hotel-hotel mewah,
    -seseorang yang sebal dengan keramaian pantai Bali sekarang ;p –

    • Semoga pemerintah NTB lebih bijak dalam menyikapi hal ini. Pemberian izin mendirikan bangunan yang tidak selalu berorientasi pada bisnis semata tapi juga pada pembangunan pariwisata berkelanjutan. *skripsi saya banget* :)))

  3. lafatah said: “Cita-cita yang harus digantungkan setinggi bintang-bintang di langit, sebagaimana Bung Karno berucap. Kalaupun tidak tergapai, saya kira bukan perkara terlalu ketinggian. Tapi, usaha yang belum maksimal. Atau, butuh proses dan pencapaian-pencapaian kecil terlebih dahulu. Ibaratanya anak tangga, pencapaian-pencapaian kecil itu nantinya yang akan membantu untuk ‘memetik’ buah cita-cita yang tinggi tersebut.”

    eM!

    • Ya, masalah kendaraan umum ini juga masih kendala, Mas. Jika Lombok memang ingin seperti Bali, transportasi harus dibenahi. Kalau memang tidak ingin orang Lombok ramai-ramai membeli motor, ya transportasi umumnya harus oke.

    • Ahahaha… Kalo kata Mbak Dina DuaRansel, biasanya sih orang Amerika, apalagi yang agak pedalaman gitu yang nggak ngeh dengan nama ‘Indonesia’. Kalau bule Australia dan Eropa masih tahu 😀

  4. Ping-balik: Saya Jatuh Cinta Dengan Lombok | titiw.com

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s