Melanglangbuanalah Sampai Waktumu Hilang

Sendiri

Melanglangbuanalah sampai waktumu hilang. Demikian perkataan Piet Djata, ayah teman saya. Sebuah kalimat ‘sakti’ yang membuat saya tertegun siang itu di warung makan, saat kami mengobrol. Kalimat yang langsung saya catat di kepala, tuliskan di status Facebook, dan coba ‘abadikan’ dalam buku Love Journey.

Saya hanya tersihir dengan kata-kata beliau. Tak lebih. Memacu untuk terus melanglangbuana. Hingga detik terburai jadi abu. Fana.

Dan, itulah yang membuat saya mencoba untuk terus melangkahkan kaki.

Foto di Kawah Putih, Bandung, ini diikutsertakan dalam Turnamen Foto Perjalanan ronde ke-16.

Iklan

5 thoughts on “Melanglangbuanalah Sampai Waktumu Hilang

  1. Ping-balik: Fian Si Pejalan | Setapak Aksara

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s