Para Pecandu Buku Berpesta di Malang

Atas pinta Mas Ihwan, pimpinan Mozaik Indie Publisher, saya menulis rilis pers untuk dimuat di HaloMalang. Alinea ke-11 ditambahkan oleh Mas Ihwan. Silakan disimak, kawan! 🙂

Para Pecandu Buku Berpesta di Malang

Para pecandu buku di Malang bersorak gembira. Mereka terwadahi dalam sebuah acara bertajuk “Book Junkies Party”. Acara tersebut digagas oleh Mozaik Indie Publisher bekerja sama dengan HaloMalang dan Puspita FM di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Malang pada Minggu (09/06).

Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut diawali dengan bedah buku “Kabut dalam Cahaya” karya Adhi Widiyanto. Buku tersebut merupakan kumpulan cerpen yang diterbitkan oleh Mozaik Indie Publisher.  Buku setebal 105 halaman itu dibedah oleh Mashdar Zainal, seorang cerpenis yang juga novelis.

“Adhi menulis cerpen-cerpennya dengan bahasa yang sederhana. Kebanyakan kisahnya sendu dan menguras air mata. Apakah itu terkait oleh pengalaman penulisnya?” Mashdar mengupas buku bersampul dominan biru sambil mengarahkan pandangan ke Adhi. Adhi menuturkan, ide-ide cerpennya banyak terinspirasi dari pengalaman nyata. Ia juga bereksperimen dengan gaya surat-menyurat dalam salah satu cerpennya yang berjudul “Surat Untuk Salsabila”. “Cerpen itu saya tulis dalam waktu 1 jam saja,” ungkap penulis yang banyak membaca karya Kang Abik, Sherlock Holmes, dan buku-buku motivasi.

Anggota Forum Lingkar Pena Malang tidak hanya larut dalam cerpen-cerpen yang bernuansa haru biru. Dalam salah satu cerpen berjudul “Arti Persahabatan”, ia menggambarkan suasana yang jenaka. “Inilah cerita yang paling beda di antara sembilan cerpen dalam buku ini,” kata Mashdar.

Acara dilanjutkan dengan bedah buku “Book Junkies: Catatan Para Pecandu Buku” yang ditulis oleh Ihwan Hariyanto, dkk. Selain ia, hadir juga tiga kontributor dalam buku bersampul komikal tersebut, antara lain: Lalu Abdul Fatah, Ivonie Zahra, dan Avizena Zen. Bedah buku sesi kedua tersebut diampu oleh Fauziah Rachmawati.

Ki-ka: Ihwan Hariyanto, Ivonie Zahra, Avizena Zen, saya

Ki-ka: Ihwan Hariyanto, Ivonie Zahra, Avizena Zen, saya

Fauziah membuka dengan gaya yang provokatif, “Mana sampul depan yang menarik dari tiga buku ini?” katanya sambil menunjukkan tiga buku ke arah hadirin. Memang tidak semua memilih ‘Book Junkies’, tapi hadirin kian dibetot perhatiannya ketika Fauziah mengulik lebih jauh isi buku yang ditulis oleh 21 orang tersebut.

“Buku ini berisi pengalaman orang-orang yang mencintai buku. Ada penulis yang sampai mencuri buku demi memuaskan hasrat bacanya. Paling menarik adalah pengalaman Naziah yang meminta mahar buku lima lemari pada calon suaminya,” kupas Fauziah.

Dalam buku setebal 150 halaman itu, Ihwan Hariyanto yang juga pimpinan Mozaik Indie Publisher, menyumbangkan tulisan berjudul ‘You’re My First, My Last, My Everything’. Di situ, ia menceritakan bagaimana ia yang seorang anak bawang memiliki hobi membaca. Suatu hobi yang di zaman dia masih kecil belum bisa disebut sebagai hal yang membanggakan.

“Bukulah yang mendorong saya jadi penulis. Setelah itu, memacu saya untuk membangun usaha penerbitan. Lewat Mozaik, saya ingin membantu para penulis mewujudkan impiannya,” ungkap pria berkacamata itu.

Hal senada diungkapkan oleh Ivonie Zahra. Istri Ihwan Hariyanto itu juga seorang pecandu buku. Bahkan, mantan BMI Hongkong itu telah melahirkan novel, kumpulan cerpen, dan beberapa antologi. “Ke mana pun dan di mana pun, buku selalu menjadi pacar setia saya. Bahkan, sambil jalan saya juga bisa membaca.”

Sementara itu Lalu Abdul Fatah yang juga seorang traveler berpendapat bahwa melalui tulisan kita bisa menyampaikan pendapat kita dalam lingkup yang lebih luas. “Apa yang kami sampaikan di sini hanya akan didengar oleh hadirin yang datang, tapi dengan tulisan maka ide dan buah pikiran kita bisa dibaca oleh orang lain yang tidak hadir di acara ini.”

980616_10151647456219304_1270817648_o

Pembicara dan hadirin foto bersama usai acara

Setelah masing-masing pembicara mengungkapkan proses kreatif di balik tulisan mereka, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para hadirin mengungkapkan antusiasmenya terkait buku, membangun kebiasaan membaca, biar percaya diri menulis, dan sebagainya. Bagi penanya terbaik, disediakan hadiah-hadiah.

Tidak hanya itu, hadirin yang datang silih berganti juga bisa membeli buku-buku terbitan Mozaik yang didiskon hingga 20 persen. Para pecandu buku benar-benar dimanjakan. Sebuah acara yang memang layak untuk digalakkan.

Iklan

6 thoughts on “Para Pecandu Buku Berpesta di Malang

  1. Terimakasih Fatah udah dibela-belain bikin pers release yang ciamik ini, aku sendiri sampe sekarang belum sempat kelarin reportase mozaik, masih sibuk berjibaku dengan skripsi dan naskah2 lain.

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s