Wawancara dengan Diva Press

Selamat siang, Saudara  Lalu Abdul Fatah

Perkenalkan saya Admin dari DIVA Press on-line yang melalui kesempatan ini hendak mewawancarai Kak Lalu, eh manggilnya gimana nih? Lalu atau Fatah?

Panggil Fatah aja ya. Lalu, kan, gelar di Lombok. Banyak yang namanya ‘Lalu’ 😀

Wawancara ini telah dimuat dalam sesi #tweetalk di twitter @divapress01 pada Jumat pagi (12/07). Temanya sih terkait buku Traveling Note Competition yang baru saja terbit.

  1. Kak Lalu ini sudah malang-melintang di Nusantara sebagai seorang traveler dengan jam terbang tinggi, kalau boleh tahu sejak kapan suka travelling dan kenapa suka travelling?

    Sebenarnya, saya jatuh cinta pada traveling sejak SMA. Kebetulan saya amat menyukai pelajaran Geografi.  Rasa ingin tahu saya amat besar pada tempat-tempat lain yang ada di Indonesia juga belahan negara lain. Nama yang jarang saya dengar, menelisik fakta kekayaan alamnya, serta membayangkan berada di sana adalah hal yang sangat menyenangkan. Itu pula yang membuat saya lekas pasang cita-cita sebagai diplomat atau duta besar. Kendati untuk saat ini, saya berpikir ulang kembali mengenai itu. Antara bekerja di Kementerian Luar Negeri ataukah jadi jurnalis atau full-time travel writer. Yang penting tetap terkait dengan jalan-jalan dan menulis.

Nah, sepertinya gayung bersambut. Kebetulan saya tinggal di Lombok yang banyak memiliki pantai dan air terjun. Saat SMA itulah, saya mulai mengunjungi tempat-tempat wisata di daerah saya. Biasanya bareng teman-teman. Sekadar mengejar sunrise di Pantai Labuhan Haji, main air di Joben, darmawisata ke Pantai Kerandangan dan Senggigi, dan lain-lain.

Kegiatan ini berlanjut ketika saya kuliah di Jawa. Tiap pulang kampung, saya pasti pergi ke objek-objek wisata alam bareng teman-teman SMA. Kalaupun saya tidak pulang kampung, saya mengisi liburan semester, misalnya, dengan ke luar kota. Contohnya, liburan sekaligus belajar bahasa Inggris di Pare, Kediri; mengunjungi teman blogger di Bogor; jalan-jalan ke Jogja dengan kereta ekonomi bareng teman-teman kuliah; dan banyak lagi. Hingga saat ini.

  1. Menurut Kak Lalu, apakah travelling itu sama dengan jalan-jalan atau darmawisata? Kalau beda, apa perbedaannya?

Menurut saya, beda. Bedanya di taste alias rasa. Traveling bagi saya, tidak cuma senang-senang, tidak cuma pindah tidur, tidak cuma memanjakan panca indera. Tapi, ada napas kebebasan di situ. Sekaligus pencarian. Tidak cuma fisik yang berpindah, tapi juga hati. Selama traveling, ada jeda untuk kontemplasi. Berefleksi. Terkesan berat, ya? Hmmm… Tidak juga. Porsi seriusnya beda-beda tiap orang.

Kalau jalan-jalan sih, kesannya ringan. Tak ada beban. Hati riang. Bagi saya, tak ubahnya snack kalau itu makanan. Jika sudah cukup menyumpal atau memenuhi rasa senang, ya balik kandang. Pulang ke rumah.

Kalau darmawisata, itu kan nama lain dari field trip atau outing. Kalau nggak terkait dengan sekolah, institusi, ya perusahaan. Biasanya sih kudu bikin laporan sehabis berdarmawisata. Tapi, boleh juga tuh! Melatih untuk menulis catatan perjalanan 🙂

  1. Lebih suka mana: traveler atau backpacker? Dan mana yang lebih menggambarkan kak Lalu?

Saya lebih suka backpacking. Backpacking itu bukan cuma cari murahnya, tapi bagaimana berpikir cerdas di perjalanan. Cerdas menyiasati moda transportasi, akomodasi, juga konsumsi sesuai dengan standar kenyamanan masing-masing. Selama masih bisa menekan budget dan dapat yang nyaman, akan saya ambil. Misalnya, ketika solo backpacking di Lombok, saya bisa saja menginap di penginapan kelas melati. Tapi, ada warga yang menawari menginap di rumahnya. Saya terima. Inilah yang mengasyikkan dari backpacking. Kita lebih punya peluang banyak untuk berinteraksi dengan warga lokal. Apalagi saya selalu punya misi untuk menuliskan pengalaman backpacking saya. Interaksi itu akan memberi saya lebih banyak ide dan cerita untuk dituangkan. Itulah kira-kira yang saya maksudkan.

Tapi, bukan masanya lagi mengkotak-kotakkan diri. It’s no longer about label, but what you get along traveling to enrich your life.

  1. Kira-kira, apa sih yang bisa kita dapatkan dengan melakukan banyak travelling?

Saya merasakan banyak sekali manfaat traveling. Karena saya hobi menulis, bagi saya traveling adalah salah satu cara untuk menjaring ide, juga me-refresh otak dari kepenatan memandang huruf. Saya bisa berkenalan dengan orang-orang baru dengan segudang percakapan yang akan memperkaya perspektif hidup; orang-orang yang bisa saja menjadi teman yang bermanfaat. Saya juga bisa mengenal sesuatu di luar yang telah saya akrabi. Makanan, bahasa, adat kebiasaan, dan sebagainya.

  1. Apakah benar kalau travelling itu membutuhkan biaya yang sangat mahal?

Oh, tidak! Orang traveling itu kan biasanya tiga hal yang ia perhatikan: transportasi, akomodasi, sama konsumsi. Untuk transportasi, banyak maskapai penerbangan yang menawarkan tiket murah. Bahkan, perusahaan kereta api pun kadang beri penawaran khusus. Kalau dirasa mahal dengan satu moda transportasi saja menuju satu destinasi, misalnya, bisa coba kombinasikan beberapa moda untuk ke sana. Misalnya nih… Kalau ke Lombok dari Surabaya bisa pakai pesawat yang kisaran tiketnya 370ribu. Nah, bisa tuh pakai bus cuma 250ribu. Atau ngeteng alias mengombinasikan perjalanan dengan naik kereta, naik kapal, naik bus, dan naik kapal lagi. Saya tahun 2009 pernah mengabiskan cuma 100ribuan saja dari Surabaya ke Lombok dengan cara ngeteng. Sekarang ya, paling naiknya tidak seberapa. Itu untuk transportasi saja.

Akomodasi? Manfaakan jaringan pertemanan. Ada namanya Hospitality Club juga Couchsurfing. Coba gabung di situ. Bahkan, sekarang banyak grup-grup backpacker di Facebook yang bisa dimintai informasi akomodasi murah. Kalaupun tidak dapat tumpangan gratis – dan jangan selalu berharap begitu – cobalah getol cari info akomodasi yang memenuhi standar kenyamanan.

Konsumsi? Manfaatkan sarapan dari hotel – kalau ada. Jadi, makan cuma perlu pas siang dan malam saja.

Satu lagi, hindari belanja oleh-oleh kalau tidak ingin berpikir buruk bahwa traveling itu mahal. Ya, traveling akan jadi mahal bagi sebagian besar orang Indonesia karena doyan belanja!

  1. Sepanjang pengalaman Kak Lalu sebagai seorang pejalan-petualang, kawasan atau daerah mana yang meninggalkan kesan paling mendalam, dan mengapa?

Kampung halaman saya sendiri alias Lombok. Saya baru benar-benar sadar bahwa Lombok itu terberkahi alamnya saat solo backpacking tahun 2010. Meskipun belum semua tempat saya jelajahi, tapi perjalanan saya saat itu sangat membukakan mata dan hati. Kendati perjalanan saya itu akhirnya tertuang dalam sebuah buku, tapi saya belum merasa puas. Saya kian terpanggil, apa lagi yang bisa saya lakukan untuk daerah saya?

Kedua adalah Belitong. Bukan pada keelokan alamnya, tapi pada kisah di balik itu. Saya mengidolakan karya-karya Andrea Hirata. Saya terpijar oleh semangat yang ia gelorakan berupa hope and dreams. Saya bisa ke sana pun lewat kompetisi jalan-jalan yang saya ikuti. Tidak saya duga. Tapi, entah kenapa lewat mimpi seorang teman juga, ia kian memperjelas bahwa saya akan ke Belitong. Eh, beneran! Sampailah saya di sana. Syukur tak henti diri ini.

Selain jalan-jalan gratis, penulis juga dapat kaos dan bukti terbit TNC

Selain jalan-jalan gratis, penulis juga dapat kaos dan bukti terbit TNC

  1. Kak Lalu jg merupakan salah satu pemenang Travelling Note Competition yang diadakan DIVA Press beberapa bulan lalu, kalau boleh tahu, tulisan yang menang lomba itu membahas tentang wilayah mana dan apa keunikan daerah itu?

Saya menuliskan pengalaman saya selama berkunjung ke Way Kambas dan Way Kanan, Lampung, pada tahun 2011. Di Way Kanan ada penangkaran badak. Sayang sekali kami tidak bisa menjumpainya karena badak di sana tinggal 4 ekor. Mereka juga hewan soliter alias penyendiri. Tak bisa ditemui sembarangan. Dijaga ketat.

Di Way Kambas, saya merasakan aura Afrika. Saya juga naik gajah pertama kalinya di situ. Uniknya, gajah-gajah di sana punya nama. Kalau belum bernasib ke Afrika, ke Way Kambas aja dulu deh! 🙂

  1. Kak Lalu kan juara pertama nih di TNC, dapat hadiah liburan ke Karimun Jawa lagi. Asyik sekali pastinya. Bisa diceritain kesan dan pesan setelah mengikuti trip liburan tersebut?

Pertama, saya ingin bilang, kalau jalan-jalan itu tak mesti mahal. Bahkan, bisa lho gratis! Caranya? Ikutan kompetisi menulis yang hadiahnya jalan-jalan. Kalaupun hadiahnya uang, bisa dipakai buat traveling. Saya sudah dua kali mendapatkan kesempatan traveling dengan memenangkan lomba. Asyik, lho!

Hadiah liburan ke Karimunjawa itu juga benar-benar di luar dugaan saya. Saya cuma yakin kalau naskah saya bisa lolos 30 besar dan dibukukan. Itu saja sudah bersyukur sekali. Tapi, ketika dihadiahi jalan-jalan ke Karimunjawa? Alhamdulillah…

Karena setahun yang lalu, teman saya ngajak ke Karimunjawa. Tapi, saya lagi kere. Ia bela-belain bayar di depan muka untuk biaya trip saya. Eh, karena saya ada urusan kerjaan, batal juga rencana itu. Ternyata, Allah menjawab keinginan saya tahun ini. Alhamdulillah…

  1. Daerah atau kawasan mana yang sangat pengen Kak Lalu kunjungi tapi belum juga kesampaian hingga sekarang?

Saya ingin Ke Raja Ampat di Papua, Takabonerate di Sulawesi Selatan, dan Pulau Weh di Aceh. Semoga bisa terkabul dalam waktu dekat ini.

  1. Terakhir, mungkin ada saran dan pesan Kak Lalu bagi anak-anak muda yang kepengen mengikuti jejak Kak Lalu sebagai seorang traveler atau backpacker?

Tinggalkan rumah. Butuh tekad yang kuat dan antusiasme yang terus diperbarui. Hidup cuma sekali, bikin ia berarti. Tak usah khawatir di perjalanan, akan ada gantinya selama kita berpikir positif.

Mengutip tagline blog saya, “Kalau kau merasa miskin, jalan-jalanlah!” Miskin batin, berjalanlah. Miskin materi, berjalanlah.

Sekian saja, wawancaranya. Terima kasih atas waktunya ya Kak.

 

Salam

Admin @divapress01

TNC di Gramedia Expo, Surabaya

TNC di Gramedia Expo, Surabaya. Harga Rp50 ribu.

Iklan

16 thoughts on “Wawancara dengan Diva Press

  1. Mendoakan semoga tempat-tempat dapat dikunjungi segera 🙂
    Nah kalo ke Weh dan ngeteng jangan lupa mampir ke Palembang lagi Tah. Siapa tahu bisa ikutan ke Aceh 🙂

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s