Tenun Bayan, Bertajilah!

Hari Sabtu itu (1/3), masyarakat Bayan beraktivitas seperti biasa. Mereka tidak terusik dengan kehadiran orang-orang asing di desa mereka. Kami yang bergerombol dalam kelompok-kelompok kecil pun tak begitu banyak digubris.

Usai menengok dari dekat Masjid Kuno Bayan Beleq, kami menuju toko kecil di seberang jalan raya. Toko kelontong yang sekaligus menjual cinderamata khas Bayan itu jadi satu bagian dengan rumah induk. Di teras sampingnya, seorang nenek sedang tekun menenun. Ia berselonjor di atas gelaran tikar. Bantal tipis yang ia duduki kiranya membantu mengurangi pegal.

Seorang nenek di Bayan sedang tekun menenun kain

Seorang nenek di Bayan sedang tekun menenun kain

Jalinan benang putih tampak berentangan di alat tenunnya yang terbuat dari kayu dan bambu. Dari keterangan pemandu, sang nenek rupanya sedang menenun kain pembungkus jenazah. Oh!

Orang Bayan memang kebanyakan membuat tenun untuk dipakai dalam upacara, baik yang terkait adat keagamaan serta siklus kehidupan seseorang. Upacara adat keagamaan, seperti peringatan Maulid Nabi, Idul Fitri, dan Idul Adha. Sementara upacara yang terkait siklus kehidupan, misalnya: perkawinan, kehamilan, kelahiran, ngurisang (potong rambut bayi), khitan, juga kematian.

Kain tenun Bayan dibuat selama kurang lebih dua minggu. Sepotong kain tenun berukuran 1×2 meter dijual seharga Rp200.000,00. Kain yang berukuran lebih kecil dijual mulai dengan harga Rp50.000,00. Warna dan corak silakan pilih sendiri sesuai selera.

Beberapa jenis suvenir yang dijual di toko kecil seberang jalan Masjid Kuno Bayan Beleq

Beberapa jenis suvenir yang dijual di toko kecil seberang jalan Masjid Kuno Bayan Beleq

Bukan semata untuk bahan pakaian, pemanis tampilan, atau pajangan di rumah, kain tenun Bayan juga dijadikan bahan produk-produk suvenir semacam: tas, dompet, tempat ponsel, dan lain-lain. Di toko kecil samping nenek menenun itulah, suvenir-suvenir itu bisa didapatkan. Warga lain pun ada menjual di rumah mereka di pinggir jalan.

Kami, para peserta tur wisata Bayan, sungguh terkesan ketika masing-masing kami mendapat satu tas kain tenun hasil kerajinan warga Bayan. Tas-tas itu dibagikan pada acara penutupan di malam hari.

Tas Bayan saya

Tas Bayan saya

Meski demikian, saya punya catatan kecil. Selama ini, jika ada yang bertanya tentang sentra kerajinan kain tenun di Lombok, saya paling cepat mengingat Sade dan Sukarara di Lombok Tengah. Padahal pengrajin tenun tersebar juga di Lombok Timur, seperti Pringgasela dan Kembang Kerang, juga di Lombok Utara, seperti Bayan.

Mengapa tenun Bayan kurang terdengar gaungnya? Dugaan saya karena tenun Bayan masih belum banyak diinformasikan ke khalayak. Kain tenunnya juga belum benar-benar diprioritaskan sebagai komoditas ekonomi, masih kebanyakan untuk keperluan upacara adat. Pembinaan pada pengrajin, dukungan modal, juga promosi, baik dari pemerintah daerah maupun pihak terkait, seperti media lokal, agen perjalanan, dan sebagainya juga dibutuhkan.

Apalagi selama ini, hal yang lebih banyak diekspos dari Bayan adalah Wetu Telu dan Masjid Kuno Bayan Beleq. Sementara tenun Bayan tidak begitu digarap optimal. Padahal jika dikelola dengan serius, ini bisa jadi mata pencaharian bagi warga, khususnya kaum perempuan Bayan.

Semoga kerja sama yang terjalin antara Bank Mandiri dengan British Council dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Bayan bisa kian meningkatkan pamor dan nilai jual tenun Bayan.

Tenun Bayan, bertajilah!

Iklan

9 thoughts on “Tenun Bayan, Bertajilah!

  1. Cakep banget itu tas Bayannya… 🙂
    Iya, Tah… selama ini yang lebih populer sebagai tujuan wisata kan Sade dan Sukarara ya? Jadi otomatis kerajinan dari sana jugalah yang lebih dikenal oleh masyarakat.

    Semoga lewat tulisanmu ini, makin banyak yang tau tentang kerajinan tenun Bayan 🙂

  2. Ping-balik: Ke Bayan | Setapak Aksara

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s