Jaje Bayan Maik Gati!

Waktunya makan camilan!

Percaya tidak kalau Bayan punya camilan enak yang tidak dijumpai di Lombok bagian mana pun?

Percaya saja dulu ya? Nanti kalau kalian punya kesempatan jalan-jalan ke Bayan dan mencoba paket wisatanya, camilan ini dijamin akan dihidangkan. Untuk sekarang, bersiaplah usap iler dulu.

Kami duduk di berugak sambil menikmati kudapan khas Bayan

Kami duduk di berugak sambil menikmati kudapan khas Bayan

Jadi, setelah kurang lebih satu jam mengikuti tur wisata budaya, kami menuju salah satu berugak di antara rumah warga di Dusun Karang Salah. Ternyata, di situ sudah dihidangkan camilan khas Bayan plus kopi dan teh. Sambil duduk-duduk, obrol santai, dengan siuran angin, oh nikmat sekali rasanya menjawil dan mencicip kudapan sedap itu!

Awalnya, saya skeptis. Ah, jajanan biasa! Risoles, onde-onde, dan kue dalam daun pisang yang dipotong serong dengan parutan kelapa di sampingnya. Kue-kue yang dari penampakan luarnya saja, cukup bisa membuat orang memandangnya sebelah mata. Warna begitu doang sih!

Risoles dan onde-onde khas Bayan. Khas karena isinya!

Risoles dan onde-onde khas Bayan. Khas karena isinya!

Saya ambil onde-onde. Jajan berbahan ketan dengan taburan biji wijen si atasnya itu saya gigit pelan. Gurih.

Tapi, apa isi dalamnya? Nah, ini yang beda! Selama ini, saya tahunya onde-onde itu isinya kacang hijau atau varian lain seperti kacang tanah, kacang merah, gula merah, kelapa, bahkan keju. Nah, onde-onde versi Bayan ini isinya adalah lebui.

Onde-onde isi lebui khas Bayan

Onde-onde isi lebui khas Bayan

Lebui? Ini yang bagi saya menarik. Ibu saya dulu sering memasak biji-biji lebui sebagai sayuran. Kuahnya berwarna agak kehitaman, ditambahi asam jadinya segar.

Tapi, oleh orang Bayan, lebui dipindahhaluankan ke dalam onde-onde, tidak salah?

Tidak salah! Tak ada yang salah sama makanan. Selama enak, mengapa harus sewot?

Lebui itu jamak ditanam oleh para petani di Lombok. Menurut Prof. Hembing, pakar pengobatan tradisional yang pernah punya acara di tv, lebui mengandung banyak zat yang dibutuhkan tubuh manusia, antara lain: protein, zat pigmen untuk menghitamkan rambut, serta berkhasiat mencegah penyakit jantung.

Lebui kalau dimasak sebagai sayuran memang akan mengeluarkan warna hitam. Dan, kata Prof. Hembing, mereka yang sering mengonsumsi lebui ini akan memiliki rambut yang hitam dan tidak lekas ubanan.

Lalu, lebui itu apa? Pada teman-teman media, saya bilang itu kedelai hitam. Tapi, saya coba telusuri lagi lewat internet, ternyata bukan. Orang Jawa familier menyebut lebui itu kacang gude (Cajanus cajan). Ia sejenis tanaman kacang-kacangan yang bersifat tahunan dan tumbuh di tempat yang relatif panas dan kering.

Nah, lebui dicampur kelapa dan gula merah itulah yang menjadi isi onde-onde khas Bayan. Enak!

Selain onde-onde, ada juga risoles. Ini juga camilan yang sudah umum. Tapi, apa yang membedakan risoles Bayan dengan yang lain?

Risoles isi sisok

Risoles isi sisok

Gurih asin sedap! Risoles isi sisok khas Bayan!

Gurih asin sedap! Risoles isi sisok khas Bayan!

Isinya. Selama ini, saya tahunya risoles isinya daging cincang dan potongan sayuran. Tapi, risoles khas Bayan isinya keong sawah atau dalam bahasa Sasak, sisok. Sisok plus potongan daun sawe.

Sawe? Saya awalnya mengira sawi. Tapi, bukan. Sawe ini nama pohon yang tumbuh di kebun warga Bayan. Daunnya yang muda untuk dimasak. Bahkan, dijadikan pula pembungkus ikan yang dimasak bumbu kuning.

Daun sawe muda yang diolah menjadi makanan oleh warga Bayan

Daun sawe muda yang diolah menjadi makanan oleh warga Bayan

Bagaimana rasanya? Mengunyah sisok yang terbaluri cacahan daun sawe, rasanya seperti makan cumi-cumi. Dagingnya kenyal. Maik gati! Enak sekali!

Satu lagi camilan khas Bayan yang terhidang untuk kami saat itu. Namanya sumping. Ia terbuat dari tepung, labu, pisang, dan biji kenari yang dibungkus dengan daun pisang dan dikukus. Ia disajikan dengan parutan kelapa.

Sumping

Sumping

Semua camilan khas Bayan yang kami coba siang itu diambil dan diolah dari hasil tani warga Bayan. Lebui, sisok, sawe, juga kenari adalah beberapa di antaranya. Jadi, konsep wisata berkelanjutan yang memanfaatkan keanekaragaman hayati di Bayan, benat-benar termanifestasikan.

Ssssttt… Satu lagi rahasia yang perlu saya buka ini. Semua makanan olahan warga Bayan ini hasil sharing seorang chef di hotel berbintang di Lombok lho! Ia bersedia dibayar dengan harga yang sangat ‘ramah’ untuk membagi ilmu kulinernya pada warga Bayan.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo ke Bayan!

Iklan

12 thoughts on “Jaje Bayan Maik Gati!

  1. Ping-balik: Ke Bayan | Setapak Aksara

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s