Wawancara Kebahagiaan

“Ayo, kita belajar menulis di kampung. Coba rute yang belum pernah kalian tempuh selama ini. Dekati dan wawancarai orang yang kalian temui. Jangan lupa ajukan pertanyaan kunci ‘apa kebahagiaan menurut Anda?'”

Jumat lalu (25/3), saya ajak adik-adik di kelas menulis Al Furqon, Darul ‘Ulum Jombang, untuk menulis di luar. Menemui para pencerita di luar sana. Sebab, saya meyakini bahwa tiap orang memiliki kisahnya sendiri. Tentu menarik jika anak-anak tersebut menggali dan menuangkannya dalam tulisan hasil wawancara yang memikat.
Kami pun menyebar. Saya hanya mengantarkan sampai di jalan utama. Lantas membiarkan mereka dalam petualangan mencari narasumber.

Ada yang mewawancara satpam, ibu warung, pengorek sampah, bapak tukang odong-odong, dan lain-lain. Aneka kisah berhasil mereka dapatkan. Tentu, dalam waktu yang terbatas, berharap tulisan yang wow tidaklah mungkin.

Namun, sekelar berburu, kami kembali ke teras depan asrama. Mereka menulis dalam 15 menit. Setelah itu, saya minta mereka untuk berbagi cerita mereka secara lisan, khususnya mengenai ‘upaya’ mereka dalam menemukan narasumber.

image

image

Di situlah kami tersenyum, trenyuh, bersemangat, juga manggut-manggut mendengarkan kisah dari hampir semua anak.

Keberanian dan keingintahuan. Itulah yang hendak saya latihkan. Menulis adalah pamungkas dari itu semua.

Saya membayangkan kelak mereka jadi para penulis yang berempati. Mereka akan mencari tahu dengan sabar. Tidak gegabah. Serta pandai menggali sisi-sisi terdalam sang narasumber.

Semoga!

Iklan

5 thoughts on “Wawancara Kebahagiaan

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s