Marie Mulheim

Perangainya pemalu. Tipikal introvert. Dia lebih suka solo traveling, utamanya ke tempat-tempat yang tidak terlalu banyak turis. Maka, beruntung sekali dia hari ini saya pandu ke Taman Nasional Baluran karena sepi pengunjung.

Gadis 24 tahun asal Brittany, West Coast, Perancis ini memilih Baloeran Ecolodge sebagai persinggahannya setelah Bali. Ia mengetahuinya dari situs yang dikelola oleh Pak Nurdin Razak. Pehobi pantai dan tempat non-turistik ini rehat sejenak menikmati ketenangan Baluran sebelum lanjut ke Jogja.

Dengan bahasa Inggrisnya yang sederhana, mahasiswi S2 jurusan Pendidikan ini lumayan membuat saya kagum. Selain bahasa Perancis, dia mahir bahasa Spanyol. Blognya pun rajin ia mutakhirkan dalam dua bahasa tersebut. Itu caranya untuk berbagi kabar dengan keluarganya.

Pengalamannya setahun tinggal di Vietnam sebagai pengajar bahasa Perancis di salah satu kampus di sana, membuatnya jatuh cinta pada Asia. Ia berencana balik tahun depan sekelar menyelesaikan tesis 50 halamannya. Ia ingin jauh-jauh dari Perancis. Tak begitu suka di sana karena kondisi ekonomi dan politiknya yang buruk (menurut dia).

13225210_10154187087834304_1429375938_o

Marie sedang memotret kepala kerbau liar yang jadi bangkai dan mem’fosil’ di savana Taman Nasional Baluran

13288347_10154187088169304_1700015096_o

Marie berpose di savana dengan latar Gunung Baluran

13288521_10154187088124304_439461351_o

Selfie bareng Marie

13313546_10154187088054304_1460655891_o

Tak afdol jika tak ambil foto di sini. Semacam latar foto sejuta umat pengunjung Taman Nasional Baluran

Dia kerap bergabung dengan asosiasi yang bergerak di bidang pendidikan. Hobi traveling dan kemahirannya berbahasa Spanyol membuatnya menjelajah hingga negara-negara di Amerika Latin. Argentina, Peru, Bolivia, juga Chili, ia jajaki. Bahkan, dua kali ia jejakkan kaki di Macchu Picchu. Baginya, itu pengalaman spektakuler.

“Kamu baik-baik saja snorkeling sendirian?” tanya saya ketika kami sampai di Pantai Bama, bagian dari TN Baluran.

“Oh, okay.”

Meluncurlah ia ke air dan selama hampir 1,5 jam snorkeling dan menangkap gambar-gambar bawah laut dengan kameranya.

“Sebenarnya apa yang kamu cari dengan traveling?” tanya saya.

“Aku belajar menemukan diriku. Bertemu dengan orang lokal, mengenal kultur dan tradisi mereka, menyantap makanan lokal, tinggal bersama mereka, itulah yang menyenangkan.”

Bahkan, selama setahun di Vietnam, ia sampai lupa untuk tidak begitu rindu dengan Perancis. Terlebih orangtuanya telah bercerai dan ia pun lebih menemukan keasyikan di negara-negara Asia dan Amerika Latin.

13288514_10154187088484304_1264944515_o

Di jalur mangrove TN Baluran

13321119_10154187088399304_2055561256_o

Selfie di pinggir Pantai Bama, Taman Nasional Baluran

“Lalu, bagaimana rawon yang kamu coba ini?” pancing saya.

“Enak! Lezat.”

“Bahasa Perancisnya lezat, apa?”

Tres bon!”

Merci beaucoup, Marie. Terima kasih banyak, Marie.

Selamat melanjutkan perjalananmu ke Jogja, Bandung, Jakarta, Singapura, dan balik selamat hingga negerimu.

Mari

Di galeri Baloeran Ecolodge yang dikelola oleh Nurdin Razak

*Catatan: Marie ternyata telah memutakhirkan blog mengenai perjalanannya ke Baluran. Perlu Google Translate nih! πŸ™‚

Iklan

6 thoughts on “Marie Mulheim

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s